01, 2026
Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini 31 Oktober 2026 Merosot Rp 2.000

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Perak Antam Turun Rp 2.000 per Gram pada 31 Oktober 2026

pasar logam mulia nasional mengalami penurunan harga pada perdagangan hari ini, Senin 31 Oktober 2026. Harga perak batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami penurunan sebesar Rp 2.000 per gram untuk semua jenis produknya. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar global yang masih menunjukkan ketidakpastian.

Menurut data resmi yang dirilis oleh PT Logam Mulia, anak usaha Antam, harga perak batang Antam ukuran 1 gram diperdagangkan dengan harga Rp 155.000 per gram, turun dari harga sebelumnya Rp 157.000 per gram. Sementara itu, untuk produk perak batang berukuran 5 gram dijual dengan harga Rp 770.000 per batang, atau setara dengan Rp 154.000 per gram. Produk perak batang 10 gram diperdagangkan dengan harga Rp 1.530.000 per batang atau Rp 153.000 per gram.

Penurunan Harga di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Penurunan harga perak di pasar domestik ini sejalan dengan perkembangan di pasar global. Di bursa komoditas internasional, harga perak spot pada Senin (31/10) pagi waktu New York ditutuhkan turun 0,82% menjadi US$ 21,15 per troy ounce. Nilai ini turun dari penutupan sebelumnya yang berada di level US$ 21,32 per troy ounce.

Para analis mengaitkan penurunan harga perak dengan penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Dolar AS yang menguat cenderung membuat logam mulia menjadi kurang menarik bagi investor karena harga perak diukur dalam dolar AS. Selain itu, data inflasi di Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu masih menunjukkan angka yang tinggi membuat pasar menanti keputusan The Federal Reserve mengenai suku bunga.

"Ketidakpastian mengenai kebijakan moneter AS masih menjadi pemicu utama volatilitas harga logam mulia termasuk perak," ujar analis dari PT Bahana Securities, Ahmad Rizki, dalam risetnya.

Permintaan Fisik Tetap Stabil

Meskipun harga perak mengalami penurunan, permintaan fisik di pasar domestik dikatakan masih stabil. Menurut data dari Asosiasi Perusahaan Logam Mulia Indonesia (APLMI), volume perdagangan perak fisik di bursa antarbank pada Oktober 2026 mencapai 2,5 ton, naik 15% dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kami melihat peningkatan permintaan dari sektor investasi dan perhiasan meskipun harga sedang turun. Beberapa investor memanfaatkan penurunan harga untuk membeli kembali atau menambah koleksi perak mereka," ujar Ketua APLMI, Budi Santoso.

Di sektor perhiasan, produsen perhiasan lokal melaporkan peningkatan permintaan sebesar 10-15% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini didorong oleh semakin tingginya minat masyarakat terhadap perhiasan perak yang dianggap lebih terjangkau dibandingkan emas.

Prospek Harga di Masa Depan

Untuk jangka pendek, para analis memprediksi harga perak akan terus mengalami volatilitas tinggi mengikuti perkembangan pasar global. Beberapa faktor yang akan menjadi perhatian pasar adalah data inflasi AS, keputusan The Federal Reserve mengenai suku bunga, dan perkembangan geopolitik global.

"Kami melihat potensi harga perak untuk bergerak dalam kisaran US$ 20-22 per tony ounce untuk minggu-minggu ke depan. Namun, jangka panjang, kami tetap optimis karena fundamental permintaan perak untuk sektor industri terutama dalam teknologi dan energi terbarukan tetap kuat," ujar analis dari Bank Central Asia, Maya Sari.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM mengumumkan akan terus memantau perkembangan harga logam mulia di pasar domestik. Kementerian berencana akan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga logam mulia di pasar dalam negeri.

"Kami akan terus koordinasi dengan Bappebti dan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasar logam mulia. Ketersediaan perak di pasaran masih aman dan tidak ada indikasi adanya kelangkaan," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Andi Wirahadikusumah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter