30, 2026
Nasional

Indonesia vs Singapura di GBK, Simak Rute Alternatif dan Lokasi Parkirnya

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Indonesia vs Singapura di GBK: Rute Alternatif dan Lokasi Parkir

Pertandingan Indonesia melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dipastikan menarik perhatian besar masyarakat. Antusiasme penonton yang tinggi membuat potensi kepadatan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir menjadi persoalan yang perlu diantisipasi sejak dini. Pihak penyelenggara bersama aparat kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, rute alternatif, serta kantong parkir untuk memastikan kelancaran mobilitas penonton menuju dan meninggalkan kawasan GBK.

Pengelola kawasan GBK mengimbau seluruh penonton untuk tidak memaksakan membawa kendaraan pribadi hingga ke area stadion. Pasalnya, kapasitas parkir di dalam kompleks GBK sangat terbatas dan sebagian besar slot telah dialokasikan untuk kendaraan operasional, tim peserta, serta tamu undangan resmi. Penonton umum diarahkan memarkir kendaraan di sejumlah titik yang telah ditentukan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK

Kepolisian mengoperasikan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Senayan. Arus kendaraan dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Pintu Satu Senayan diperkirakan mengalami pengetatan. Kendaraan yang tidak berkepentingan dengan pertandingan diminta mencari jalur alternatif, misalnya melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, atau Jalan Asia Afrika, guna menghindari kantong kemacetan di sekitar bundaran Senayan.

Penonton yang datang dari arah selatan, seperti dari Kebayoran Baru atau Cipete, dapat memanfaatkan rute melalui Jalan Sisingamangaraja lalu melanjutkan ke Jalan Asia Afrika. Sementara itu, penonton dari arah utara, seperti dari kawasan Tanah Abang atau Menteng, disarankan melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, dan Jalan KH Mas Mansyur sebelum memutar ke arah Jalan Gatot Subroto. Rute-rute ini relatif lebih longgar dibandingkan jalur utama menuju Pintu Satu Senayan.

Rute Alternatif dari Berbagai Penjuru Jakarta

Bagi penonton yang berasal dari kawasan Jakarta Timur atau Bekasi, jalur yang disarankan adalah melalui Jalan Casablanca, kemudian berbelok ke Jalan Basuki Rahmat atau Jalan Galunggung. Dari sana, perjalanan dapat dilanjutkan menuju area parkir yang tersebar di sisi timur kawasan Senayan. Penonton dari arah Tangerang dan Jakarta Barat dapat menggunakan Jalan Tomang Raya, Jalan S Parman, lalu masuk melalui Jalan Gatot Subroto dan mencari parkir di sekitar kawasan SCBD atau Plaza Senayan.

Penonton yang memanfaatkan transportasi umum memiliki keunggulan tersendiri. Moda Raya Terpadu (MRT) dengan halte Istora Mandiri dan Senayan menjadi pilihan paling efisien menuju kawasan GBK. Dari halte tersebut, penonton hanya perlu berjalan kaki beberapa ratus meter untuk mencapai pintu masuk stadion. Selain MRT, TransJakarta dengan sejumlah rute yang melintasi Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto juga dapat menjadi alternatif, meski perlu memperhatikan potensi kepadatan pada jam sibuk menjelang kick-off.

Pilihan Lokasi Parkir dan Tips Parkir

Sejumlah kantong parkir disiapkan di luar kompleks GBK untuk menampung kendaraan penonton. Beberapa di antaranya berada di area perkantoran sekitar Jalan Gerbang Pemuda, kawasan Senayan Park, serta gedung-gedung di sepanjang Jalan Asia Afrika. Penonton diimbau memesan tempat parkir sejak dini jika tersedia layanan reservasi, atau tiba lebih awal agar tidak berputar-putar mencari slot yang tersisa.

Pengalaman dari pertandingan-pertandingan sebelumnya menunjukkan bahwa kemacetan terparah terjadi pada 60 hingga 90 menit sebelum laga dimulai. Karena itu, penonton disarankan berangkat setidaknya dua jam lebih awal dari jadwal kick-off. Kendaraan pribadi yang tetap nekat masuk ke area dalam GBK berisiko terjebak antrean panjang dan tidak mendapatkan tempat parkir sama sekali.

Antisipasi Pasca Pertandingan

Kepadatan juga berpotensi terjadi setelah pertandingan usai. Ribuan penonton akan bergerak keluar secara bersamaan menuju kendaraan masing-masing atau menuju stasiun MRT dan halte bus. Untuk mengurangi penumpukan, panitia biasanya mengatur pintu keluar secara bertahap dan menyiapkan jalur evakuasi yang terpisah dari jalur masuk. Penonton diimbau tetap berada di kursi atau area tunggu hingga instruksi dari petugas diberikan.

Penggunaan transportasi umum pasca pertandingan juga lebih disarankan. MRT dan TransJakarta biasanya memperpanjang jam operasional pada malam pertandingan besar, sehingga penonton tidak perlu terburu-buru meninggalkan stadion. Bagi pengguna kendaraan pribadi, disarankan menunggu sekitar 20 hingga 30 menit di area parkir sebelum memulai perjalanan pulang, guna menghindari puncak antrean keluar kawasan.

Imbauan bagi Penonton

Pengelola GBK dan aparat kepolisian menekankan pentingnya kedisiplinan penonton dalam mengikuti arahan petugas di lapangan. Rambu-rambu dan petunjuk arah telah dipasang di titik-titik strategis untuk memudahkan penonton menemukan lokasi parkir dan pintu masuk yang sesuai dengan kategori tiket. Penonton juga diingatkan membawa tiket resmi, mengenakan pakaian yang nyaman, serta tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk stadion.

Dengan perencanaan perjalanan yang matang, dukungan terhadap tim nasional dapat diberikan secara maksimal tanpa harus terganggu persoalan kemacetan dan parkir. Masyarakat diharapkan memanfaatkan rute alternatif serta moda transportasi umum yang telah tersedia, sehingga kawasan GBK dan sekitarnya tetap dapat berfungsi dengan lancar selama pertandingan Indonesia melawan Singapura berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter