30, 2026
Nasional

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tanimbar Maluku

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tanimbar Maluku

Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 mengguncak wilayah Tanimbar, Maluku, pada Rabu (12/7) pagi. Gempa yang berpusat di laut dangkal ini menyebabkan panik di masyarakat setempat, namun hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 07:32 WIT dengan pusat gempa berada di 87 km barat daya Tanimbar, Maluku. Kedalaman hiposenter gempa diperkirakan mencapai 10 km, yang menandakan gempa bersifat dangkal.

Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG, Muh. Hery Kiswanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. "Gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut. Kedalaman hiposenternya yang dangkal membuat gempa dirasakan cukup kuat di permukaan, namun tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah Tanimbar dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) mencapai IV-V MMI. Artinya, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan, dengan getaran yang terasa seperti truk berlalu, atau getaran yang lebih kuat dapat membuat orang panik dan memicu keruskan ringan pada bangunan.

Setelah gempa utama, terjadi beberapa kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 07:45 WIT dengan magnitudo 3,0, diikuti oleh gempa susulan kedua pada pukul 08:12 WIT dengan magnitudo 2,8. BMKG memprediksi masih akan terjadi gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil dalam waktu dekat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Melkianus Sahertian, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. "Kami sudah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk melakukan pengecekan kondisi di masing-masing wilayah. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan," jelasnya.

Sejumlah warga di Tanimbar melaporkan merasakan gempa dengan cukup kuat. "Sedang sarapan tiba-tiba rumah goyang-goyang. Piring dan gelas di dapur berbuny keras. Segera saya dan keluarga keluar dari rumah untuk menghindari resiko," ujar salah sependuduk setempat, Yohanis Rerey.

Pihak BPBD telah menyiapkan posko darurat di beberapa titik untuk membantu masyarakat yang merasa terganggu dengan gempa. Selain itu, tim juga telah menyiapkan tenda darurat, selimut, dan bantuan lainnya jika diperlukan.

Wilayah Maluku termasuk dalam jalur cincin api (ring of fire) yang rawan gempa bumi. Wilayah ini sering mengalami aktivitas seismic karena terletak di pertemuan beberapa lempeng bumi besar. Aktivitas tektonik di wilayah ini perlu diwaspadai dan memerlukan kesiapan yang baik dari masyarakat dan pemerintah daerah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar selama situasi pasca gempa. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Maluku Barat Daya akan terus memantau perkembangan situasi. "Kami akan terus koordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan update informasi terkait gempa dan memastikan keamanan warga," tambah Melkianus Sahertian.

Gempa bumi yang terjadi di Tanimbar ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya gempa dan pentingnya persiapan darurat bencana. Meskipun kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter