Herdman Minta Indonesia Terus Tambah Gol, Baggott Kira Cuma Trik
Manajer Tim Nasional Indonesia, Thomas Doll, mengungkapkan asisten pelatih asal Inggris, Jamie Fullarton, memberikan saran khusus kepada pelatih kepala Anthony Herdman agar terus meminta timnya mencetak lebih banyak gol meski sudah unggul. Hal ini dilakukan untuk memastikan keunggulan tim tidak terancam oleh lawan yang mungkin akan mengejar kejaran.
Doll menjelaskan bahwa dalam pertandingan sepak bola, terutama dalam kompetisi seperti Piala AFF, selisih satu gol seringkali tidak cukup aman. Menurutnya, tim yang unggul perlu terus memberikan tekanan kepada lawan dengan mencetak gol tambahan untuk menghindari situasi yang berisiko.
"Jamie Fullarton selalu menekankan kepada Anthony Herdman bahwa kita harus terus mencetak gol. Bahkan jika sudah unggul, kita tidak boleh berpuas diri," ujar Doll dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Timor Leste.
Doll menambahkan bahwa filosofi ini telah diterapkan dalam setiap sesi latihan dan pertandingan. Timnas Indonesia didorong untuk terus mengembangkan serangan bahkan setelah mencetak gol pertama. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun mentalitas tim yang selalu haus gol dan tidak mudah puas dengan hasil sementara.
Pendekatan Taktis Herdman
Anthony Herdman, yang sebelumnya berpengalaman melatih tim nasional wanita Inggris dan Selandia Baru, dikenal dengan pendekatan taktis yang detail dan fokus pada psikologis pemain. Filosofi "mencetak gol tambahan" sejalan dengan prinsip-prinsip yang dia terapkan sebelumnya.
Menurut Herdman, memiliki keunggulan lebih dari satu gol memberikan ruang gerik yang lebih besar bagi tim dalam mengatur tempo pertandingan. Ia percaya bahwa dengan mencetak gol tambahan, tim dapat mengendalikan jalannya pertandingan dan mengurangi tekanan dari lawan.
"Kita bermain untuk menang, tapi kemenangan yang nyaman adalah kemenangan dengan selisih gol yang cukup. Ini memberi kita kepercayaan diri dan mengurangi kemungkinan kebalikan hasil," ujar Herdman saat ditanya tentang strategi timnya.
Reaksi Baggott
Di sisi lain, pelatih Timor Leste, Michael Baggott, menganggap permintaan Herdman untuk terus mencetak gol sebagai bentuk psikologis atau "trik" untuk memukau lawan. Menurutnya, pendekatan seperti ini tidak lazim dalam sepak bola dan mungkin merupakan upaya untuk menciptakan citra tim yang dominan.
"Saya mendengar mereka ingin terus mencetak meski sudah unggul. Ini menarik, karena dalam sepak bola biasanya tim yang unggul cenderung bermain lebih defensif. Mungkin ini adalah strategi psikologis mereka untuk membuat lawan merasa takut," ujar Baggott.
Baggott menambahkan bahwa meski menganggap pendekatan Herdman tidak biasa, ia tetap menghormati filosofi yang diterapkan. Namun, ia menegaskan bahwa timnya akan tetap fokus pada permainan mereka sendiri dan tidak terpengaruh oleh tekanan psikologis yang mungkin diciptakan oleh Indonesia.
"Kita harus fokus pada apa yang bisa kita lakukan. Jika mereka ingin mencetak banyak gol, itu hak mereka. Tapi kita juga harus punya rencana untuk menghadapi situasi itu," ujar Baggott.
Penerapan dalam Pertandingan
Dalam praktiknya, pendekatan Herdman terlihat jelas dalam beberapa pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Tim sering kali menciptakan peluang emas bahkan setelah unggul beberapa gol, menunjukkan bahwa tekanan untuk mencetak gol tambahan memang menjadi bagian dari filosofi permainan.
Beberapa pemain mengakui bahwa instruksi untuk terus mencetak gol memang menjadi bagian dari motivasi mereka dalam setiap pertandingan. Mereka merasa memiliki kebebasan untuk menyerang bahkan ketika sudah unggul, asalkan tetap memperhatikan aspek defensif.
"Kita diberi kebebasan untuk menyerang selama kita menjaga posisi kita. Kalau ada peluang, kita harus coba eksekusi. Ini membuat permainan kita lebih menyerang dan lawan kesulitan mengatur pertahanan," ucap pemain andalan Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri.
Dengan pendekatan ini, Herdman berharap dapat membawa Timnas Indonesia menjadi tim yang tidak hanya mampu meraih kemenangan, tetapi juga dominan dalam setiap pertandingan. Meski demikian, ia juga mengingatkan agar tim tidak mengabaikan aspek defensif yang sama pentingnya dengan serangan.
"Keseimbangan antara serangan dan pertahanan adalah kunci. Kita ingin mencetak gol, tapi kita juga harus menjaga gawang kita. Keduanya harus seimbang," pungkas Herdman.
Komentar (0)