30, 2026
Olahraga

FIFA ASEAN Cup 2026: Sebut Timnas Indonesia Belum Seperti Rolls-Royce, John Herdman Minta Garuda Bersabar Lawan Singapura

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

FIFA ASEAN Cup 2026: John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Seperti Rolls-Royce

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan penilaian jujur mengenai performa pasukannya menjelang laga krusial melawan Singapura di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam konferensi pers usai sesi latihan tertutup di Jakarta, Herdman menyatakan bahwa skuad Garuda saat ini belum berada pada level performa ideal yang ia targetkan di awal turnamen.

Menurut pelatih asal Inggris tersebut, Timnas Indonesia belum bisa disebut seperti Rolls-Royce, kendaraan mewah yang identik dengan performa mesin halus, tenaga besar, dan konsistensi tanpa cela. Ia menilai masih ada sejumlah aspek teknis dan taktis yang harus dibenahi sebelum pasukannya bisa tampil dengan standar tertinggi di kompetisi antarnegara ASEAN itu.

Evaluasi Performa di Fase Grup

Herdman mengungkapkan bahwa hasil evaluasi tim pelatih menunjukkan inkonsistensi dalam transisi menyerang dan bertahan. Ia menyoroti efektivitas serangan yang belum optimal, terutama dalam memanfaatkan peluang di sepertiga akhir lapangan. Menurutnya, penguasaan bola yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan ketajaman penyelesaian akhir, dan hal itu menjadi pekerjaan rumah utama skuadnya.

Di sisi pertahanan, Herdman mencatat adanya celah yang kerap muncul ketika lawan melakukan serangan balik cepat. Ia menilai konsentrasi pemain perlu dijaga selama 90 menit penuh, terutama pada fase-fase kritis pertandingan. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang dinilainya telah menunjukkan kemajuan dari laga ke laga.

Herdman juga menyebutkan bahwa proses adaptasi pemain muda dengan skema yang ia terapkan masih berlangsung. Kombinasi antara pemain senior berpengalaman dan pemain muda berbakat menjadi salah satu fokus dalam membangun fondasi tim yang kompetitif untuk jangka panjang.

Fokus Menghadapi Singapura

Menghadapi Singapura, Herdman meminta para pemain dan pendukung Timnas Indonesia untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa laga melawan Singapura bukan pertandingan yang bisa diselesaikan secara instan. Menurutnya, kesabaran dalam menjalankan strategi menjadi kunci untuk membuka pertahanan lawan yang dikenal rapat dan disiplin.

Pelatih berusia 49 tahun itu mengingatkan bahwa Singapura memiliki karakter permainan yang solid, terutama dalam bertahan dan memanfaatkan peluang dari situasi bola mati. Ia meminta pemainnya untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan dan tetap tenang ketika menghadapi tekanan.

Pentingnya Disiplin Taktis

Herdman menekankan pentingnya disiplin taktis dalam pertandingan nanti. Ia ingin para pemain tetap berpegang pada rencana permainan yang telah disusun, tanpa terpancing emosi atau tekanan dari lawan maupun suporter. Menurutnya, pertandingan melawan Singapura sering kali berlangsung ketat dan ditentukan oleh detail-detail kecil.

Ia juga menyoroti aspek mentalitas pemain. Herdman menilai bahwa kematangan mental menjadi faktor pembeda dalam laga-laga besar. Pemain yang mampu mengendalikan emosi dan fokus pada tugasnya akan memberikan kontribusi lebih besar bagi tim, terlepas dari tekanan yang ada.

Selain itu, Herdman memastikan bahwa seluruh pemain dalam kondisi prima dan siap tampil. Tim medis dan pelatih fisik terus memantau kondisi kebugaran setiap pemain agar tidak ada penurunan performa menjelang pertandingan. Rotasi pemain juga menjadi pertimbangan untuk menjaga intensitas permainan sepanjang turnamen.

Dukungan Suporter dan Target Turnamen

Herdman mengajak seluruh pendukung Timnas Indonesia untuk memberikan dukungan penuh kepada para pemain. Ia memahami besarnya ekspektasi publik terhadap tim nasional, namun meminta dukungan tersebut disalurkan secara positif untuk mendorong semangat para pemain di lapangan.

Mengenai target di FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman menegaskan bahwa timnya tetap berambisi meraih hasil terbaik. Namun ia menilai proses pembangunan tim tidak bisa diukur hanya dari satu atau dua pertandingan. Menurutnya, konsistensi dalam setiap laga menjadi indikator yang lebih penting dalam perjalanan panjang tim nasional.

Ia menambahkan bahwa setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk berkembang dan membuktikan kualitas mereka di level internasional. Pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat di kawasan ASEAN dinilai menjadi modal berharga bagi perkembangan sepak bola Indonesia ke depan.

Laga antara Timnas Indonesia dan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Kedua tim memiliki sejarah rivalitas panjang dan pertemuan mereka selalu menyajikan pertandingan sengit. Herdman pun menyadari bahwa laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin, tetapi juga soal gengsi dan kepercayaan diri tim.

Dengan waktu persiapan yang tersisa, John Herdman berfokus pada penyempurnaan detail taktis, peningkatan efektivitas serangan, dan penguatan mentalitas pemain. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan kesabaran, Timnas Indonesia dapat tampil lebih baik dan meraih hasil maksimal dalam laga melawan Singapura sekaligus menjaga peluang di turnamen tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter