30, 2026
Ekonomi

Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rincian di Sini

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu, 21 September 2026, mengalami penurunan sebesar Rp 10.000 per gram. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas dunia yang terus bergerak akibat ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral beberapa negara besar.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berdasarkan data resmi dari Antam, harga emas batangan Antam untuk ukuran 1 gram pada Rabu pagi ini diperdagangkan dengan harga Rp 1.165.000, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 1.175.000. Demikian juga untuk ukuran lainnya, harga emas Antam mengalami penurunan yang konsisten.

Untuk ukuran 5 gram, harga emas Antam diperdagangkan di level Rp 5.825.000, turun dari sebelumnya Rp 5.875.000. Sementara itu, harga untuk ukuran 10 gram mencapai Rp 11.650.000, dari sebelumnya Rp 11.750.000. Pada ukuran 25 gram, harga emas Antam ditetapkan sebesar Rp 29.125.000, turun dari Rp 29.250.000.

Untuk ukuran yang lebih besar, harga emas Antam 50 gram diperdagangkan di level Rp 58.250.000, dari sebelumnya Rp 58.500.000. Pada ukuran 100 gram, harga emas Antam mencapai Rp 116.500.000, turun dari Rp 117.500.000. Sementara itu, harga untuk ukuran 250 gram diperdagangkan sebesar Rp 291.250.000, dari sebelumnya Rp 292.500.000. Dan untuk ukuran 500 gram, harga emas Antam ditetapkan sebesar Rp 582.500.000, dari sebelumnya Rp 585.000.000.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas Antam pada hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama dari kondisi pasar global. Harga emas dunia yang mengalami pelemahan menjadi pemicu utama penurunan harga di dalam negeri.

Menurut analis dari PT Precious Metal Indonesia, harga emas cenderung pelemahan karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Dolar yang cenderung kuat membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor karena komoditas ini diperdagangkan dalam mata uang dolar AS.

"Selain itu, data inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan sedikit membuat ekspektasi kenaikan suku bunga dari The Federal Reserve (The Fed) menjadi lebih rendah. Ini membuat imbal hasil dari obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas," ujar analis tersebut.

Sementara itu, di pasar domestik, rupiah yang cenderung stabil terhadap dolar AS juga memberikan tekanan pada harga emas lokal. Meskipun demikian, potensi emas sebagai instrumen safe haven masih tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Proyeksi Harga Emas ke Depan

Mengenai proyeksi harga emas ke depan, beberapa analis menyatakan bahwa harga emas akan terus mengalami fluktuasi yang signifikan dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, potensi kenaikan harga masih terbuka lebar.

"Kami memperkirakan harga emas akan bergerak dalam kisaran Rp 1.150.000 hingga Rp 1.180.000 per gram dalam jangka satu ke dua minggu ke depan. Namun, jika terdapat gejolak ekonomi global yang lebih parah, harga emas bisa meloncat tajam," ujar analis dari PT Central Asia Resources.

Menurutnya, faktor kunci yang akan menentukan pergerakan harga emas di masa depan adalah kebijakan bank sentral AS, terutama The Fed, dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, situasi geopolitik global dan kinerja ekonomi China juga akan menjadi faktor penting yang perlu dipantau.

Bagi investor yang berminat berinvestasi emas, disarankan untuk melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas. Selain itu, diversifikasi investasi juga menjadi penting untuk mengurangi risiko.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai harga emas Antam, investor dapat mengakses situs resmi Antam atau mengunjungi gerai-gerai resmi Antam yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, harga emas Antam juga diperbarui secara real-time melalui aplikasi mobile Antam Gold.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter