30, 2026
Teknologi

Gibran Kecam Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Siswi Korban Keracunan MBG

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gibran Kecam Tegas Aksi Ejeksi Pegawai SPPG Bantul terhadap Siswi Korban Keracunan MBG

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penilaian tegas terkait insiden ejeksi yang dilakukan seorang pegawai Sekolah Penggerak Pemerintah Desa (SPPG) Bantul terhadap seorang siswi korban keracuan makanan beracun (MBG). Dalam keterangannya, Gibran mengecam tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Insiden tersebut terjadi ketika seorang siswi yang menjadi korban keracunan MBG mendatangi kantor SPPG Bantul untuk menyelesaikan beberapa dokumen administrasi. Siswa tersebut diduga diejek oleh seorang pegawai SPPG, yang membuatnya merasa terhina dan tertekan. Aksi ejeksi tersebut pun menjadi sorotan publik dan menuai kritik dari berbagai pihak.

Gibran dalam keterangannya menyatakan bahwa setiap korban kekerasan atau keracuan berhak mendapatkan perlindungan dan dukungan, bukan malah diejek atau ditambah beban psikologisnya. "Kita tidak boleh membiarkan korban menjadi korban dua kali. Pertama menjadi korban keracuan, lalu menjadi korban perlakuan tidak manusiawi," ujar Gibran.

Respon Publik terhadap Insiden

Insiden yang menimpa siswi tersebut menuai banyak reaksi dari masyarakat. Berbagai pihak, termasuk aktivis, organisasi pelajar, dan tokoh masyarakat, menyatakan kecaman mereka terhadap tindakan pegawai SPPG Bantul. Mereka menilai tindakan tersebut menunjukkan kepekaan yang rendah dan tidak memahami kondisi korban.

Beberapa organisasi pelajar menggelar aksi damai di depan kantor SPPG Bantul untuk menuntut kejelasan atas insiden tersebut. Mereka juga meminta pihak terkait untuk memproses tindakan pegawai yang melakukan ejeksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Korban keracuan sudah merasakan penderitaan fisik dan psikis, jangan sampai ditambah lagi dengan perlakuan semacam ini," kata salah satu aktivis pelajar.

Sementara itu, beberapa warga Bantul juga menyatakan kekecewaan terhadap insiden tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti kasus ini dan memberikan jaminan bahwa hal serupa tidak akan terulang kembali. "Kita mendukung penuh langkah yang diambil oleh Wakil Presiden Gibran. Tindakan pegawai SPPG tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja," ucap salah satu warga setempat.

Langkah yang Akan Diambil

Dalam upaya menanggapi insiden tersebut, pihak terkait telah memulikan proses investigasi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, Ahmad Zaini, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kejadian tersebut. "Kami akan melakukan penyelidikan mendalam dan objektif untuk mengetahui kebenaran insiden yang dilaporkan," jelas Ahmad Zaini.

Lebih lanjut, Ahmad Zaini menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi pegawai terbukti melakukan ejeksi terhadap siswi korban. "Jika terbukti, pegawai tersebut akan dijatuhi sanksi sesuai dengan peraturasi yang berlaku, bahkan bisa sampai pemecatan jika dinilai sangat serius," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran juga menyatakan akan memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas. "Kami akan memastikan bahwa korban mendapatkan keadilan dan perlindungan yang layak. Tidak ada ruang bagi perilaku semacam ini di lingkungan pemerintahan," tambah Gibran.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran dan empati bagi seluruh aparatur pemerintah, terutama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama siswa dan korban. Dengan adanya kasus ini, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk lebih bijak dan berempati dalam memberikan pelayanan publik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter