30, 2026
Nasional

Bukan Cuma Perjalanan Jauh, Ini Penyebab Pinggang Pegal saat Nyetir

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/07/04/6a48b89d53efc-ilustrasi-mengemudi-mobil_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penyebab Pinggang Pegal saat Menyetir Bukan Sekadar Jarak Tempuh

Rasa pegal dan nyeri pada bagian pinggang kerap dialami pengemudi, baik saat menempuh perjalanan jauh maupun dalam durasi yang relatif singkat. Keluhan ini sering dianggap wajar dan hanya dikaitkan dengan lamanya waktu di balik kemudi. Padahal, sejumlah faktor ergonomis dan kebiasaan berkendara turut berperan besar dalam memicu ketidaknyamanan tersebut. Memahami penyebabnya menjadi langkah penting agar perjalanan tetap nyaman dan kesehatan tulang belakang tidak terganggu dalam jangka panjang.

Posisi duduk yang tidak tepat menjadi salah satu pemicu utama munculnya rasa pegal pada pinggang. Banyak pengemudi memilih posisi yang terlalu jauh dari pedal sehingga tubuh cenderung membungkuk ke depan, atau justru terlalu dekat hingga kaki tertekuk berlebihan. Kedua kondisi ini membuat lengkungan alami tulang belakang bagian bawah tertekan secara terus-menerus. Ketika otot punggung dipaksa bekerja menahan beban tubuh dalam posisi yang tidak natural, rasa lelah dan nyeri pun muncul lebih cepat.

Faktor Ergonomis yang Sering Diabaikan

Ergonomi kabin kendaraan memegang peranan krusial. Sandaran punggung yang terlalu tegak atau terlalu rebah dapat mengubah distribusi tekanan pada tulang belakang. Sudut sandaran yang ideal umumnya berkisar antara 100 hingga 110 derajat dari posisi duduk tegak, sehingga punggung bagian bawah tetap mendapat dukungan yang memadai. Sayangnya, tidak semua pengemudi menyesuaikan sandaran kursi sesuai kebutuhan tubuhnya, sehingga otot pinggang harus menanggung beban ekstra sepanjang perjalanan.

Selain sandaran, posisi kepala dan setir juga berpengaruh. Setir yang terlalu rendah memaksa pengemudi mengangkat bahu, sementara setir yang terlalu tinggi membuat lengan terentang berlebihan. Ketegangan pada area bahu dan lengan atas ini menjalar ke otot punggung, termasuk bagian pinggang. Jarak pandang yang tidak nyaman turut membuat pengemudi sering mencondongkan tubuh ke depan, memperparah tekanan pada tulang belakang bagian bawah.

Kurangnya Dukungan pada Punggung Bawah

Sebagian besar kursi mobil standar belum dilengkapi penyangga pinggang yang memadai. Akibatnya, lengkungan alami tulang belakang bagian bawah tidak tertopang dengan baik. Ketiadaan dukungan ini membuat otot-otot di sekitar pinggang bekerja lebih keras untuk menjaga postur tubuh. Dalam waktu lama, otot tersebut mengalami kelelahan yang berujung pada rasa pegal, kaku, bahkan nyeri yang menjalar ke area paha dan kaki.

Pengemudi yang memiliki riwayat nyeri punggung bawah perlu memberikan perhatian lebih pada aspek ini. Menambahkan bantalan penyangga pinggang, baik yang dijual bebas maupun berupa gulungan kain, dapat membantu mempertahankan lengkungan alami tulang belakang. Penyesuaian tinggi kursi agar lutut sedikit lebih rendah dari pinggul juga direkomendasikan untuk mengurangi tekanan berlebih pada area tersebut.

Getaran dan Gerakan Kendaraan

Faktor lain yang jarang disadari adalah getaran mesin dan guncangan akibat kondisi jalan. Getaran yang diteruskan ke tubuh pengemudi dalam jangka waktu panjang dapat memicu ketegangan otot secara perlahan. Jalan yang bergelombang, berlubang, atau berbatu memperbesar guncangan yang diterima tulang belakang. Jika suspensi kendaraan kurang optimal, dampaknya terhadap kenyamanan pengemudi semakin terasa.

Selain getaran, gerakan menginjak pedal kopling, rem, dan gas secara berulang juga membebani otot pinggul dan pinggang. Pada kondisi macet, gerakan ini terjadi jauh lebih sering sehingga otot bekerja tanpa jeda yang cukup untuk relaksasi. Kombinasi getaran, gerakan berulang, dan posisi duduk statis inilah yang menjadikan berkendara dalam waktu lama sebagai aktivitas yang berisiko menimbulkan keluhan muskuloskeletal.

Kebiasaan Berkendara yang Memperburuk Kondisi

Beberapa kebiasaan pengemudi turut memperparah risiko pegal pinggang. Duduk dengan dompet atau benda tebal di saku belakang, misalnya, membuat posisi panggul menjadi tidak seimbang dan memiringkan tulang belakang. Kebiasaan menyetir dengan satu tangan sambil bersandar pada pintu juga menciptakan postur asimetris yang membebani satu sisi tubuh secara berlebihan. Merokok di dalam mobil, meski tampak tidak berkaitan langsung, dapat memperlambat aliran darah ke otot dan memperburuk rasa nyeri.

Kurangnya peregangan sebelum dan selama perjalanan menjadi faktor tambahan. Otot yang dingin dan kaku lebih rentan mengalami ketegangan saat dipaksa bekerja dalam posisi statis. Pengemudi yang langsung duduk di balik kemudi setelah beraktivitas berat atau tanpa pemanasan ringan cenderung lebih cepat merasakan pegal di area pinggang.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Sebelum berkendara, luangkan waktu sejenak untuk menyesuaikan posisi kursi, sandaran, setir, dan kaca spion agar sesuai dengan postur tubuh. Pastikan punggung tersangga, lutut tidak tertekuk berlebihan, dan pergelangan tangan dapat mencapai bagian atas setir dengan siku tetap sedikit menekuk. Hindari menyimpan benda tebal di saku selama mengemudi dan gunakan penyangga pinggang bila diperlukan.

Selama perjalanan, lakukan jeda setiap satu hingga dua jam untuk berhenti sejenak dan meregangkan tubuh. Peregangan singkat pada area leher, bahu, punggung, dan pinggang membantu melancarkan aliran darah serta mengurangi ketegangan otot. Pada perjalanan jauh, mengatur jadwal istirahat secara teratur lebih efektif dibandingkan memaksakan diri terus menyetir tanpa henti.

Kapan Perlu Waspada

Rasa pegal yang hilang setelah beristirahat umumnya tidak berbahaya. Namun, bila nyeri pada pinggang menetap, menjalar ke kaki, disertai kesemutan, atau muncul kelemahan pada tungkai, pengemudi disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Keluhan seperti ini dapat menandakan gangguan pada saraf atau struktur tulang belakang yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Dengan memperhatikan posisi duduk, ergonomi kabin, serta kebiasaan berkendara, risiko pegal pada pinggang dapat ditekan secara signifikan. Perjalanan jauh maupun pendek akan terasa lebih nyaman, dan kesehatan tulang belakang tetap terjaga dalam jangka panjang. Kesadaran akan faktor-faktor pemicu ini menjadi kunci agar aktivitas menyetir tidak berubah menjadi sumber keluhan kesehatan yang berulang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter