30, 2026
Politik

Gianni Infantino Buka Pintu Untuk Bersih-bersih FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino terbuka untuk bersih-bersih FIFA. Infantino mau jaga kredibilitas FIFA.]]>

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gianni Infantino Buka Pintu Untuk Bersih-bersih FIFA

Gianni Infantino Buka Pintu Untuk Reformasi Internal FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi mengumumkan rencana komprehensif untuk melakukan reformasi internal organisasi sepak bola dunia tersebut. Dalam konferensi pers yang digunakan di markas besar FIFA di Zurich, Swiss, Rabu (15/11), Infantino menegaskan bahwa langkah-langkah drastis akan diambil membersihkan FIFA dari praktik-praktik yang merusak citra organisasi.

"Kami membuka pintu untuk perubahan. Tidak ada yang dikecualikan. Setiap aspek operasional FIFA akan ditinjau kembali," ujar Infantino sebagaimana dilansir dari sumber resmi FIFA. Presiden yang terpilih pada Februari 2016 ini menekankan bahwa reformasi ini bukanlah respons terhadap tekanan eksternal, melainkan inisiatif internal untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap organisasi yang dipimpinnya.

Langkah Reformasi yang Diusulkan

Rencana reformasi yang diusulkan Infantino meliputi beberapa pilar utama. Pertama, restrukturisikan komite-komite penting FIFA, termasuk Komite Etik dan Komite Audit dan Kepatuhan. Infantino menjanjikan adanya transparansi maksimal dalam proses penganggotaan komite-komite ini, dengan mempertimbangkan kandidat dari berbagai latar belakang profesional.

Kedua, implementasi sistem kepatuhan yang lebih ketat. FIFA akan menerapkan standar kepatuhan yang seragam bagi semua anggota konfederasi dan asosiasi anggota. Sistem ini akan mencakup mekanisme pelaporan dana, pengawasan proyek, serta audit internal yang independen.

Ketiga, peningkatan transparansi dalam operasional keuangan. Infantino mengumumkan bahwa FIFA akan menerbitkan laporan keuangan secara berkala dengan detail yang lebih lengkap. Selain itu, semua kontrak yang melibatkan dana FIFA akan dipublikasikan secara online, kecuali dalam kasus-kasus yang melibatkan informasi sensitif.

Respons dari Berbagai Pihak

Reaksi terhadap rencana reformasi ini bervariasi. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan dukungannya terhadap langkah Infantino, namun menegaskan bahwa reformasi harus dilakukan secara bertahap dan tidak mengganggu stabilitas olahraga sepak bola secara global.

"Kami mendukung upaya untuk membersihkan FIFA. Namun, perubahan fundamental membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang," kata Ceferin dalam wawancara eksklusif dengan media olahraga Eropa.

Sementara itu, beberapa pakar hukum olahraga menyatakan skeptis terhadap implementasi rencana ini. "Tanpa perubahan dalam budaya organisasi, reformasi struktural saja tidak akan cukup," kata Prof. Dr. Hans-Joachim Eckert, mantam Ketua Komite Etik FIFA.

Di sisi lain, beberapa aktivis anti-korupsi menyambut baik langkah ini. "Ini adalah langkah pertama yang tepat. Namun, kami akan terus memantau implementasinya secara ketat," kata Sylvia Schenk dari organisasi Transparansi Internasional.

Tantangan di Depan

Meski diterima positif oleh sebagian pihak, rencana reformasi ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah koordinasi dengan 211 asosiasi anggota FIFA yang tersebar di seluruh dunia. Setiap asosiasi memiliki struktur dan kebutuhan yang berbeda, sehingga menyatukan visi reformasi menjadi tugas yang tidak mudah.

Selain itu, ada juga isu tentang kekuatan politik di internal FIFA. Beberapa analis berpendapat bahwa reformasi yang terlalu drastis dapat memicu resisten dari kalangan yang merasa kepentingannya terancam.

Infantino mengakui tantangan-tantangan ini namun menegaskan komitmennya untuk melaksanakan reformasi. "Kami siap menghadapi segala tantangan demi masa depan sepak bola yang lebih baik. Reformasi ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari era baru bagi FIFA," tutupnya.

Rencananya, komisi khusus yang akan menangani reformasi ini akan dibentuk dalam waktu dekat dan akan melapor secara berkala kepada Dewasa Eksekutif FIFA. Proses reformasi diperkirakan akan berlangsung minimal dua tahun ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter