16, 2026
Nasional

Intip Harta 4 Pejabat Baru Prabowo, dari Kristomei Sianturi hingga Alim Setiawan, Siapa Paling Tajir?

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/15/6ad08a01579c4-letjen-tni-kristomei-sianturi_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kristomei Sianturi, Alim Setiawan, dan Tiga Pejabat Baru Prabowo: Kekayaan yang Menarik Perhatian

Perubahan komposisi kabinet di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menarik perhatian publik, bukan hanya terkait program-program yang akan dijalankan, tetapi juga terkait latar belakang para menteri yang dilantik. Salah satu aspek yang menjadi perbincangan adalah kekayaan para pejabat baru tersebut. Dari empat pejabat yang menjadi sorotan, ternyata memiliki latar belakang yang beragam, baik dari karir militer, swasta, maupun akademisi.

Kristomei Sianturi: Dari TNI ke Kekayaan

Jenderal TNI (Purn) Kristomei Sianturi merupakan salah satu nama yang paling menarik perhatian. Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini dilaporkan memiliki kekayaan yang signifikan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan saat menjadi calon menteri, Harta bersih Kristomei mencapai Rp 24,8 miliar. Kekayaan ini terdiri dari harta bergerak seperti mobil dan sepeda motor, serta harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan. Sebelum menjadi menteri, Kristomei menjabat sebagai Panglima Kostrad dan dianggap memiliki pengalaman militer yang kuat. Kariernya di TNI yang panjang diyakini menjadi salah satu faktor utama peningkatan kekayaannya selama bertahun-tahun.

Kristomei juga dikenal sebagai salah satu jenderal yang dekat dengan Presiden Joko Widodo. Posisinya sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) menunjukkan kepercayaan tinggi dari pemerintah terhadap kapasitasnya dalam memimpin sektor yang sangat sensitif ini. Kekayaannya yang mencapai puluhan miliar rupiah menjadi sorotan mengingat posisinya yang strategis di tubuh pemerintahan.

Alim Setiawan: Pengusaha yang Menjadi Pejabat

Tidak kalah menarik adalah Alim Setiawan, yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan politikus. Sebelum dilantik sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Alim telah memiliki bisnis yang cukup besar. LHKPN-nya menunjukkan hartanya mencapai Rp 25,7 miliar. Kekayaan ini berasal dari berbagai usaha yang dijalankannya, termasuk di sektor properti dan jasa. Alim juga memiliki beberapa kendaraan mewah dan beberapa properti di lokasi strategis.

Transisi dari dunia usaha ke dunia politik bukanlah hal baru bagi Alim. Sebelum menjadi menteri, ia telah aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan partai politik. Pengalamannya di dunia usaha diyakini akan membawa perspektif berbeda dalam mengelola Kementerian Ketenagakerjaan, terutama dalam hal menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan buruh. Kekayaannya yang signifikan menunjukkan kesuksesannya di dunia usaha sebelum terjun ke dunia politik praktis.

Tiga Pejabat Lainnya dengan Profil Menarik

Selain Kristomei dan Alim, dua pejabat lainnya juga menjadi sorotan. Pertama, Yasonna Laoly yang kembali menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM. LHKPN-nya mencatat hartanya sebesar Rp 9,3 miliar, yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Kedua, Ashraf Nizar Naufal yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga memiliki kekayaan sebesar Rp 4,7 miliar. Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dilaporkan memiliki kekayaan sebesar Rp 17,1 miliar.

Keempat pejabat ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun sama-sama dipercaya untuk mengisi posisi strategis di kabinet. Kekayaan mereka yang bervariasese dari puluhan miliar hingga mencapai Rp 25 miliar menjadi pertanyaan tersendiri bagi publik. Bagi sebagian orang, kekayaan yang dimiliki pejabat dapat menjadi indikator kesuksesan dan pengalaman, namun bagi sebagian lainnya, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan.

Transparansi dan Amanah

Pemerintah telah menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola negara. Setiap pejabat wajib melaporkan kekayaannya secara terbuka melalui LHKPN. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya korupsi dan penyelewengan kekayaan negara. Kekayaan para pejabat baru yang telah dipublikasikan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjalankan good governance.

Sementara itu, para pejabat sendiri memberikan penekanan akan fokus pada tugas-tugas utama yang diemban. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan program-program yang telah ditetapkan pemerintah, tanpa terganggu oleh isu kekayaan pribadi. Kepatuhan pada aturan hukum dan kode etik menjadi prioritas utama dalam menjalankan amanah sebagai pejabat negara.

Dengan latar belakang yang beragam dan kekayaan yang bervariasi, para pejabat baru ini diharapkan dapat membawa perspektif segar dalam menjalankan tugas melayani rakyat. Keberagaman ini sejalan dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang menjadi ciri khas pemerintahan Indonesia. Masa jabatan lima tahun ke depan akan menjadi bukti nyata apakah komposisi kabinet ini benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter