30, 2026
Teknologi

Genjot Skill Komunikasi, Ditjen Hortikultura Ikuti Program The Classroom

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan mengikuti pelatihan The Classroom by detikcom untuk tingkatkan kapasitas komunikasi publik dan publikasi digital.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Genjot Skill Komunikasi, Ditjen Hortikultura Ikuti Program The Classroom

Ditjen Hortikultura Ikuti Program The Classroom untuk Genjot Skill Komunikasi

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mengikuti program peningkatan kapasitas bertajuk The Classroom sebagai upaya memperkuat kemampuan komunikasi publik dan penyampaian informasi kelembagaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan unit kerja yang membidangi urusan hortikultura tersebut.

Program The Classroom dirancang sebagai ruang pembelajaran terstruktur bagi para pegawai untuk mengasah keterampilan komunikasi, baik dalam konteks internal organisasi maupun dalam berinteraksi dengan publik dan pemangku kepentingan. Materi yang diberikan mencakup teknik penyampaian pesan, penyusunan narasi kelembagaan, hingga pengelolaan informasi agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Pentingnya Komunikasi dalam Pengelolaan Sektor Hortikultura

Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, mulai dari produksi buah, sayur, hingga tanaman hias. Kompleksitas persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha di sektor ini menuntut aparatur yang mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan di lapangan. Di sinilah kemampuan komunikasi menjadi krusial.

Dalam berbagai kesempatan, komunikasi yang efektif dinilai dapat mempercepat penyebaran informasi terkait program, regulasi, hingga teknologi pertanian. Informasi yang tersampaikan dengan jelas membantu petani memahami kebijakan dan mengadopsi praktik budidaya yang lebih baik. Sebaliknya, komunikasi yang tidak tertata berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Karena itu, penguatan kapasitas komunikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura dipandang sebagai investasi jangka panjang. Bukan hanya menyangkut penyampaian pesan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah di sektor pertanian.

Materi dan Metode Pembelajaran

Program The Classroom menyajikan pendekatan pembelajaran yang menekankan praktik, bukan sekadar teori. Peserta dibimbing untuk memahami cara merumuskan pesan kunci, menyusun struktur informasi yang runtut, serta menyesuaikan gaya komunikasi dengan sasaran audiens. Mulai dari petani, pelaku usaha, media massa, hingga masyarakat umum, setiap khalayak membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Selain itu, peserta dilatih untuk mengelola komunikasi dalam situasi yang beragam, termasuk ketika menghadapi isu sensitif atau informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Kemampuan merespons dengan cepat, tepat, dan berbasis data menjadi bagian penting dari kompetensi yang dibangun.

Metode yang digunakan menempatkan peserta sebagai subjek aktif. Diskusi kelompok, simulasi penyampaian pesan, hingga evaluasi bersama menjadi bagian dari proses belajar. Pendekatan ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengasah kebiasaan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Mendorong Profesionalisme Aparatur

Keikutsertaan Direktorat Jenderal Hortikultura dalam program ini mencerminkan kesadaran bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup. Aparatur perlu dibekali kemampuan menyampaikan gagasan dan hasil kerja kepada publik secara terbuka dan akuntabel. Dengan begitu, capaian pembangunan hortikultura dapat diketahui dan diapresiasi oleh masyarakat.

Peningkatan keterampilan komunikasi juga sejalan dengan tuntutan keterbukaan informasi publik. Lembaga pemerintah dituntut menyediakan informasi yang akurat, mutakhir, dan mudah diakses. Keterampilan komunikasi yang baik membantu unit kerja memenuhi tuntutan tersebut tanpa kehilangan ketepatan substansi.

Bagi internal organisasi, komunikasi yang sehat memperlancar koordinasi antarunit. Pesan yang jelas mengurangi risiko tumpang tindih pekerjaan dan mempercepat pengambilan keputusan. Efisiensi semacam ini pada akhirnya berdampak pada kualitas layanan kepada masyarakat.

Dampak yang Diharapkan

Melalui program ini, diharapkan muncul peningkatan kualitas penyampaian informasi di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura. Publikasi program, laporan kinerja, hingga edukasi teknis kepada petani dapat dikemas lebih menarik dan mudah dipahami. Pesan-pesan pembangunan pertanian pun berpeluang lebih luas tersampaikan melalui berbagai kanal komunikasi.

Selain itu, kemampuan komunikasi yang terasah diyakini memperkuat citra lembaga. Ketika informasi disampaikan dengan jelas dan konsisten, publik memperoleh gambaran utuh mengenai upaya pemerintah mengembangkan sektor hortikultura. Hal ini penting untuk menjaga hubungan yang konstruktif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Lebih jauh, penguatan kapasitas ini diharapkan tidak berhenti pada level individu peserta. Pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan kerja sehingga membentuk budaya komunikasi yang baik di seluruh unit. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Langkah Berkelanjutan

Pengembangan kompetensi aparatur merupakan proses yang berjalan terus-menerus. Program seperti The Classroom menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Ke depan, diperlukan konsistensi agar keterampilan yang telah dilatih tetap terpelihara dan terus berkembang seiring dinamika kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Bagi Direktorat Jenderal Hortikultura, penguatan komunikasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang profesional dan responsif. Dengan aparatur yang mampu berkomunikasi secara efektif, kebijakan pembangunan hortikultura berpeluang lebih mudah diterima dan diimplementasikan di lapangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter