Hujan Guyur Banjarbaru Kalsel Usai Kemarau Panjang hingga Pohon Tumbang
Hujan deras mengguyur kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (15/11) sore. Cuaca ekstrem ini terjadi setelah kawasan tersebut dilanda musim kemarau yang cukup panjang selama beberapa pekan terakhir. Hujan yang turun dengan intensitas tingkat sedang hingga lebat ini disertai angin kencang yang menyebabkan beberapa pohon tumbang di beberapa titik.
Menurut BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Banjarbaru menerima curah hujan yang cukup signifikan pada siang hari. "Curah hujan mencapai 80 mm dalam waktu kurang lebih dua jam, termasuk kategori sangat lebat," kata Kepala Seksi BMKG Banjarbaru, Ahmad Fauzi, Rabu malam.
Dampak langsung dari hujan ini terlihat di beberapa ruas jalan utama di kota Banjarbaru. Beberapa titik tergenang banjir setinggi 30-50 centimeter, menyebabkan arus lalu lintas terhambat. Kepala Dinas Perhubungan Banjarbaru, H. Andi Fachrul Rizal, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemacetan.
"Tim kami sudah diterjunki ke beberapa titik yang terdampak untuk membantu pengaturan lalu lintas. Kami juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dan menggunakan kendaraan yang sesuai untuk kondisi jalan yang basah," ujar Andi.
Pohon Tumbang dan Akses Terhambat
Salah satu dampak paling signifikan dari hujan disertai angin kencang adalah tumbangnya beberapa pohon di sepanjang Jalan A. Yani dan Jalan Sudirman. Pohon-pohon yang tumbang ini mengakibatkan akses jalan terhambat dan beberapa kendaraan terpaksa harus memutar arah.
"Tim Damkar dan Satpol PP sudah bekerja sama untuk membersihkan pohon yang tumbang. Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam karena ukuran pohon yang cukup besar," jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarbaru, H. Muhammad Iqbal.
Salah satu warga, Siti Aminah (45), mengaku terkejut dengan hujan yang turun secara mendadak. "Tadi siang cuaca masih terik, tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Bahkan ada pohon di dekat rumah saya yang tumbang dan hampir menimpa mobil tetangga," ujarnya.
Kondisi Umum Wilayah
Selain Banjarbaru, beberapa wilayah di sekitarnya seperti Banjarmasin dan Kabupaten Banjar juga dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas berbeda-beda. Meski demikian, dampak banjir tidak separah yang terjadi di Banjarbaru.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru, H. Ruslan, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data lengkap mengenai dampak bencana alam ini. "Kami masih melakukan pendataan di beberapa titik untuk mengetahui kerugian yang ditimbulkan. Sementara ini belum ada laporan adanya korban jiwa atau luka-luka akibat kejadian ini," jelas Ruslan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari, Ruslan menambahkan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca. "Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi kepada masyarakat agar selalu waspada," katanya.
Masa Transisi Musim
Menurut ahli meteorologi, kondisi hujan deras yang terjadi di Banjarbaru merupakan bagian dari masa transisi musim kemarau menuju musim hujan. "Pada masa transisi, sering terjadi pola cuaca yang ekstrem. Hujan bisa turun dengan sangat lebat dalam waktu singkat, kemudian langsung reda," jelas Kepala BMKG Kalimantan Selatan, H. Muhammad Yamin.
Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. "Pada masa seperti ini, potensi hujan lebat disertai angin kencang atau petir masih tinggi. Kami mohon masyarakat untuk waspada, terutama yang tinggal di dekat area yang rawan bencana," pesan Yamin.
Dengan turunnya hujan, harapan masyarakat Banjarbaru agar kekeringan yang dialami selama ini dapat teratasi. Namun di sisi lain, hujan yang turun dengan intensitas tinggi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti banjir dan longsor.
Komentar (0)