30, 2026
Teknologi

Gibran Soroti Video Pegawai SPPG Olok-Olok Korban MBG di Karo: Sangat Disayangkan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa496ec0801f-wapres-gibran-rakabuming-raka-menjengkuk-siswa-korban-keracunan-mbg-di-karo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gibran Soroti Video Pegawai SPPG Olok-Olok Korban MBG di Karo: Sangat Disayangkan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti video yang menunjukkan pegawai Sekolah Pengendalian Penyakit dan Gangguan (SPPG) mengolok-olok korban keracunan massal di Karo. Video tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dari para tenaga medis yang seharusnya memberikan perlindungan dan perawatan bagi pasien.

Dalam video yang beredar tersebut, terlihat seorang pegawai SPPG tertawa dan mengolok-olok korban keracunan Massal Bisa Gigi (MBG) yang dirawat di RSU Binjai, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Adegan tersebut merekam respons pegawai terhadap kondisi pasien yang sedang menderita akibat keracunan tersebut.

Gibran mengecam keras aksi pegawai SPPG tersebut. Menurutnya, sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh tenaga medis tersebut sangat tidak patut terjadi terutama bagi korban yang sedang dalam keadaaan tidak menguntungkan.

"Sangat disayangkan melihat perilaku seperti itu dari tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi penjaga kesehatan masyarakat," ujar Gibran dalam keterangannya, Rabu (12/9/2023).

Kasus keracunan MBG di Karo telah menghebohkan masyarakat sejak beberapa waktu lalu. Puluhan warga Karo, terutama anak-anak, menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi produk makanan atau minuman yang diduga mengandung zat berbahaya. Beberapa korban dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan intensif.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pegawai SPPG tertawa dan membuat komentar yang tidak pantas terkait kondisi pasien. Adegan ini direkam dan kemudian beredar di media sosial, menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan.

Gibran menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pegawai yang terlibat dalam insiden tersebut. "Kami akan meminta Kementerian Kesehatan untuk segera menindak tegas para pegawai yang tidak bertanggung jawab tersebut," tegasnya.

Respon Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan telah merespons sorotan yang dilontarkan oleh Wakil Presiden tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.

"Kami sudah menerima laporan tentang insiden ini dan akan segera melakukan investigasi internal. Jika terbukti ada pelanggaran etik kode etik profesi kesehatan, kami akan memberikan sanksi yang sesuai," ujar Budi dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Kamis (13/9/2023).

Budi menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan tidak ada lagi insiden serupa yang terjadi di fasilitas kesehatan mana pun di Indonesia. "Kami akan melakukan evaluasi ulang terhadap pelatihan dan penempatan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang rawan bencana atau kejadian khusus seperti di Karo," jelasnya.

Kasus Keracunan MBG di Karo

Kasus keracunan MBG di Karo terjadi pada bulan Agustus 2023 lalu. Puluhan warga, terutama anak-anak, dinyatakan keracunan setelah mengonsumsi produk makanan atau minuman yang diduga mengandung zat berbahaya. Beberapa korban mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan kesulitan bernapas.

Dari total korban yang tercatat, sebagian besar adalah anak-anak sekolah dasar yang diduga mengonsumsi cemilan berupa permen atau minuman ringan sebelum sekolah. Beberapa korban dalam kondisi kritis dirawat di rumah sakit, termasuk di RSU Binjai dan RSUD Pematangsiantar.

Pemerintah daerah setempat telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab keracunan tersebut. Tim tersebut terdiri dari aparat Kepolisian Resor Karo, Dinas Kesehatan Karo, dan Badan POM RI.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran juga memerintahkan agar pemerintah daerah memberikan bantuan kesehatan secara maksimal bagi para korban dan keluarganya. "Kami meminta agar pemerintah daerah segera membentuk tim khusus untuk memastikan tidak ada lagi korban dan memberikan perawatan terbaik bagi yang sudah terkena dampak," ujar Gibran.

Insiden olol-olok pegawai SPPG terhadap korban MBG di Karo menjadi sorotan tersendiri karena menunjukkan sikap tidak profesional dari tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi penjaga kesehatan masyarakat. Pemerintah berjanji akan menindak tegas para pegawai yang terlibat dan memastikan tidak ada lagi insiden serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter