13, 2026
Ekonomi

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG anjlok 2,59% di awal pekan, menyentuh level terendah dalam 3 bulan. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp128,89 miliar.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu. Indeks utama bursa saham Indonesia tersebut turun lebih dari 2%, mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar modal global maupun domestik. Meski demikian, arus modal asing menunjukkan kebalikan dengan melakukan aksi beli (net buy) sejumlah saham tertentu.

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 2,05% atau 130,13 poin ke level 6.243,26. Penurunan ini terjadi seiring dengan tekanan dari penguaran dolar AS yang membuat aset berisiko seperti saham menjadi kurang menarik. Selain itu, investor juga menunggu keputusan The Federal Reserve (The Fed) mengenai suku baca acara yang akan diumumkan pada pertengahan pekan ini.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Beberapa faktor turut berkontribusi pada penurunan tajam IHSG pekan lalu. Pertama, penguatan dolar AS membuat aset-aset denominated dalam dolar menjadi lebih menarik bagi investor global. Kedua, data inflasi AS yang masih tinggi membuat pasar khawatir The Fed akan terus melakukan kenaikan suku baca, yang berpotensi meremehkan pertumbuhan ekonomi global.

Ketiga, situasi geopolitik yang masih belum menentu antara Rusia dan Ukraina juga membuat investor bersikap hati-hati. Keempat, data ekonomi domestik yang dirilis pekan lalu menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia meskipun masih dalam jalur yang positif.

Aksi Beli Asing di Tengah Turunnya IHSG

Menariknya, meski IHSG mengalami penurunan signifikan, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 1,2 triliun di pasar saham Indonesia. Aksi beli ini dilakukan pada 10 saham unggulan yang dianggap memiliki prospek baik di tengah kondisi pasar yang volatil.

10 saham yang menjadi incaran investor asing tersebut antara lain adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Analisis Aksi Asing

Menurut analis, aksi beli investor asing pada saham-saham blue chip ini menunjukkan bahwa mereka melihat potensi jangka panjang dari perusahaan-perusahaan tersebut. Meski pasar sedang turun, investor asing cenderung melihat peluang untuk membeli saham dengan harga yang lebih murah.

"Saham-saham blue chip cenderung lebih resisten terhadap tekanan pasar. Selain itu, kinerja fundamental perusahaan-perusahaan ini relatif stabil dengan prospek pertumbuhan yang baik di masa depan," ujar salah sepu analis dari perusahaan sekuritas.

Saham-saham sektor perbankan dan infrastruktur menjadi favorit investor asing sektor sektor ini dianggap memiliki pertumbuhan yang stabil dan dividen yang menarik. Selain itu, saham-saham ini juga dianggap memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga mudah untuk dibeli dan dijual dalam volume besar.

Prospek Pasar di Masa Depan

Untuk memantapkan posisi, investor perlu menunggu beberapa data penting yang akan dirilis pada pekan ini. Di antaranya adalah keputusan The Fed mengenai suku baca, data inflasi di beberapa negara besar, serta data ekonomi domestik Indonesia.

"Kami melihat bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk bergerak volatil dalam jangka pendek. Namun, untuk jangka menengah hingga panjang, potensi pasaran masih terbuka mengingati prospek ekonomi Indonesia yang relatif baik," tambah analis.

Pihak manajemen BEI sendiri optimistis pasar saham Indonesia akan segera pulih mengingati fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik modal asing ke Indonesia.

Dengan demikian, meski IHSG mengalami penurunan signifikan pekan lalu, investor asing justru melihat peluang untuk memborong saham-saham unggulan. Aksi beli ini diharapkan dapat menjadi penopang bagi IHSG dalam jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter