30, 2026
Olahraga

Italia Pilih Move On, Malas Bahas Duka di Bosnia

Italia tak mau lagi mengingat kepedihan karena gagal lolos ke Piala Dunia 2026 lalu. Mereka bertekad membangun era baru yang lebih baik di masa depan.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Italia Pilih Move On, Malas Bahas Duka di Bosnia

Gli Azzurri Fokus Laga Berikutnya Usai Kemenangan Atas Bosnia

Timnas Italia memilih untuk tidak berlama-lama meratapi kekecewaan masa lalu di Bosnia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menegaskan bahwa skuad asuhan Luciano Spalletti kini sepenuhnya mengalihkan perhatian ke laga berikutnya, meninggalkan bayang-bayang kenangan buruk ketika mereka gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2022 setelah tumbang dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff.

Keputusan untuk move on itu bukan tanpa alasan. Duel melawan Bosnia di Stadion Bilino Polje, Zenica, selalu menjadi memori pahit bagi publik sepak bola Italia. Pada Maret 2022, gol tunggal Miralem Pjanic dan penampilan gemilang kiper Bosnia, Nikola Vasilj, memupus mimpi Italia untuk berlaga di Qatar. Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi negara berjuluk Gli Azzurri yang baru saja menjuarai Euro 2020.

Persiapan Matang Jelang Pertemuan Kelima

Dalam konferensi pers jelang laga, pelatih kepala Italia menegaskan bahwa timnya tidak terjebak pada narasi balas dendam. Menurutnya, pertemuan kali ini adalah laga baru dengan konteks yang berbeda. Komposisi pemain, formasi, hingga pendekatan taktik telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir.

“Kami tidak sedang membicarakan masa lalu. Yang penting adalah pertandingan besok dan bagaimana kami meraih tiga poin,” ujar Spalletti dalam sesi jumpa pers yang digelar di Coverciano, markas latihan Timnas Italia.

Senada dengan sang pelatih, bek veteran Giovanni Di Lorenzo menegaskan bahwa timnya telah menyerap pelajaran dari pengalaman pahit tersebut. Ia menyebut laga di Zenica akan menjadi ujian karakter bagi generasi baru pemain Italia yang kini mengisi lini belakang dan tengah.

“Kami tahu pertandingan akan berjalan sulit. Bosnia memiliki suporter fanatik dan pemain berkualitas. Tapi kami datang dengan mental yang berbeda,” kata pemain Napoli itu.

Kualitas Bosnia Tetap Diwaspadai

Meski memilih melupakan memori buruk, kubu Italia tak lantas menganggap remeh Bosnia dan Herzegovina. Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, disebut tengah membangun tim dengan pendekatan baru yang lebih disiplin dan efektif. Beberapa nama muda yang berkarier di liga top Eropa diprediksi menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Italia.

Analis sepak bola Italia, Matteo Bonetti, menilai Bosnia bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, kedalaman skuad Negeri Balkan itu justru semakin meningkat dalam dua tahun terakhir, terutama di lini tengah dan sayap.

“Italia harus waspada. Bosnia punya pemain seperti Amar Dedic dan Benjamin Tahirovic yang bisa mengubah permainan. Jika lengah, sejarah bisa terulang,” ujar Bonetti saat dihubungi media.

Data statistik menunjukkan Italia mendominasi pertemuan kedua tim dalam lima tahun terakhir. Dari empat pertemuan terakhir, Italia menang tiga kali dan hanya sekali tumbang, tepatnya pada laga playoff Maret 2022. Namun, Bosnia selalu mampu menyulitkan Gli Azzurri dengan permainan bertahan rapat dan serangan balik cepat.

Pendekatan Taktis dan Komposisi Pemain

Di kubu Italia, Spalletti diprediksi menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Nicolo Barella sebagai motor serangan. Gianluigi Donnarumma tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Sementara itu, Mateo Retegui berpeluang besar mengisi pos penyerang tengah setelah tampil impresif pada laga sebelumnya.

Pendekatan Italia kini lebih menekankan penguasaan bola dan transisi cepat. Hal ini berbeda dengan gaya main Gli Azzurri era Roberto Mancini yang lebih mengandalkan penguasaan bola total. Spalletti disebut ingin memberikan variasi serangan agar tidak mudah dibaca lawan.

Di sisi lain, Bosnia diprediksi mengandalkan skema 4-3-3 dengan mengandalkan kecepatan winger mereka. Barbarez kemungkinan besar akan menurunkan komposisi terbaiknya sejak menit pertama demi merebut poin penuh di kandang sendiri.

Dampak bagi Klasemen dan Kualifikasi

Laga ini memiliki arti penting bagi kedua tim dalam persaingan di grup kualifikasi. Italia saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara, tertinggal dua poin dari pemuncak grup. Kemenangan di Zenica akan membuka jalan bagi Gli Azzurri untuk mengamankan tiket langsung ke putaran final tanpa harus melewati jalur playoff yang penuh risiko.

Sementara itu, Bosnia berada di peringkat keempat dan masih menyimpan peluang matematis untuk lolos. Kemenangan atas Italia akan menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Barbarez yang selama ini dianggap sebagai kuda hitam di grup tersebut.

Dengan segala dinamika yang ada, laga di Zenica diprediksi berjalan sengit. Italia datang dengan misi move on dan membuktikan bahwa masa lalu di Bosnia tidak akan terulang. Bosnia, di sisi lain, ingin membuktikan bahwa kemenangan dua tahun silam bukan sekadar kebetulan.

Pertandingan akan digelar pada Jumat malam waktu setempat. Publik Italia berharap Gli Azzurri mampu pulang dengan kepala tegak dan membawa pulang tiga poin berharga demi menjaga asa menuju panggung dunia berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter