30, 2026
Nasional

Gempa M 4,7 Guncang Sumur Banten, Getaran Terasa hingga Rangkasbitung

Gempa magnitudo 4,7 mengguncang Sumur, Banten, pada 25 September 2026. Getaran terasa hingga Rangkasbitung, dengan pusat gempa di laut.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa M 4,7 Guncang Sumur Banten, Getaran Terasa hingga Rangkasbitung

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Selasa, 3 Juni 2025, pukul 06.04 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 6,78 derajat Lintang Selatan dan 105,15 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut dengan jarak sekitar 36 kilometer arah barat daya Sumur, Banten. Sementara itu, kedalaman gempa tercatat mencapai 41 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Tangerang, Suwarto, menyatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia di zona megathrust Selat Sunda. Mekanisme sumber gempa dianalisis memiliki pergerakan naik atau thrust fault, sesuai dengan karakteristik zona subduksi di kawasan barat daya Banten.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa guncangan gempa ini dirasakan di beberapa wilayah di Provinsi Banten dengan skala intensitas yang bervariasi. Wilayah Sumur dan Panimbang dilaporkan merasakan getaran dengan intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu. Sementara itu, wilayah Rangkasbitung, Pandeglang, dan Cibaliung merasakan guncangan dengan intensitas II hingga III MMI. Getaran juga dilaporkan terasa hingga wilayah Muarabinuangeun dan beberapa kawasan pesisir barat Banten dengan intensitas II MMI.

Meskipun guncangan terasa cukup jelas oleh sebagian warga, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal tersebut dikarenakan magnitudo gempa yang relatif kecil dan tidak adanya deformasi signifikan di dasar laut yang dapat memicu gelombang besar. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hingga pukul 06.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang biasanya memiliki magnitudo lebih kecil dari gempa utama. BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah Banten dan sekitarnya.

Respons Warga dan Pemerintah Daerah

Gempa yang terjadi pada dini hari tersebut sempat membuat sebagian warga di Rangkasbitung dan Pandeglang terbangun dari tidur. Beberapa warga mengaku merasakan getaran selama beberapa detik dan sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa di wilayah pesisir untuk memantau dampak gempa. Petugas lapangan diterjunkan untuk memeriksa kondisi bangunan, khususnya rumah warga dan fasilitas umum di kawasan yang merasakan guncangan paling kuat. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan struktural yang berarti.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait gempa. Edukasi mengenai kebencanaan dinilai penting mengingat wilayah Banten, khususnya pesisir barat, merupakan kawasan rawan gempa karena berhadapan langsung dengan zona subduksi Selat Sunda dan megathrust yang menyimpan potensi energi besar.

Wilayah Rawan Gempa di Banten

Wilayah Banten, terutama kawasan pesisir barat seperti Sumur, Panimbang, dan Cibaliung, memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas seismik cukup tinggi di Indonesia. Kawasan ini berada di dekat pertemuan dua lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, yang bergerak saling mendesak. Pergerakan tersebut menyebabkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Selain zona subduksi, terdapat pula sesar aktif di daratan Banten, seperti Sesar Cimandiri dan Sesar Baribis, yang turut berkontribusi terhadap kerawanan gempa di wilayah tersebut. Meski gempa kali ini tergolong kecil, para ahli mengingatkan bahwa masyarakat perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa yang lebih besar, terutama di kawasan padat penduduk seperti Rangkasbitung, Pandeglang, dan Serang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memastikan struktur bangunan rumah tahan gempa, mengenali jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga bencana. Selain itu, warga diminta segera menjauhi bangunan yang retak atau rusak jika terjadi gempa susulan, dan tidak mendekati pantai apabila merasakan guncangan kuat yang berlangsung lama.

Pemantauan Berkelanjutan

BMKG menegaskan bahwa informasi resmi mengenai gempa hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang sah, seperti situs web resmi, aplikasi info BMKG, serta akun media sosial terverifikasi. Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai pesan berantai yang tidak jelas sumbernya, terutama yang menyebutkan prediksi gempa besar pada waktu tertentu, karena hingga saat ini teknologi prediksi gempa secara tepat belum dapat dilakukan.

Dengan magnitudo 4,7 dan kedalaman 41 kilometer, gempa Sumur ini tergolong gempa kecil hingga menengah yang umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Banten berada dalam zona rawan gempa yang menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, hingga masyarakat luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter