Harga Emas Galeri 24, UBS dan Antam Retro Hari Ini Jatuh Semua
Harga emas di pasar domestik mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Kamis (15/6/2023). Penurunan ini terjadi secara serentak di sejumlah penjual emas terkemuka di Indonesia, termasuk Pegadaian (Galeri 24), UBS Gold, dan Antam Retro. Para analis mengaitkan penurunan harga ini dengan berbagai faktor, termasuk pelemahan dolar Amerika Serikat dan data inflasi yang menunjukkan tren menurun.
Penurunan Harga di Galeri 24
Di Galeri 24, anak usaha PT Pegadaian (Persero), harga emas batangan turun secara signifikan. Harga emas 24 karat dengan ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp 1.064.000, turun dari sebelumnya Rp 1.069.000. Sementara itu, harga emas dengan ukuran 5 gram diperdagangkan pada Rp 5.320.000, turun dari Rp 5.345.000. Untuk ukuran 10 gram, harganya menjadi Rp 10.635.000 dari sebelumnya Rp 10.690.000.
Penurunan harga juga terjadi pada ukuran-ukuran lainnya. Emas 25 gram turun menjadi Rp 26.585.000 dari Rp 26.725.000, sementara emas 50 gram diperdagangkan pada Rp 53.170.000 dari Rp 53.450.000. Untuk ukuran 100 gram, harganya menjadi Rp 106.340.000 dari Rp 106.900.000. Harga tertinggi di Galeri 24, yakni emas 1.000 gram, diperdagangkan pada Rp 1.063.400.000 dari sebelumnya Rp 1.069.000.000.
Pergerakan Harga di UBS Gold
UBS Gold juga menunjukkan penurunan harga yang konsisten. Harga emas 24 karat UBS dengan ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp 1.064.000, turun dari Rp 1.069.000. Sementara itu, harga untuk ukuran 5 gram menjadi Rp 5.320.000 dari Rp 5.345.000. Untuk ukuran 10 gram, harganya menjadi Rp 10.635.000 dari Rp 10.690.000.
Penurunan harga juga terlihat pada ukuran-ukuran lebih besar. Emas 25 gram di UBS Gold diperdagangkan pada Rp 26.585.000 dari Rp 26.725.000, sementara emas 50 gram menjadi Rp 53.170.000 dari Rp 53.450.000. Harga untuk ukuran 100 gram diperdagangkan pada Rp 106.340.000 dari Rp 106.900.000. Puncaknya, emas 1.000 gram atau 1 kilogram di UBS Gold diperdagangkan pada Rp 1.063.400.000 dari sebelumnya Rp 1.069.000.000.
Penurunan di Antam Retro
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui produknya Antam Retro juga menunjukkan tren penurunan harga. Harga emas Antam Retro dengan ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp 1.050.000, turun dari sebelumnya Rp 1.055.000. Sementara itu, harga untuk ukuran 5 gram menjadi Rp 5.250.000 dari Rp 5.275.000. Untuk ukuran 10 gram, harganya menjadi Rp 10.495.000 dari Rp 10.550.000.
Penurunan harga juga terjadi pada ukuran-ukuran lainnya. Emas 25 gram di Antam Retro diperdagangkan pada Rp 26.235.000 dari Rp 26.375.000, sementara emas 50 gram menjadi Rp 52.470.000 dari Rp 52.750.000. Harga untuk ukuran 100 gram diperdagangkan pada Rp 104.940.000 dari Rp 105.500.000. Untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram, harganya menjadi Rp 1.049.400.000 dari sebelumnya Rp 1.055.000.000.
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Para analis mengaitkan penurunan harga emas di pasar domestik dengan berbagai faktor. Salah satunya adalah pelemahan dolar Amerika Serikat yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya. Meskipun demikian, pelemahan ini tidak berdampak signifikan terhadap harga emas karena adanya faktor lain yang lebih dominan.
Data inflasi di Amerika Serikat yang menunjukkan tren menurun menjadi salah satu faktor utama penurunan harga emas. Data inflasi AS yang lebih rendar dari ekspektasi pasar membuat investor menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil risiko pada aset safe haven seperti emas. Selain itu, kebijakan moneter The Fed yang masih ketat juga memberikan tekanan pada harga emas.
Secara global, harga emas spot di bursa komoditas internasional juga menurun. Harga emas spot diperdagangkan pada level US$1.935,20 per troy ounce, turun dari US$1.945,20 per troy ounce pada perdagangan sebelumnya. Penurunan harga ini juga memberikan dampak pada harga emas di pasar domestik.
Perkiraan Harga di Masa Depan
Para analis memprediksi bahwa harga emas akan terus mengalami tekanan dalam jangka pendek. Kebijakan monetari The Fed yang masih ketat dan data inflasi yang masih tinggi menjadi alasan utama. Namun, dalam jangka panjang, potensi resesi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik masih mendukung harga emas.
Para investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan moneter The Fed. Meskipun harga emas turun saat ini, potensi emas sebagai aset safe haven masih sangat tinggi dalam jangka panjang.
Dalam situasi pasar yang masih fluktuatif, para calon pembaca disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Evaluasi kebutuhan investasi dan profil risiko sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas.
Komentar (0)