30, 2026
Ekonomi

IHSG Ambles 3%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG turun 3,49% ke 5.098,06 pada 29 Oktober 2026. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp1,08 triliun. Simak saham yang tertekan!]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

IHSG Ambles 3%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Turun 3%, Investor Asing Cabut Saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sepanjang pekan ini, turun sebesar 3% ditutup pada posisi 6.250 pada Jumat (22/9). Penurunan ini menjadi penurunan mingguan terburuk sejak awal kuartal ketiga tahun ini. Pasar modal Indonesia tertekan oleh serangkaian faktor domestik maupun global yang membuat investor menjadi lebih berhati-hati dalam menempatkan modal.

Faktor Penekan Pasar

Beberapa faktor menjadi pemicu penurunan IHSG minggu ini. Salah satunya adalah kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed AS yang berdampak pada arus modal keluar dari pasar emerging market. Selain itu, data inflasi domestik yang masih tinggi membuat Bank Indonesia mungkin akan terus melakukan kenaikan suku bunga BI Rate dalam rapat Dewan Gubernur yang akan datang.

Selain itu, data ekonomi China yang mengecewakan juga memberikan dampak negatif bagi pasar saham Asia termasuk Indonesia. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, sehingga kondisi ekonomi China yang lemah memengaruhi kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum.

Di sektor domestik, kebijakan pemerintah dalam mengatur harga BBM dan listrik yang masih menjadi perhatian investor juga turut memberikan sentimen negatif. Meskipun pemerintah telah memberikan kompensasi kepada sektor tertentu, kepastian kebijakan jangka panjang masih kurang menentu.

Aksi Jual Investor Asing

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,2 triliun selama seminggu terakhir. Aksi jual ini terjadi secara merata di sektor-sektor utama di bursa.

Ada 10 saham yang menjadi sasaran utama aksi jual investor asing minggu ini. Saham-saham tersebut meliputi:

  1. Bank Central Asia (BBCA) - Dijual asing Rp 320 miliar
  2. Unilever Indonesia (UNVR) - Dijual asing Rp 280 miliar
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) - Dijual asing Rp 250 miliar
  4. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) - Dijual asing Rp 220 miliar
  5. Astra International (ASII) - Dijual asing Rp 200 miliar
  6. Bank Mandiri (BMRI) - Dijual asing Rp 180 miliar
  7. Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) - Dijual asing Rp 150 miliar
  8. XL Axiata (EXCL) - Dijual asing Rp 130 miliar
  9. Bank Negara Indonesia (BBNI) - Dijual asing Rp 120 miliar
  10. Bank Tabungan Negara (BBTN) - Dijual asing Rp 100 miliar

Reaksi Pasar dan Prospek Kedepan

Analis dari sejumlah perusahaan sekuritas mengatakan bahwa aksi jual investor asing ini wajar terjadi mengingat kondisi pasar global yang masih tidak menentu. Mereka menilai bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk pulih pada kuartal keempat tahun ini, terutama jika ada kejelasan mengenai kebijakan moneter BI dan arah inflasi global.

"IHSG saat ini berada di zona oversold teknikal, yang berarti potensi rebound cukup besar jika ada sentimen positif yang muncul," kata sepengetahuan analis dari sebuah perusahaan sekuritas asing.

Di sisi lain, para analis mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih akan tinggi minggu-minggu ke depan. Investor diimbau untuk lebih selektif dalam memilih saham dan memperhatikan fundamental perusahaan serta prospek sektornya.

Sementara itu, sektor perbankan dan konsumen masih menjadi favorit meski mengalami aksi jual. Sektor infrastruktur dan properti juga dianggap memiliki prospek menarik mengingat berbagai proyek pemerintah yang akan digenjot pada kuartal keempat.

Kepala Eksekutif BEI mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor asing. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain melalui program akselerasi delapan perusahaan BUMN go public, serta peningkatan akses informasi dan transparansi pasar.

Para pelaku pasar menantikan keputusan Bank Indonesia mengenai suku bunga BI Rate pada rapat Dewan Gubernur 14-15 November mendatang. Selain itu, data inflasi Oktober dan arah kebijakan The Fed juga akan menjadi faktor penentu pergerakan IHSG pada akhir tahun ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter