Harga Emas Pegadaian 31 Oktober 2026: Galeri24, Antam dan UBS Kembali Tertekan
Pasar emas domestik mengalami penurunan harga pada penutupan perdagangan Senin, 31 Oktober 2026. Harga emas batangan yang diperdagangkan oleh Pegadaian mengalami penurunan di semua kategori produk utama. Penurunan ini terjadi seiring dengan tekanan yang terus dialami oleh beberapa merek besar seperti Galeri24, Antam, dan UBS yang terus berjuang untuk mempertahankan pangsa pasarnya di tengah persaingan semakin ketat.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Pegadaian, harga emas batangan untuk produk Antam Turun sebesar Rp 5.000 per gram dari posisi sebelumnya. Harga emas Antam ukuran 0,5 gram diperdagangkan pada level Rp 1.095.000 per gram, sedangkan untuk ukuran 1 gram diperdagangkan pada harga Rp 1.190.000 per gram. Untuk ukuran 5 gram, harga Antam mencapai Rp 5.925.000 per gram, sementara ukuran 10 gram tercatat Rp 11.850.000 per gram.
Penurunan di Merek Lain
Sementara itu, merek Galeri24 juga mengalami penurunan harga yang serupa. Emas batangan Galeri24 untuk ukuran 1 gram diperdagangkan pada harga Rp 1.185.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya. Produk dengan ukuran 5 gram dihargai Rp 5.900.000 per gram, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp 11.800.000 per gram. Penurunan harga ini menunjukkan bahwa meskipun Galeri24 masih menetapkan harga yang sedikit lebih kompetitif dibandingkan Antam, merek ini tetap tidak luput dari tekanan pasar.
UBS sebagai salah satu merek internasional yang cukup populer di Indonesia juga mengalami penurunan harga. Emas UBS untuk ukuran 1 gram diperdagangkan pada harga Rp 1.195.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya. Produk dengan ukuran 5 gram dihargai Rp 5.950.000 per gram, sementara ukuran 10 gram mencapai Rp 11.900.000 per gram. Meskipun harga UBS cenderung lebih tinggi dibandingkan merek lokal, merek ini tetap memiliki pangsa pasar yang signifikan di kalangan investor yang menghargai kepercayaan merek internasional.
Faktor Penyebab Penurunan
Beberapa analis menyebutkan bahwa penurunan harga emas domestik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, penguatan nilai dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat harga emas yang dinyatakan dalam rupiah cenderung turun. Kedua, sentimen pasar global yang cenderung risk-on membuat investor lebih memilih instrumen investasi yang berisiko lebih tinggi seperti saham dibandingkan dengan emas yang dianggap safe haven.
"Harga emas global cenderung stabil namun karena penguatan dolar, harga emas dalam rupiah ikut terpukul," ujar analis dari salah satu perusahaan sekuritas yang memantau pasar komoditas.
Selain itu, persaingan antar merek emas batangan juga semakin ketat. Beberapa merek baru masuk ke pasar dengan strategi harga yang agresif, sehingga merek-merek lama seperti Antam dan Galeri24 terpaksa menyesuaikan harga untuk tetap bersaing.
Reaksi Konsumen dan Investor
Meskipun mengalami penurunan, konsumen dan investor yang membeli emas untuk kebutuhan investasi jangka panjang masih terlihat antusias. Menurut data dari Pegadaian, volume penjualan emas batangan meskipun turun sedikit tetapi masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Kami melihat bahwa konsumen yang membeli emas untuk investasi jangka panjang tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga harian. Mereka melihat emas sebagai instrumen hedging yang efektif terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi," kata Kepala Divisi Pemasaran Pegadaian.
Di sisi lain, konsumen yang membeli emas untuk kebutuhan perhiasan atau hadiah cenderung menunda pembelian karena harga yang turun. Mereka berharap harga bisa turun lagi sehingga bisa mendapatkan emas dengan harga yang lebih murah.
Prospek Pasar Emas
Untuk periode mendatang, para analis memprediksi harga emas domestik akan terus mengikuti arah harga emas global. Jika dolar AS tetap kuat dan sentimen pasar global cenderung risk-on, harga emas dalam rupiah berpotensi terus tertekan. Namun, jika terjadi gejolak geopolitik atau ekonomi global, harga emas dapat kembali meningkat sebagai safe haven.
Pegadaian sendiri tetap optimis dengan prospek pasar emas di Indonesia. Dengan tingkat literasi finansial yang semakin tinggi dan minat masyarakat terhadap investasi alternatif, emas dianggap masih menjadi pilihan yang menarik.
"Kami terus berinovasi dalam menyediakan produk emas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk investasi maupun kebutuhan lainnya. Kami juga terus meningkatkan layanan dan aksesibilitas agar emas bisa dinikmati oleh kalangan lebih luas," tambah Kepala Divisi Pemasaran Pegadaian.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan dinamika pasar global yang tidak menentu, harga emas di Indonesia akan terus berfluktuasi. Bagi investor, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membeli emas pada harga yang lebih menarik.
Komentar (0)