03, 2026
Olahraga

FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Vietnam Bermain Di Bawah Standar saat Menang Atas Pakistan, Ini Kata Kim Sang-Sik

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

FIFA ASEAN Cup 2026: Vietnam Menang atas Pakistan, Kim Sang-sik Akui Performa di Bawah Standar

Timnas Vietnam membuka perjalanan mereka di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Pakistan dalam laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi. Meski meraih tiga poin penuh, pelatih kepala Kim Sang-sik mengakui bahwa penampilan anak asuhnya jauh dari standar yang ia harapkan. Kemenangan tersebut diwarnai sejumlah catatan teknis yang menjadi bahan evaluasi serius bagi tim berjuluk The Golden Star Warriors itu.

Laga yang digelar di hadapan pendukung tuan rumah itu berjalan tidak sesuai skenario yang disiapkan tim pelatih. Vietnam tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama. Pakistan, yang secara peringkat FIFA berada jauh di bawah Vietnam, tampil disiplin dengan bertahan rapat di area pertahanan sendiri sambil sesekali mengandalkan serangan balik cepat.

Kim Sang-sik Soroti Efektivitas Serangan dan Konsentrasi Pemain

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Kim Sang-sik menyatakan bahwa kemenangan ini tidak boleh menutupi kekurangan yang terlihat jelas di lapangan. Menurutnya, para pemain terlalu sering kehilangan bola di area tengah dan kurang sabar dalam membangun serangan. Ia menilai keputusan akhir di sepertiga lapangan terakhir menjadi persoalan utama yang harus segera dibenahi.

"Kami menang, tetapi saya tidak puas dengan cara kami bermain. Ada banyak kesalahan sederhana yang seharusnya tidak terjadi di level ini. Kami terlalu terburu-buru dan kurang tenang saat menguasai bola," ujar Kim Sang-sik, dikutip dari keterangan pers federasi sepak bola Vietnam.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga menyoroti konsentrasi pemain pada menit-menit awal babak kedua. Ia melihat ada penurunan intensitas setelah jeda, yang membuat Pakistan beberapa kali mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik. Meski tidak berbuah gol, situasi tersebut dianggap sebagai peringatan penting bagi timnya menghadapi laga-laga berikutnya yang jauh lebih berat.

Pakistan Memberi Perlawanan di Luar Perkiraan

Di sisi lain, penampilan Pakistan mendapat apresiasi tersendiri. Tim asuhan pelatih asal Inggris itu mampu menahan gempuran Vietnam selama lebih dari satu jam pertandingan. Disiplin lini belakang dan kerja keras para pemain tengah membuat mereka beberapa kali memaksa kiper Vietnam melakukan penyelamatan penting.

Pakistan bahkan hampir mencuri gol melalui skema bola mati pada pertengahan babak kedua. Peluang tersebut berawal dari kesalahan umpan pemain Vietnam di lini tengah, yang kemudian dikonversi menjadi serangan cepat. Beruntung bagi tuan rumah, penyelesaian akhir Pakistan masih belum akurat.

Hasil ini membuat Pakistan tetap berada di posisi yang sulit di grup, tetapi penampilan mereka menunjukkan perkembangan dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya melawan tim-tim Asia Tenggara. Sejumlah pengamat menilai Pakistan kini lebih terorganisir dan tidak lagi menjadi lawan yang mudah ditaklukkan dengan skor besar.

Kritik Publik dan Tekanan pada Timnas Vietnam

Kemenangan yang tidak meyakinkan memicu reaksi dari publik sepak bola Vietnam. Banyak penggemar di media sosial menyoroti lini serang yang dinilai tumpul dan kurangnya kreativitas di lini tengah. Beberapa mantan pemain nasional juga menyatakan bahwa Vietnam masih bergantung pada pola serangan sayap yang mudah dibaca lawan.

Tekanan terhadap Kim Sang-sik sendiri bukan hal baru. Sejak ditunjuk menangani timnas, ia kerap mendapat sorotan tajam terkait pilihan pemain dan taktik yang dianggap kurang cocok dengan karakter permainan Vietnam. Namun, ia menegaskan bahwa proses pembangunan tim membutuhkan waktu dan hasil di lapangan tidak selalu mencerminkan seluruh pekerjaan yang dilakukan di balik layar.

Ia menambahkan bahwa tim pelatih akan melakukan analisis menyeluruh terhadap rekaman pertandingan sebelum menghadapi laga berikutnya. Fokus perbaikan akan diarahkan pada transisi bertahan menyerang, penyelesaian akhir, serta komunikasi antar lini.

Langkah Selanjutnya di Grup

Vietnam selanjutnya akan menghadapi lawan yang lebih tangguh di fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Jadwal padat menuntut rotasi pemain yang tepat agar kondisi fisik tetap terjaga. Kim Sang-sik mengisyaratkan kemungkinan perubahan komposisi starting eleven pada pertandingan berikutnya.

Beberapa pemain muda yang tampil sebagai pengganti dinilai memberikan energi baru dan berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak. Namun, ia menekankan bahwa keputusan tetap akan didasarkan pada performa di sesi latihan dan kebutuhan taktik tim, bukan sekadar tekanan publik.

Bagi Vietnam, kemenangan atas Pakistan tetap menjadi modal penting dalam perburuan tiket ke babak berikutnya. Akan tetapi, jika performa tidak segera meningkat, langkah mereka di turnamen ini berpotensi terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Evaluasi dan perbaikan dalam waktu singkat menjadi kunci bagi The Golden Star Warriors untuk kembali ke standar permainan yang mereka targetkan.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi ajang penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk mengukur kekuatan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional yang lebih besar. Setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi tim untuk membangun konsistensi, termasuk bagi Vietnam yang masih mencari bentuk terbaik di bawah kepemimpinan Kim Sang-sik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter