FN Pordasi Tutup Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026
Federasi Nasional Panahan Berkuda Indonesia (FN Pordasi) secara resmi menutup Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah III Seri I tahun 2026 dengan sukses besar. Acara yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Januari lalu di GOR Pordasi, Jakarta, berhasil menarik minat atlet-atlet berkuda memanah dari berbagai provinsi se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mempersiapkan atlet jelang berbagai kompetisi internasional mendatang.
Tingkatkan Prestasi Berkuda Memanah Indonesia
Kejurnas kali ini menjadi penting karena menjadi salah satu ajang seleksi untuk memilih atlet yang akan mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games. Ketua Umum FN Pordasi, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan prestasi berkuda memanah Indonesia di kancah internasional.
"Kita melihat dari hasil Kejurnas kali ini, ada beberapa atlet yang menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Mereka adalah harapan kita untuk membawa nama baik Indonesia di panggung internasional," ujar Bambang dalam sambutannya saat penutupan Kejurnas.
At-atlet Unggul Tampil Memukau
Dalam Kejurnas yang berlangsung selama tiga hari ini, tercatat ada 150 atlet dari 15 provisi yang ikut berpartisipasi. Atlet-atlet tersebut bersaing dalam tiga kategori, yaitu recurve, compound, dan barebow. Setiap kategori dibagi lagi menjadi kelas putra dan putri.
Di kelas recurve putra, atlet asal Jawa Barat, Ahmad Fauzi, berhasil meraih juara umum dengan total skor 1150 dari 1200 poin maksimal. Prestasi ini membuatnya menjadi calon utama untuk masuk dalam tim nasional. "Saya sangat bersyukur bisa meraih juara di Kejurnas kali ini. Ini adalah hasil dari kerja keras dan latihan yang intensif selama enam bulan terakhir," ujar Ahmad Fauzi seusai pertandingan.
Sementara itu, di kelas recurve putri, juara diraih oleh Siti Nurhaliza dari Jawa Timur dengan total skor 1090. Siti berhasil mengungguli rivalnya dengan selisih tipis 10 poin. Performa Siti yang stabil sepanjang pertandingan menjadi kunci kemenangannya.
Teknologi Canggih Diterapkan
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kejurnas berkuda memanah di Indonesia, penyelenggara menerapkan teknologi canggih dalam penilaian. Sistem target digital yang terhubung dengan komputer digunakan untuk mencatat setiap tembakan atlet. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam penilaian.
Persiapan untuk Ajang Internasional
Dengan hasil Kejurnas kali ini, FN Pordasi akan segera membentuk tim nasional untuk persiapan SEA Games yang akan digunakan di Thailand pada Juli 2026. Tim nasional akan dibentuk berdasarkan performa atlet dalam Kejurnas dan beberapa pertandingan uji coba yang akan diselenggarakan pada Februari mendatang.
Dampak Positif bagi Olahraga Berkuda Memanah
Kejurnas kali ini tidak hanya berdampak bagi at-atlet, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga berkuda memanah di Indonesia. Acara ini berhasil menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal dan tertarik dengan olahraga yang satu ini.
Penutupan Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026 diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada atlet-atlet terbaik, pelatih, dan provinsi dengan perolehan medali terbanyak. Jawa Barat berhasil menjadi juara umum provinsi dengan total 12 medali, terdiri dari 4 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Komentar (0)