17, 2026
Olahraga

Jadi Kapten dan Bikin Sejarah Bareng Timnas Indonesia, Kevin Diks: Berasa Naik Roller Coaster

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6accb29519c49-kevin-diks_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jadi Kapten dan Bikin Sejarah Bareng Timnas Indonesia, Kevin Diks: Berasa Naik Roller Coaster

Kevin Diks mengalami momen bersejarah dalam karirnya setelah ditunjuk sebagai kapten timnas Indonesia pada laga persahabatan melawan Palestina, Sabtu (12/10/2024). Pemain berusia 27 tahun ini menjadi pemain naturalisasi pertama yang memimpin skuad Garuda dalam pertandingan resmi, sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai pengalaman seperti naik roller coaster.

Dalam wawancara eksklusif setelah pertandingan, Diks mengungkapkan campuran emosi yang dialaminya saat memakai ban kapten untuk pertama kalinya. "Saya tidak bisa mendeskripsikan perasaan saya saat kapten timnas Indonesia. Ini adalah pengalaman yang luar biasa, seperti naik roller coaster dengan banyak naik turun emosi," ujar Diks.

Pemain yang kini membela klub Fortuna Dusseldorf ini menjelaskan bahwa tekanan menjadi kapten adalah sesuatu yang ia hadapi dengan penuh tanggung jawab. "Sebagai kapten, Anda harus memikirkan banyak hal. Komunikasi dengan pemain, pelatih, dan tentu saja memimpin tim dalam situasi sulit. Saya bersyukur diberikan kepercayaan ini," tambahnya.

Jalannya Menuju Kapten Timnas

Kevin Diks sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia sejak naturalisasi dirampungkan pada tahun 2023. Namun, peluangnya menjadi kapten baru terwujud setelah beberapa pemain senior seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman absen karena cedera.

Performa konsisten Diks di level klub dan kemampuan komunikasinya yang baik di lapangan menjadi pertimbangan utama pelatih Shin Tae-yong untuk menunjuknya sebagai kapten. "Kevin adalah pemain dengan karakter kuat dan pengalaman internasional. Ia mampu memimpin dengan baik dan komunikasinya dengan pemain lain sangat efektif," ujar pelatih Shin Tae-yong.

Dalam pertandingan melawan Palestina, Diks menunjukkan kualitas kepemimpinannya dengan suara keras memberi arahan kepada rekan setimnya. Ia juga turut aktif dalam membangun serangan dari lini belakang dan membantu menjaga stabilitas pertahanan Garuda.

Pengalaman Berharga bagi Karir

Becara kapten timnas Indonesia merupakan pengalaman berharga bagi Diks yang sebelumnya pernah menjadi kapten di beberapa klubnya. Namun, menanggung amanat menjadi kapten timnas adalah level yang berbeda baginya.

"Ini adalah tantangan tersendiri. Di klub, Anda tahu teman-teman Anda dengan baik. Di timnas, Anda harus segera membangun chemistry dengan pemain dari latar belakang yang berbeda. Saya harus belajar cepat dan beradaptasi," jelas Diks.

Pemain asal Belanda ini mengakui bahwa ada tekanan ekstra menjadi kapten timnas, terutama karena ekspektasi publik terhadap timnas Indonesia yang semakin tinggi. Namun, ia melihat ini sebagai kesempatan untuk membuktikan diri dan membawa tim ke level yang lebih tinggi.

Reaksi dari Rekan Setim

Kepemimpinan Diks mendapat respons positif dari rekan setimnya. Bek Persib Bandung, Nick Kuipers, mengapresiasi cara Diks memimpin tim. "Kevin adalah pemain yang hebat di lapangan dan di ruang ganti. Ia suka berbicara dan selalu memberi motivasi. Saya senang bisa bermain di bawah komandonya," ujar Kuipers.

Sementara itu, gelandang Persija Jakarta, Raphael Maitimo, menambahkan bahwa Diks mampu mengatasi situasi sulit dengan kepala dingin. "Dalam situasi tertekan, Kevin tetap tenang dan memberikan arahan yang jelas. Itu yang membuatnya menjadi kapten yang efektif," katanya.

Dengan pengalaman menjadi kapten pertama kali di timnas Indonesia, Kevin Diks membuka lembaran baru dalam karirnya. Ia berharap momen ini dapat menjadi fondasi bagi dirinya dan timnas Indonesia untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Masa Depan dengan Timnas

Setelah pertandingan melawan Palestina, timnas Indonesia akan segera memulai persiapan untuk laga-laga penting di kualifikasi Piala Asia 2027 dan SEA Games 2025. Diks menyatakan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi Garuda.

"Saya ingin terus bermain untuk Indonesia dan membantu tim mencapai target-targetnya. Mungkin suatu hari nanti, saya bisa menjadi kapten dalam turnamen besar seperti Piala Asia atau SEA Games. Itu adalah mimpi saya," pungkas Diks.

Dengan pengalaman berharga sebagai kapten timnas, Kevin Diks kini berada di posisi yang strategis untuk membawa timnas Indonesia menuju era baru yang lebih kompetitif di level Asia Tenggara maupun Asia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter