17, 2026
Olahraga

Gagal ke Semifinal Copa das Nacoes 2026, Statistik Timnas Futsal Indonesia saat Digasak Tanjung Verde

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gagal ke Semifinal Copa das Nacoes 2026, Statistik Timnas Futsal Indonesia saat Digasak Tanjung Verde

Timnas futsal Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal Copa das Nacoes 2026 setelah dikalahkan Timor Leste dengan skor telak 1-7 dalam laga pamungkas Grup A. Kekalahan ini membuat Garuda Nusantara harus tersingkir dari turnamen yang digelar di Tanjung Verde tersebut. Hasil ini menjadi penutup yang menyakitkan bagi skuad yang dikarunai pelatih Mario Alfano.

Dalam laga yang berlangsung di Pusat Olahraga Nasional, Tanjung Verde, Minggu (15/5/2026), Timnas Indonesia tampil buruk sejak menit awal. Timor Leste yang dikenal sebagai tim dengan permainan cepat dan teknis mampu mendominasi jalannya pertandingan. Gol pembuka dicetak oleh kapten Timor Leste, Ricardo Silva, menit ke-8, sebelum memperbesar menjadi 2-0 menit ke-15 melalui sundulan Jose Mendes.

Performa Menurun di Paruh Kedua

Paruh kedua pertandingan berlangsung lebih buruk bagi skuad Indonesia. Timor Leste mencetak lima gol tambahan dalam rentang waktu singkat. Carlos Lima mencetak hattrick pada menit ke-25, ke-30, dan ke-37, sementara Mario Souza menambah dua gol pada menit ke-32 dan ke-40. Satu-satua gol Indonesia dicetak oleh pemain naturalisasi, Andre Silva, yang memanfaatkan kesalahan bek lawanan di menit ke-28.

"Performa tim tidak konsisten sepanjang turnamen," ujar Mario Alfano usai pertandingan. "Kita kebobolan gol di menit-menyakitkan dan gagal membangun serangan yang berbahaya. Kami perlu evaluasi mendalam menghadapi SEA Games nanti."

Statistik Menggambarkan Dominasi Lawan

Data statistik pertandingan menunjukkan dominasi Timor Leste sepanjang 40 menit pertandingan. Timor Leste berhasil mencatat 25 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran, sementara Indonesia hanya memiliki 9 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran. Dari segi penguasaan bola, Timor Leste unggul 68% dibanding 32% untuk Indonesia.

Dalam hal passing, skuad Timor Leste berhasil melakukan 387 passing dengan tingkat keberhasilan 87%, jauh lebih baik dibandingkan Indonesia yang hanya mencatat 215 passing dengan tingkat keberhasilan 73%. Adu kuadrat juga dimenangkan oleh Timor Leste dengan 32 kali berhasil dibanding 11 kali bagi Indonesia.

Tingginya Jumlah Pelanggaran

Pertandingan juga berlangsung dengan tingkat pelanggaran yang tinggi. Wasit menghadirkan 10 kartu kuning dan 2 kartu merah dalam laga ini. Timor Leste mendapat 5 kartu kuning, sementara Indonesia mendapat 5 kartu kuning dan 1 kartu merah yang diterima oleh bek kiri, Zikri. Kartu merah tersebut diberikan di menit ke-38 setelah Zikri melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang Timor Leste.

"Kondisi ini tentu saja memengaruhi permainan kami," tambah Mario Alfso. "Tapi itu bukan alasan utama kekalahan. Masalah utama adalah performa tim yang tidak sesuai ekspektasi."

Perjalanan Timnas di Copa das Nacoes

Sebelum menghadapi Timor Leste, Timnas Indonesia hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga laga di babak grup. Mereka menang tipis 3-2 atas Angola, sebelum kalah 1-4 dari tuan rumah Tanjung Verde dan 2-3 dari Angola dalam pertandingan pamungkas. Poin hanya 4 dari 12 potensial, menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen sementara.

Kegagalan lolos ke semifinal membuat Indonesia harus puas hanya bermain di perebutan tempat ketiga. Dalam turnamen persahabatan ini, skuad Garuda Nusantara gagal menunjukkan performa konsisten yang menjadi harapan sebelum turnamen dimulai.

Reaksi Pemain dan Penggemar

Setelah pertandingan, beberapa pemain tampak frustrasi. Kapten tim, Rizki Febian, mengakui bahwa performa tim sangat mengecewakan. "Kita gagal menunjukkan yang terbaik. Semua pemain harus introspeksi," ujarnya singkat.

Di sisi lain, beberapa penggemar yang hadir menyampaikan kekecewaan mereka melalui media sosial. "Performa sangat buruk sepanjang turnamen. Harus evaluasi total sebelum SEA Games," tulis salah satu akun di platform media sosial.

Dengan kegagalan ini, Mario Alfano dan timnya memiliki waktu kurang dari tiga bulan untuk membenahi performa jelang SEA Games 2026 di Thailand. Turnamen tersebut akan menjadi ajang pembuktian apakah skuad ini benar-benar mampu bersaing di level regional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter