Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pulau Puah Sulteng
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Pulau Puah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu (12/7) siang. Gempa yang terjadi pada pukul 11:41 WIT tersebut berpusat di laut, 74 kilometer barat laut dari Pulau Puah dengan kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala BMKG Wilayah Sulawesi Bagian Barat, M. Fikri, mengatakan gempa tersebut terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. "Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar yang ada di sekitar Pulau Puah. Kedalaman yang relatif dangkal membuat gempa terasa cukup kuat di permukaan," jelas Fikri dalam rilisnya.
Menurut laporan yang diterima, gempa tersebut dirasakan masyarakat di Pulau Puah dengan skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran gempa juga terasa di beberapa wilayah sekitarnya seperti Bungku dan Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara dengan intensitas lebih rendah.
Kondisi Setelah Gempa
Setelah gempa terjadi, warga di Pulau Puah langsung bergegas keluar rumah dan mencari tempat terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan. Kepala Desa Pulau Puah, Abdul Rahman, mengatakan hingga kini belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
"Alhamdulillah, hingga siang ini tidak ada laporan kerusakan berat atau korban jiwa. Warga sempat panik saat gempa terjadi, tetapi situasi sudah kembali normal," ujar Abdul Rahman melalui telepon.
Tim SAR dan dinas terkait sudah diterjunkikan untuk melakukan pengecekan di beberapa titik di Pulau Puah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali, Hendra Gunawan, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data lengkap mengenai dampak gempa.
"Kami masih dalam proses verifikasi data. Semoga tidak ada dampak yang signifikan. Jika ada kebutuhan bantuan, kami akan segera menyiapkannya," kata Hendra.
Potensi Gempa Susulan
BMKG menyatakan ada potensi terjadinya gempa susulan atau aftershock setelah gempa utama tersebut. "Gempa susulan biasanya terjadi dalam jangka waktu singkat setelah gempa utama. Kita imbau warga tetap waspada dan tidak panik," kata Fikri.
Untuk mengantisipasi gempa susulan, masyarakat diimbau untuk tidak kembali ke dalam rumah secara terburu-buru. Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan darurat seperti tas darurat, radio listrik, dan obat-obatan.
Wilayah Sulawesi Tengah termasuk dalam jalur cincin api Pasifik yang rawan gempa bumi. Beberapa gempa besar pernah melanda wilayah ini, seperti gempa bumi dan tsunami Palu pada 2018 yang menewaskan ribuan orang.
Respon Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah langsung mengaktifkan posko penanganan bencana. Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, meminta seluruh instansi terkait untuk siaga tinggi.
Wakil Bupati Morowali, Muhammad Rizal, menambahkan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terkapi keamanan infrastruktur di Pulau Puah. "Kami akan memeriksa kondisi rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur kritis untuk memastikan tidak ada kerusakan yang tersembunyi," kata Rizal.
Sejauh ini, aktivitas pelayanan di Pulau Puah berjalan normal. Rumah sakit pusat dan puskesmas di wilayah tersebut tetap membuka layanan penuh untuk melayani warga yang membutuhkan.
Pencegahan dan Kesiapsiagaan
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa bumi di wilayah Indonesia yang berada di jalur cincin api. "Kita tidak bisa menghentikan gempa, tetapi kita bisa mengurangi risiko dengan melakukan persiapan yang baik," kata Fikri.
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain mempelajari posisi aman di rumah atau tempat kerja, menyiapkan tas darurat, dan memahami rambu-rambu evakuasi. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi mengenai gempa.
Untuk wilayah Pulau Puah khususnya, BMKG merekomendasikan melakukan pengecekan kelayakan bangunan terutama bangunan yang berdiri di tanah labil atau dekat pantai. "Kita perlu memastikan bahwa infrastruktur di daerah rawan gempa memenuhi standar keamanan," tambah Fikri.
Pemerintah daerah berencana menggelar sosialisasi peningkatan kesadaran bencana gempa di Pulau Puah dalam waktu dekat. Kegiatan ini melibatkan elemen masyarakat, tokoh adat, dan pihak terkait untuk membentuk budawa waspada bencana.
Komentar (0)