Vietnam Bungkam Pakistan 3-1 di Laga Terakhir Grup B
Vietnam menutup fase penyisihan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Pakistan pada laga yang digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Selasa malam. Kemenangan ini memastikan Vietnam lolos ke babak semifinal sebagai juara grup, sementara Pakistan harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini sebagai juru kunci.
Meski tampil sebagai tim unggulan, Vietnam sempat menghadapi perlawanan sengit Pakistan pada babak pertama. Tim tamu justru membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-23 melalui serangan balik cepat yang diselesaikan striker mereka, Ali Rehman, memanfaatkan kelengahan lini belakang Vietnam yang tampak bermain terlalu tinggi.
Gol tersebut mengejutkan publik tuan rumah dan memaksa pelatih Vietnam mengubah pendekatan permainan. Vietnam meningkatkan intensitas serangan melalui sektor sayap, namun rapatnya pertahanan Pakistan membuat peluang yang dihasilkan Nguyen Quang Hai dan rekan-rekan belum menemui sasaran hingga paruh pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Pakistan.
Kebangkitan Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Vietnam tampil lebih agresif dan bermain lebih melebar untuk membuka ruang di lini belakang Pakistan. Perubahan strategi itu membuahkan hasil pada menit ke-58 ketika tendangan kaki kiri Nguyen Tien Linh dari dalam kotak penalti gagal diantisipasi kiper Pakistan, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan tersebut mengubah momentum pertandingan. Vietnam semakin menguasai jalannya laga dan menciptakan sejumlah peluang beruntun. Pada menit ke-71, Vietnam berbalik unggul setelah umpan terobosan Nguyen Hoang Duc diselesaikan dengan tenang oleh Pham Tuan Hai, membuat Stadion My Dinh bergemuruh.
Vietnam akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-84 melalui sundulan Nguyen Thanh Chung yang memanfaatkan sepak pojok. Gol ketiga itu menutup perlawanan Pakistan yang sejak menit ke-70 harus bermain dengan sepuluh pemain setelah bek mereka menerima kartu kuning kedua.
Klasemen Akhir Grup B
Dengan hasil ini, Vietnam mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, hasil dari dua kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka unggul selisih gol atas Thailand yang juga meraih tujuh poin setelah menang 2-0 atas Malaysia di laga paralel. Posisi ketiga diisi Malaysia dengan tiga poin, sedangkan Pakistan menutup klasemen tanpa meraih satu poin pun dari tiga laga.
Pakistan tampil sebagai tim yang paling banyak kebobolan di Grup B dengan total delapan gol, sekaligus hanya mencetak dua gol sepanjang penyisihan. Meski demikian, penampilan mereka di laga melawan Vietnam menunjukkan perkembangan, terutama pada organisasi pertahanan dan kecepatan serangan balik di babak pertama.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Vietnam langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 64 persen pada babak pertama. Namun, Pakistan bermain disiplin dengan menempatkan sembilan pemain di belakang bola dan mengandalkan kecepatan Ali Rehman serta Haris Khan untuk melakukan kontra. Strategi itu terbukti efektif ketika gol pembuka tercipta dari skema serangan balik tiga sentuhan.
Pada babak kedua, Vietnam mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3 dengan menempatkan dua penyerang sayap yang lebih lebar. Keputusan ini memaksa lini belakang Pakistan bekerja lebih keras dan akhirnya kehilangan konsentrasi pada menit-menit krusial. Vietnam mencatat total 18 tembakan sepanjang pertandingan, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Pakistan hanya melepaskan empat tembakan, dua di antaranya tepat sasaran.
Penguasaan bola akhir Vietnam mencapai 68 persen, sementara Pakistan 32 persen. Vietnam juga unggul dalam jumlah umpan sukses dengan 512 berbanding 210 milik Pakistan. Statistik tersebut mencerminkan dominasi tuan rumah setelah jeda, meski Pakistan sempat memberikan ancaman melalui bola-bola panjang ke area pertahanan Vietnam.
Reaksi dan Prospek Semifinal
Pelatih Vietnam menyatakan timnya sempat kehilangan fokus di awal pertandingan, namun ia mengapresiasi respons para pemain yang mampu bangkit di babak kedua. Menurutnya, laga melawan Pakistan menjadi pelajaran penting menjelang babak semifinal, terutama soal antisipasi serangan balik lawan.
Sementara itu, pelatih Pakistan menilai hasil ini tetap menjadi modal berharga bagi timnya yang tengah membangun skuad muda. Ia menyebut pengalaman bertanding melawan tim sekelas Vietnam akan sangat berguna untuk kompetisi-kompetisi berikutnya.
Vietnam akan menghadapi runner-up Grup A pada babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Berdasarkan hasil sementara, calon lawan Vietnam kemungkinan besar adalah Indonesia atau Singapura, yang masih bersaing ketat di puncak klasemen. Vietnam berpeluang besar melaju ke final jika mampu mempertahankan performa babak kedua seperti saat melawan Pakistan.
Bagi Pakistan, turnamen ini menjadi akhir dari perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026. Meski pulang tanpa poin, sejumlah pemain muda mereka menunjukkan potensi yang bisa menjadi fondasi bagi tim nasional dalam beberapa tahun ke depan. Federasi sepak bola Pakistan diharapkan menjadikan turnamen ini sebagai batu loncatan untuk pembinaan jangka panjang, terutama menghadapi kualifikasi Piala Asia dan ajang regional lainnya.
Komentar (0)