04, 2026
Nasional

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2022/01/23/61ecfb4b3cd0d-ilustrasi-gempa-bumi_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan mengungkap kondisi terkini pascagempa yang terjadi pada Selasa pagi waktu setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berlokasi di laut, sekitar 70 kilometer barat daya Sumba Barat Daya. Kedalaman gempa tercatat 34 kilometer dengan parameter guncangan yang dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah pesisir. Gempa ini berjenis dangkal yang dipicu aktivitas zona subduksi di selatan Nusa Tenggara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyatakan bahwa guncangan gempa dirasakan kuat selama beberapa detik oleh warga di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan sebagian wilayah Sumba Tengah. Getaran juga dilaporkan terasa hingga ke Kupang dengan intensitas lebih lemah. Masyarakat yang sedang beraktivitas pagi itu langsung berlarian keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri.

Kerusakan dan Korban Jiwa

Hingga laporan terakhir, BNPB mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa. Data sementara yang dihimpun tim gabungan di lapangan menyebutkan puluhan rumah warga rusak dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat. Sejumlah fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah, rumah ibadah, dan kantor pemerintahan, juga dilaporkan terdampak.

Beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan yang runtuh. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim medis dan relawan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi yang terdampak untuk memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Sejumlah gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil tercatat terjadi setelah gempa utama. Warga diminta tidak panik dan mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memastikan bangunan yang akan dimasuki kembali benar-benar aman dari potensi keruntuhan.

Respons Pemerintah dan Posko Darurat

Pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD setempat, TNI, dan Polri telah mendirikan posko darurat di lokasi terdampak. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, distribusi bantuan, serta layanan informasi bagi masyarakat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, tenda pengungsian, dan obat-obatan mulai didistribusikan kepada warga terdampak.

Tim asesmen cepat dikerahkan untuk melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh. Pendataan ini penting untuk menentukan besaran bantuan yang dibutuhkan dan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat dan tidak layak huni.

Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat pesisir tetap diminta waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun BNPB. Informasi yang beredar di media sosial perlu disaring dengan cermat agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Pelajaran Mitigasi Gempa

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, terutama di wilayah Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Edukasi mengenai jalur evakuasi, struktur bangunan tahan gempa, serta simulasi menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan hingga ke tingkat desa dan sekolah.

BNPB menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi gempa adalah kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Masyarakat diharapkan memahami langkah-langkah penyelamatan diri, mulai dari berlindung di bawah meja saat guncangan terjadi, menjauh dari kaca dan benda yang mudah jatuh, hingga keluar rumah dengan tertib setelah getaran berhenti.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan bangunan publik dan rumah tinggal dengan standar mitigasi bencana. Pembangunan yang memperhatikan aspek tahan gempa dinilai mampu menekan risiko kerusakan dan korban jiwa ketika bencana terjadi. Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana berkelanjutan.

Hingga kini, proses penanganan darurat masih berlangsung di Sumba Barat Daya dan sekitarnya. BNPB memastikan akan terus memperbarui data perkembangan kondisi terkini di lapangan. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan menjaga solidaritas untuk saling membantu sesama warga yang terdampak bencana.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter