04, 2026
Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut, pada koordinat 9,58 derajat Lintang Selatan dan 119,06 derajat Bujur Timur, sekitar 55 kilometer arah barat daya Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 27 kilometer.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyatakan gempa yang terjadi pukul 12.41 WITA tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam di bawah lempeng Eurasia. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang konsisten dengan zona megathrust di selatan Sumba.

Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah di Pulau Sumba dan sekitarnya. Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) III-IV dilaporkan terasa di Tambolaka, Waikabubak, dan Waingapu. Sementara itu, intensitas MMI III dilaporkan di Labuan Bajo, Ende, dan Kupang. Getaran juga dirasakan hingga Bima dan Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan intensitas MMI II-III.

Warga di beberapa permukiman dilaporkan sempat keluar rumah untuk mencari tempat aman ketika guncangan terjadi. Meskipun demikian, BMKG menegaskan tidak ada potensi tsunami dari gempa berkekuatan magnitudo 6,1 tersebut karena kekuatannya tidak memenuhi ambang batas yang dapat memicu gelombang laut besar.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata pejabat BMKG dalam keterangan resminya.

Belum Ada Laporan Kerusakan Signifikan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan dampak gempa terhadap permukiman dan fasilitas umum.

Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. BMKG mencatat sejumlah gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil setelah gempa utama. Masyarakat diminta tidak mendekati bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

Kepala BPBD setempat menyatakan tim reaksi cepat telah dikerahkan ke sejumlah kecamatan untuk melakukan asesmen. Wilayah pesisir barat daya Sumba menjadi prioritas pemeriksaan karena berada paling dekat dengan pusat gempa.

Wilayah Rawan Gempa di Zona Megathrust

Kawasan selatan Sumba memang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia. Posisinya yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik membuat wilayah ini kerap dilanda gempa bumi dengan berbagai kekuatan. Para ahli kebumian mencatat zona megathrust di selatan Jawa hingga Sumba memiliki potensi gempa besar yang perlu diwaspadai.

BMKG terus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa bumi. Langkah mitigasi seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, dan memahami prosedur penyelamatan diri saat gempa menjadi kunci untuk mengurangi risiko.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan otoritas terkait. Segala informasi yang beredar di media sosial perlu diverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan. BMKG memastikan pemantauan gempa dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam.

Gempa magnitudo 6,1 ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang aktif secara seismik. Kesiapan infrastruktur dan kesadaran warga menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja.

← Artikel Sebelumnya

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Artikel Selanjutnya →

5 Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter