30, 2026
Ekonomi

Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Ambruk Rp15000, Terendah 8 Bulan

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terjun bebas pada perdagangan hari ini Jumat (25/9/2026).]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Ambruk Rp15000, Terendah 8 Bulan

Harga emas batangan bersertifikat Antam Logam Mulia mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data resmi yang dipublikasikan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui laman Logam Mulia, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram turun Rp15.000 dari posisi sebelumnya. Penurunan ini menjadi yang terendah dalam kurun waktu delapan bulan terakhir, menandai koreksi signifikan di pasar emas domestik.

Dengan penurunan tersebut, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level yang belum pernah disentuh sejak awal tahun. Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada satu ukuran saja, melainkan merata di hampir seluruh pecahan yang diperdagangkan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Penurunan harga emas Antam ini turut mencerminkan tekanan yang tengah dialami pasar komoditas global maupun domestik.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam Logam Mulia untuk sejumlah ukuran populer berdasarkan pembaruan terakhir dari sumber resmi. Harga emas Antam ukuran 0,5 gram turun menjadi Rp615.000. Ukuran 1 gram berada di angka Rp1.126.000. Ukuran 2 gram dibanderol Rp2.192.000. Ukuran 3 gram dijual Rp3.263.000. Ukuran 5 gram dipatok Rp5.395.000. Sementara itu, ukuran 10 gram berada di posisi Rp10.735.000, ukuran 25 gram di Rp26.712.000, ukuran 50 gram di Rp53.345.000, ukuran 100 gram di Rp106.612.000, dan ukuran 1.000 gram di Rp1.065.600.000.

Seluruh angka tersebut belum termasuk pajak dan biaya administrasi. Pembelian emas Antam juga masih dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 0,9 persen untuk pembeli dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 1,8 persen bagi pembeli tanpa NPWP, sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku sejak 2024.

Faktor Pendorong Pelemahan Harga

Penurunan harga emas Antam ini tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia yang turut melemah. Harga emas di pasar internasional, yang menjadi acuan utama pembentukan harga emas domestik, mengalami tekanan akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Penguatan indeks dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan global menurun.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, turut memengaruhi sentimen investor. Ketika peluang penurunan suku bunga mengecil atau tertunda, daya tarik emas sebagai aset non-yielding menjadi berkurang. Investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih menarik, seperti obligasi dan deposito.

Dari sisi domestik, penguatan rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor tambahan yang menekan harga emas Antam. Ketika rupiah menguat, harga emas yang diimpor menjadi lebih murah, sehingga harga jual di pasar dalam negeri ikut menyesuaikan. Kombinasi faktor eksternal dan internal ini menciptakan tekanan ganda bagi harga emas batangan Antam.

Sentimen Pasar dan Permintaan Fisik

Meskipun harga turun, permintaan fisik emas di pasar domestik cenderung meningkat. Penurunan harga sering kali menjadi momen bagi investor ritel untuk melakukan aksi beli atau average down, terutama bagi mereka yang memiliki horizon investasi jangka panjang. Namun, volume pembelian belum menunjukkan lonjakan yang signifikan karena sebagian investor masih menunggu apakah harga akan terus turun lebih dalam.

Di sisi lain, aksi ambil untung atau profit taking dari investor yang telah membeli emas pada harga rendah sebelumnya turut menambah tekanan jual. Sebagian pelaku pasar memilih merealisasikan keuntungan sebelum harga turun lebih jauh, sehingga memperkuat tren penurunan dalam jangka pendek.

Prospek Harga Emas ke Depan

Analis pasar komoditas memperkirakan volatilitas harga emas masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Faktor utama yang perlu dicermati adalah perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data inflasi dan ketenagakerjaan, yang akan menjadi acuan The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Selain itu, ketegangan geopolitik di berbagai kawasan juga menjadi variabel penting. Emas sebagai aset safe haven cenderung menguat ketika terjadi ketidakpastian global. Namun, ketika risiko geopolitik mereda, permintaan terhadap aset lindung nilai ini juga ikut menurun.

Bagi investor jangka panjang, penurunan harga emas Antam saat ini dapat menjadi peluang untuk mengakumulasi aset. Namun, investor tetap disarankan mencermati pergerakan harga secara berkala dan menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing. Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu.

Harga Buyback Ikut Menyesuaikan

PT Antam juga menyesuaikan harga buyback atau harga beli kembali emas batangan. Harga buyback turun seiring dengan penurunan harga jual. Selisih antara harga jual dan harga buyback menjadi perhatian bagi investor yang berencana melakukan penjualan kembali. Semakin besar selisih tersebut, semakin kecil keuntungan yang diperoleh investor dalam jangka pendek. Karena itu, perencanaan waktu penjualan menjadi faktor penting dalam strategi investasi emas.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam hari ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Investor diharapkan tetap tenang, tidak panik, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang matang serta tujuan investasi jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter