30, 2026
Nasional

Hari Ke-14 SAR KM Virgo: 11 Jasad Ditemukan 71, Orang Masih Dicari

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tenggelamnya KM Virgo memasuki hari ke-14 pada Jumat (20/3/2026). Tim SAR gabungan kembali menemukan jasad korban, sehingga total korban meninggal yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi 11 orang. Hingga kini, sebanyak 71 orang masih dalam proses pencarian dan dinyatakan belum ditemukan.

Penambahan satu jasad tersebut diperoleh tim SAR pada Jumat pagi, tak lama setelah operasi hari ke-14 dimulai. Jasad korban ditemukan mengapung di perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal, kemudian dievakuasi ke dermaga untuk menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara setempat. Dengan demikian, jumlah korban selamat tetap sebanyak 32 orang, korban meninggal 11 orang, dan korban yang masih dicari 71 orang.

Kronologi Tenggelamnya KM Virgo

KM Virgo dilaporkan tenggelam pada Sabtu (7/3/2026) dini hari, sekitar pukul 02.30 waktu setempat, di perairan Selat Sunda. Kapal nahas tersebut mengangkut sebanyak 114 orang yang terdiri atas penumpang dan anak buah kapal. Sebelum tenggelam, kapal sempat dilaporkan mengalami kebocoran di bagian lambung dan diterjang gelombang tinggi. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat melaporkan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan manifes kapal, sebanyak 78 orang tercatat sebagai penumpang dewasa, 22 orang anak-anak, dan 14 orang merupakan anak buah kapal. Namun, data tersebut masih didalami karena sejumlah penumpang diduga tidak tercatat dalam manifes. Sejumlah korban selamat mengaku bahwa kapal sempat oleng sebelum akhirnya tenggelam dalam waktu kurang dari 30 menit. Mereka juga mengaku tidak sempat mengenakan pelampung karena kapal tenggelam dengan cepat.

Operasi SAR Gabungan

Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, TNI AL, Polairud, dan sejumlah kapal nelayan setempat. Tim SAR membagi area pencarian menjadi empat sektor dengan luas area mencapai 120 mil laut persegi. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal patroli, perahu karet, dan pesawat udara yang dilengkapi dengan peralatan deteksi bawah air.

Kepala Kantor SAR setempat menyatakan bahwa operasi pencarian masih akan terus dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan. "Kami akan terus mencari hingga seluruh korban ditemukan, meskipun cuaca dan kondisi arus laut menjadi tantangan utama," ujarnya. Tim SAR juga mengerahkan tim penyelam untuk menyisir dasar laut di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, terutama pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi jasad korban terjebak di dalam bangkai kapal.

Kendala Cuaca dan Arus Laut

Cuaca buruk dan arus laut yang kuat menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter membuat proses evakuasi jasad korban berjalan lambat. Selain itu, jarak pandang di bawah air juga terbatas, sehingga tim penyelam kesulitan menyisir bangkai kapal yang berada di kedalaman sekitar 35 meter.

Meskipun demikian, tim SAR terus berupaya memperluas area pencarian. Sejumlah kapal nelayan yang melintas di sekitar perairan juga diminta untuk melaporkan jika menemukan jasad korban yang mengapung. Pemerintah daerah setempat telah mendirikan posko darurat di Pelabuhan Merak untuk memudahkan koordinasi antara tim SAR dan keluarga korban.

Keluarga Korban Menanti Kabar

Sejumlah keluarga korban yang masih menunggu kabar terlihat berkumpul di posko pencarian. Mereka berharap tim SAR segera menemukan anggota keluarganya. Salah satu keluarga korban mengaku telah menunggu selama 14 hari dan masih berharap anggota keluarganya ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun peluang tersebut semakin kecil seiring bertambahnya waktu.

Pemerintah setempat telah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga korban, termasuk tempat penginapan sementara, layanan kesehatan, dan pendampingan psikologis. Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga terus bekerja untuk mengidentifikasi jasad korban melalui sidik jari, gigi, dan DNA. Proses identifikasi menjadi penting agar jasad korban dapat diserahkan kepada keluarga dengan tepat.

Investigasi Penyebab Tenggelamnya KM Virgo

Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya KM Virgo masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim investigasi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah korban selamat, awak kapal, dan pihak-pihak terkait. Fokus penyelidikan antara lain pada kondisi kelayakan kapal, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas, dan prosedur keselamatan yang diterapkan sebelum kapal berlayar.

Menteri Perhubungan memerintahkan agar seluruh operator kapal penyeberangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal dan sistem keselamatan. Pemerintah juga akan mengevaluasi standar operasional prosedur pengangkutan penumpang, terutama terkait verifikasi manifes dan kapasitas angkut kapal. Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di perairan Selat Sunda selama beberapa hari ke depan. Operator kapal diminta untuk lebih berhati-hati dan menunda keberangkatan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Operasi pencarian terhadap 71 korban yang masih belum ditemukan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (21/3/2026) dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan. Tim SAR berharap cuaca membaik sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih optimal. Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai korban KM Virgo untuk segera melaporkan kepada posko darurat setempat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter