Viral Pria Diduga Dicambuk di KPPG Bogor, Polisi Mulai Selidiki
Sebuah video yang menunjukkan seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan cambuk di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Gandapura, Bogor, menjadi viral di media sosial beberapa hari terakhir. Video tersebut menunjukkan adegah mengejutkan yang memicu kecaman luas dari masyarakat. Polisi Resor (Polres) Bogor Kota segera membuka penyelidikan atas insiden yang diduga terjadi pada Rabu (15/3) lalu ini.
Dalam video berdurasi sekitar dua menit yang beredar di berbagai platform media sosial, terlihat seorang pria berjaket biru sedang berdiri di depan gerbang KPP Gandapura. Tiba-tiba, seorang pria lainnya mendekat dan mengenai korban dengan cambuk berkali-kali. Korban terlihat mencoba menghindari serangan namun terus diserang. Adegan tersebut merekam saat korban sedang berada di depan lokasi kerjanya.
Kronologi Insiden
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Ahmad (35), seorang pegawai di KPP Gandapura. Menurut keterangan Ahmad, insiden tersebut bermula saat ia sedang berada di depan kantor untuk menunggu rekan kerjanya. Tanpa diduga, seorang pria tak dikenal mendekat dan langsung mengenainya dengan cambuk.
"Sedang menunggu teman di depan pintu, tiba-tiba ada pria misterius datang dan langsung mengenai saya dengan cambuk. Awalnya saya kaget, lalu mencoba menghindari dan bertanya alasan. Namun dia tetap melanjutkan serangannya," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi kejadian.
Video yang merekam kejadian tersebut sempat diunggah oleh salah seorang saksi mata yang berada di lokasi. Saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya mengaku merasa takut dan syok melihat adegan kekerasan tersebut. Ia mengaku sempat mencoba melerai namun pelaku sudah kabur setelah melakukan aksinya.
Respons Polisi
Setelah video viral, Polres Bogor Kota segera mengambil langkah tindaklanjut. Kepala Polres Bogor Kota, AKBP Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah membuka penyelidikan atas laporan yang masuk terkait insiden ini.
"Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. Tim kami sudah mengumpulkan bukti termasuk video yang viral tersebut sebagai salah satu bukti pendukung. Kami juga akan memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi saat kejadian," jelas Budi Santoso.
Budi menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan motif pelaku melakukan tindakan kekerasan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan korban, tidak ada perselisihan sebelumnya antara korban dengan pelaku.
"Kami masih mengumpulkan informasi lebih lanjut. Motif kejadian masih menjadi pertanyaan besar. Apakah ada dendam pribadi atau motif lain, kami harus teliti dalam menyelidikinya," ujar Budi.
Reaksi KPP Gandapura
Sementara itu, Kepala KPP Gandapura, Eko Prasetyo, mengaku mendapat informasi mengenai insiden tersebut dari salah satu pegawai setelah video viral. Ia segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.
"Kami prihatin dengan kejadian yang menimpeg salah satu pegawai kami. Keamanan dan kenyamanan pegawai serta masyarakat yang berkunjung ke kantor adalah prioritas kami. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada korban dalam proses penyelidikan ini," ujar Eko.
Eko menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi sistem keamanan di sekitar kantor untuk mencegah insiden serupa di masa depan. "Kami akan memperketat pengawasan dan mungkin menambah petugas keamanan untuk mencegah hal serupa terulang," tambahnya.
Kekhawatiran Masyarakat
Insiden ini memicu kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak netizen yang menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi di depan kantor pelayanan publik. Masyarakat khawatir insiden ini akan mencemarkan citra institusi pelayanan pajak yang sedang dalam upaya meningkatkan layanan kepada masyarakat.
"KPP seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak. Kejadian seperti ini tentu akan membuat masyarakat ragu untuk berkunjung ke sana," kata aktivis masyarakat, Fitriani, saat dihubungi secara terpisah.
Sementara itu, korban Ahmad mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia menjalani perawatan medis karena mengalami luka lebam di bagian tubuh yang dikenai cambuk.
"Saya masih trauma. Setiap melihat video atau dengar suara cambuk, saya langsung ingat lagi kejadian itu. Saya berharap polisi segera menemukan pelaku dan memberikan keadilan," ujarnya.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini dan meminta masyarakat yang memiliki informasi seputar kejadian atau mengenal pelaku untuk segera melapor ke pihak kepolisian.
Komentar (0)