05, 2026
Internasional

Highlight Semifinal Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Tekuk Jepang 2-0, Indonesia ke Final!

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, memastikan tiket final cabang bulu tangkis Asian Games 2026 setelah menundukkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan dua gim langsung 21-18, 21-16 dalam laga semifinal yang berlangsung di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Selasa (22/9). Kemenangan ini membuat Indonesia memiliki peluang emas menambah koleksi medali emas dari sektor ganda putra, sekaligus membalas kekalahan di babak grup fase penyisihan beregu beberapa hari sebelumnya.

Jalannya Pertandingan

Sejak awal gim pertama, kedua pasangan saling jual beli serangan. Bagas/Fikri yang tampil sebagai unggulan ketiga turnamen langsung mengambil inisiatif menyerang melalui smes keras Bagas dari sisi kiri lapangan. Namun Hoki/Kobayashi, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, bukan lawan yang mudah dikalahkan. Mereka beberapa kali menyamakan kedudukan hingga skor 8-8.

Selepas interval gim pertama, pasangan Indonesia mengubah tempo permainan. Fikri tampil agresif di depan net, memotong bola-bola drive lawan dan memaksa Hoki bermain bertahan. Strategi itu berhasil. Indonesia unggul 18-14 dan meski Jepang sempat memperkecil menjadi 18-17, Bagas menutup gim dengan smes menyilang yang tidak mampu dijangkau Kobayashi. Gim pertama berakhir 21-18 untuk Indonesia dalam waktu 23 menit.

Memasuki gim kedua, Hoki/Kobayashi mencoba bangkit dengan mempercepat pengembalian bola dan memperbanyak serangan dari sisi kanan. Mereka sempat memimpin 4-2 dan 7-5. Namun Bagas/Fikri tidak panik. Melalui pertahanan rapat dan transisi serangan balik yang cepat, Indonesia kembali menyamakan kedudukan menjadi 8-8, lalu berbalik unggul 11-9 saat interval.

Setelah jeda, pasangan Indonesia semakin mendominasi. Kombinasi drop shot Fikri dan smes lompat Bagas membuat lawan kewalahan. Jepang beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, termasuk dua kali servis gagal dan satu smash keluar lapangan. Keunggulan Indonesia melebar menjadi 17-12. Meski Jepang sempat mencetak tiga poin beruntun, Bagas/Fikri menutup laga dengan kemenangan 21-16 setelah Kobayashi gagal mengembalikan bola silang Fikri. Total pertandingan berlangsung 42 menit.

Statistik dan Catatan Teknis

Berdasarkan data turnamen, Bagas/Fikri mencatatkan 27 smes mematikan, jauh lebih banyak dibandingkan Hoki/Kobayashi yang hanya menghasilkan 18 smes. Dari sisi kesalahan sendiri, pasangan Indonesia tercatat 11 kali, sementara Jepang 17 kali. Persentase pengembalian servis Indonesia mencapai 82 persen, unggul atas Jepang yang hanya 74 persen. Faktor kunci kemenangan adalah permainan depan net Fikri yang agresif serta ketenangan Bagas dalam mengambil keputusan pada poin-poin kritis.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, menyatakan bahwa anak asuhnya tampil disiplin menjalankan strategi. "Kami sudah mempelajari pola serangan Jepang. Kuncinya adalah sabar dan tidak terburu-buru. Bagas/Fikri bermain tenang," ujarnya seusai pertandingan.

Rekam Jejak Menuju Final

Sepanjang perjalanan ke semifinal, Bagas/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di perempat final melalui rubber game 19-21, 21-17, 21-15. Sebelumnya di babak 16 besar, mereka menyingkirkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-15, 21-19. Adapun Hoki/Kobayashi melaju ke semifinal setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae.

Di partai final, Bagas/Fikri akan menghadapi pemenang antara pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dan pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin. Liang/Wang merupakan unggulan pertama turnamen, sedangkan Lee/Wang adalah peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Laga final dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9) di venue yang sama.

Dampak bagi Kontingen Indonesia

Kemenangan ini memastikan Indonesia meraih minimal medali perak dari sektor ganda putra. Ini menjadi kabar positif bagi kontingen Merah Putih yang tengah bersaing di papan atas klasemen medali Asian Games 2026. Cabang bulu tangkis sendiri masih menyisakan peluang di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran yang masih berlangsung hingga akhir pekan.

Pengamat bulu tangkis nasional, Rizky Ramadhan, menilai performa Bagas/Fikri menunjukkan kematangan mental yang signifikan dibandingkan satu tahun terakhir. "Mereka sudah bisa keluar dari tekanan. Ini modal penting menghadapi final," katanya.

Dengan hasil ini, Indonesia berpeluang mengulang tradisi emas ganda putra Asian Games yang terakhir diraih pada edisi 2018. Publik Tanah Air berharap pasangan muda itu mampu menjaga konsistensi dan membawa pulang medali emas ke tanah air.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter