15, 2026
Nasional

Insiden Terhadap Tim Persib U-18, Umuh Muchtar Minta Oknum Suporter Segera Diproses

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Insiden Terhadap Tim Persib U-18, Umuh Muchtar Minta Oknum Suporter Segera Diproses

Dalam sebuah insiden yang mengejutkan dunia sepakbola Indonesia, tim Persib U-18 menjadi korban kekerasan verbal dan fisik oleh sekelompok suporter usai pertandingan. Insiden ini terjadi seusai laga uji coba yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Rabu (15/3) lalu. Kepala Umum Persib, Umuh Muchtar, langsung menyoroti insiden ini dan meminta pihak berwenang segera memproses oknum-oknum suporter yang terlibat.

Menurut keterangan yang diterima, insiden bermula ketika tim Persib U-18 sedang melakukan pemanasan jelang laga uji coba melawan klub lokal. Sejumlah suporter yang diduga berasal dari kelompok suporter lain datang ke lokasi latihan dan memulai provokasi terhadap para pemain. Awalnya, provokan hanya berupa celaan verbal, namun situasi semakin memanas hingga akhirnya terjadi bentrokan fisik antara para pemain dengan sekelompok suporter tersebut.

"Kami mengecam tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum suporter terhadap tim Persib U-18. Para pemain kami masih anak-anak yang sedang mengembangkan karir sepakbola mereka. Tindakan semacam ini sangat tidak bertanggung jawab dan merusak citra sepakbola Indonesia," tegas Umuh Muchtar dalam konferensi pers yang digelar di kompleks PSBB, Jumat (17/3).

Kronologi Insiden

Berdasarkan keterangan saksi mata, insiden dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, ketika tim Persib U-18 sedang melakukan pemanasan di sekitar lapangan latihan utama Stadion Si Jalak Harupat. Kelompok suporter yang berjumlah sekitar 10 orang mendekati area latihan dan mulai memberikan komentar tidak pantas terhadap para pemain.

Awalnya, pelatih kepala tim Persib U-18, Atep Mulyana, mencoba menenangkan situasi dengan meminta para pemain untuk melanjutkan latihan. Namun, provokasi semakin meningkat hingga salah satu suporter melempar botol minum ke arah pemain. Adegan ini memicu reaksi dari para pemain yang merasa terprovokasi.

"Saya melihat situasi mulai tidak terkendali, lalu saya intervensi untuk mencegah bentrokan lebih lanjut. Sayangnya, beberapa suporter sudah mulai menyerang secara fisik kepada dua pemain kami," jelas Asep, salah satu staf pelatih Persib U-18 yang turut menjadi saksi mata.

Reaksi Umuh Muchtar dan Manajemen Persib

Sebagai Kepala Umum Persib, Umuh Muchtar menunjukkan kecewa yang mendalam terhadap insiden ini. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pemain, terutama yang masih berstatus pemain muda, tidak dapat ditoleransi. Umuh meminta pihak kepolisian dan Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) segera mengusut tuntas insiden ini.

"Kami akan bekerja sama penuh dengan aparat keamanan untuk mengungkap kasus ini. Para oknum yang terlibat harus dijerat dengan sanksi yang paling berat. Ini bukan kali pertama terjadi, tetapi kami berharap ini menjadi yang terakhir," tegas Umuh.

Manajemen Persib juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan kecaman atas insiden tersebut. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Humas Persib, Yudi Purnomo, disebutkan bahwa klub akan memberikan dukungan penuh kepada para pemain yang menjadi korban insiden ini.

"Kami akan memberikan dukungan psikologis kepada para pemain yang menjadi korban. Selain itu, kami juga akan menyiapkan tim hukum untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum jika diperlukan," jelas Yudi.

Tanggapan Dari Pihak Kepolisian

Kepala Polresta Bandung, AKBP Rudiardi, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi para pelaku.

Menurut Rudiardi, jika terbukti ada tindakan kekerasan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang ancamannya maksimal lima tahun penjara. Selain itu, pihaknya juga akan mempertimbangkan sanksi administratif bagi para suporter yang terlibat.

Dampak Pada Dunia Sepakbola Indonesia

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya dinamika negatif dalam dunia sepakbola Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, PSSI dan pihak kepolisian telah berupaya keras untuk memberantas kekerasan dalam sepakbola, terutama yang dilakukan oleh suporter.

PSSI sendiri belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Namun, diketahui bahwa Komisi Disiplin PSSI tengah mengkaji laporan yang diterima dari klub untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dengan adanya insiden ini, harapan semakin kuat agar pihak terkait dapat bekerja sama untuk mewujudkan lingkungan sepakbola yang aman dan kondusif bagi semua pihak, terutama bagi generasi muda yang sedang berkarir di dunia sepakbola.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter