30, 2026
Teknologi

Qualcomm Pertimbangkan Pakai Teknologi 2nm Samsung

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Qualcomm Disebut Tengah Menjajaki Produksi Chip 2nm di Samsung Foundry

Qualcomm dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi manufaktur 2 nanometer (nm) milik Samsung Foundry bagi lini prosesor generasi mendatang. Langkah ini menandai kemungkinan perubahan lanskap persaingan di industri semikonduktor, khususnya pada segmen fabrikasi chip canggih yang selama ini didominasi oleh TSMC.

Informasi tersebut mencuat di tengah upaya Samsung memperkuat posisinya sebagai alternatif pemasok manufaktur chip global. Samsung Foundry telah lama berambisi menarik kembali klien-klien besar setelah sempat kehilangan sejumlah pesanan penting akibat persoalan hasil produksi (yield) pada node sebelumnya. Kini, dengan persiapan lini 2nm, Samsung berupaya meyakinkan para calon pelanggan bahwa tingkat kematangan teknologinya telah meningkat signifikan.

Peta Jalan 2nm dan Persaingan Samsung-TSMC

Node 2nm menjadi salah satu medan pertempuran utama antara Samsung dan TSMC. Kedua perusahaan berlomba menghadirkan proses manufaktur yang lebih efisien, dengan peningkatan performa sekaligus penurunan konsumsi daya. TSMC diketahui lebih dulu mengumumkan rencana produksi massal 2nm, sementara Samsung berusaha mengejar dengan target produksi massal pada lini yang disebut SF2.

Bagi Qualcomm, keputusan memilih mitra fabrikasi sangat krusial karena berdampak langsung pada ketersediaan pasokan, biaya produksi, dan daya saing produk di pasar ponsel premium. Selama beberapa tahun terakhir, Qualcomm menggantungkan sebagian besar produksi chip flagship Snapdragon pada TSMC. Ketergantungan pada satu pemasok itu dinilai menimbulkan risiko, mulai dari keterbatasan kapasitas hingga potensi kenaikan harga.

Mendiversifikasi sumber produksi menjadi strategi yang masuk akal bagi Qualcomm. Dengan menambah Samsung sebagai pemasok alternatif, perusahaan asal San Diego itu dapat menekan risiko pasokan sekaligus meningkatkan daya tawar dalam negosiasi harga dengan para mitranya.

Rekam Jejak Kolaborasi Qualcomm dan Samsung

Kerja sama Qualcomm dan Samsung bukan hal baru. Samsung pernah memproduksi sejumlah chip Snapdragon, termasuk beberapa seri yang menggunakan node 4nm. Namun, hubungan keduanya sempat diwarnai keraguan setelah muncul laporan tentang rendahnya tingkat hasil produksi. Ketidakpastian itu membuat Qualcomm mengalihkan sebagian besar pesanan flagship ke TSMC.

Sejak saat itu, Samsung berupaya keras memperbaiki proses manufakturnya. Perusahaan asal Korea Selatan itu menginvestasikan dana besar untuk meningkatkan kualitas produksi, termasuk melalui penerapan teknologi transistor Gate-All-Around (GAA) yang diklaim lebih unggul dibandingkan arsitektur FinFET pada node sebelumnya. Teknologi GAA menjadi salah satu nilai jual utama Samsung dalam menawarkan lini 2nm kepada calon pelanggan.

Jika Qualcomm benar-benar memutuskan menggunakan node 2nm Samsung, hal itu akan menjadi sinyal kepercayaan yang penting bagi Samsung Foundry. Kembalinya klien besar seperti Qualcomm dapat memperkuat kredibilitas Samsung di mata pelanggan lain, sekaligus memberi tekanan kompetitif bagi TSMC.

Implikasi bagi Industri Semikonduktor

Keputusan Qualcomm berpotensi memengaruhi dinamika pasar chip global. Selama ini, dominasi TSMC dalam produksi chip canggih membuat banyak perusahaan teknologi bergantung pada satu pemasok. Kehadiran alternatif yang kredibel akan mendorong persaingan harga dan inovasi yang lebih sehat.

Namun, Qualcomm juga menghadapi pertimbangan teknis yang tidak sederhana. Memindahkan desain chip ke proses manufaktur baru membutuhkan waktu, investasi, dan penyesuaian desain yang signifikan. Setiap node memiliki karakteristik berbeda, sehingga perusahaan perlu memastikan bahwa performa dan efisiensi daya chip tetap sesuai target sebelum mengambil keputusan final.

Selain itu, faktor volume produksi menjadi pertimbangan penting. Qualcomm membutuhkan kapasitas besar untuk memenuhi permintaan pasar global. Samsung harus membuktikan bahwa lini 2nm-nya mampu memproduksi dalam jumlah besar dengan tingkat hasil yang stabil dan ekonomis.

Sinyal Strategis dari Diversifikasi Pemasok

Langkah menjajaki Samsung sebagai pemasok tambahan sejalan dengan tren yang lebih luas di industri. Banyak perusahaan chip kini berupaya mengurangi ketergantungan pada satu fabrikasi, terutama setelah gangguan rantai pasokan global beberapa tahun terakhir. Diversifikasi dianggap sebagai bentuk manajemen risiko yang penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Bagi Samsung, peluang ini menjadi momen krusial untuk membuktikan kemampuan teknologi dan kualitas produksinya. Keberhasilan menarik klien sekelas Qualcomm dapat menjadi titik balik dalam upaya Samsung merebut pangsa pasar yang lebih besar di segmen foundry.

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan final antara kedua perusahaan. Sejumlah pihak menilai pembicaraan masih berlangsung dan dapat berubah seiring perkembangan teknis maupun komersial. Pasar pun menantikan kepastian mengenai arah kerja sama ini, yang diprediksi akan menentukan peta persaingan chip 2nm dalam beberapa tahun mendatang.

Yang jelas, persaingan di industri fabrikasi chip canggih semakin ketat. Qualcomm berada di posisi yang menguntungkan karena memiliki pilihan mitra, sementara Samsung dan TSMC berlomba menghadirkan teknologi terbaik. Keputusan akhir Qualcomm akan menjadi salah satu indikator penting mengenai siapa yang lebih siap menyongsong era 2nm.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter