04, 2026
Nasional

Jelang HUT TNI ke-81, Seberapa Kuat Militer Indonesia di ASEAN?

Jelang HUT TNI ke-81, Indonesia menempati posisi militer terkuat di Asia Tenggara. Kekuatan laut hingga kapal induk pertama ikut menjadi sorotan.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jelang HUT TNI ke-81, Seberapa Kuat Militer Indonesia di ASEAN?

Memasuki peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-81, pertanyaan mengenai seberapa kuat posisi militer Indonesia di kawasan ASEAN kembali mencuat. Selama bertahun-tahun, Indonesia secara konsisten dipandang sebagai salah satu kekuatan militer utama di Asia Tenggara, bahkan sering dirujuk sebagai kekuatan militer terbesar di kawasan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari jumlah personel aktif hingga anggaran pertahanan.

Posisi Indonesia dalam Peringkat Kekuatan Militer Global

Dalam berbagai pemeringkatan kekuatan militer global, Indonesia umumnya menempati posisi di antara negara-negara dengan kekuatan militer menengah. Lembaga pemeringkat yang berbasis di Amerika Serikat, Global Firepower, secara rutin menempatkan Indonesia di kelompok atas di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, Indonesia berada di peringkat ke-13 dunia dalam daftar Global Firepower, sementara pada tahun 2024 posisinya berada di sekitar peringkat ke-13 hingga ke-15. Posisi ini menempatkan Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Indikator yang digunakan dalam penilaian tersebut mencakup jumlah personel militer aktif, jumlah alutsista, kekuatan angkatan laut, kekuatan udara, hingga kemampuan logistik dan sumber daya manusia. Indonesia memiliki sekitar 400.000 personel aktif yang tersebar di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Jumlah ini merupakan yang terbesar di ASEAN, jauh melampaui Vietnam yang memiliki sekitar 482.000 personel namun dengan peringkat global yang biasanya tidak jauh berbeda, serta Thailand dan Singapura yang jumlah personelnya jauh lebih kecil.

Kekuatan Angkatan Laut dan Udara

Dari sisi kekuatan laut, TNI Angkatan Laut mengoperasikan berbagai jenis kapal perang, termasuk kapal perusak, fregat, korvet, kapal selam, dan kapal patroli. Meskipun jumlah armada kapal selam Indonesia masih terbatas, Indonesia terus berupaya memperkuat kemampuan bawah lautnya. Sementara itu, TNI Angkatan Udara mengoperasikan berbagai pesawat tempur, seperti Sukhoi Su-27, Su-30, F-16, serta pesawat latih dan angkut. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga menjajaki pembelian pesawat tempur generasi terbaru seperti Rafale dari Prancis dan F-15EX dari Amerika Serikat untuk memodernisasi alutsista.

Angkatan Darat Indonesia juga menjadi yang terbesar di kawasan dengan berbagai satuan tempur yang tersebar di seluruh wilayah, termasuk di daerah perbatasan dan pulau-pulau terdepan. Namun, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi kekuatan militer dan logistik menjadi persoalan tersendiri.

Anggaran Pertahanan dan Modernisasi Alutsista

Anggaran pertahanan Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, anggaran pertahanan Indonesia berada di kisaran 137 triliun rupiah, atau sekitar 8,5 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini memang lebih besar dibandingkan sebagian negara ASEAN, tetapi masih kalah dibandingkan Singapura yang anggaran pertahanannya mencapai sekitar 13 miliar dolar Amerika Serikat, meskipun dengan jumlah personel yang jauh lebih sedikit. Singapura juga dikenal memiliki alutsista yang lebih modern dan canggih berkat investasi pertahanan yang besar dan berkelanjutan.

Indonesia sendiri menargetkan modernisasi alutsista melalui berbagai program, termasuk pengadaan kapal perang, pesawat tempur, dan sistem pertahanan udara. Namun, tantangan pembiayaan, ketergantungan pada teknologi asing, serta kebutuhan pemeliharaan menjadi kendala yang masih dihadapi.

Perbandingan dengan Negara ASEAN Lain

Vietnam dikenal memiliki kekuatan militer yang solid dengan pengalaman tempur serta jumlah personel yang besar. Vietnam juga mengoperasikan kapal selam Kilo buatan Rusia dan sejumlah pesawat tempur Sukhoi. Thailand memiliki kekuatan udara yang cukup diperhitungkan dengan armada pesawat tempur Gripen dan F-16. Sementara itu, Malaysia memiliki kemampuan maritim yang baik dengan kapal selam Scorpene dan fregat modern. Singapura, meskipun kecil secara geografis, memiliki alutsista paling canggih di kawasan dengan teknologi persenjataan terbaru dan sistem pertahanan terintegrasi.

Filipina dan Myanmar umumnya berada di bawah Indonesia dalam berbagai pemeringkatan, meskipun Myanmar memiliki jumlah personel yang cukup besar. Secara keseluruhan, Indonesia masih berada di posisi teratas di ASEAN dalam hal kekuatan militer terintegrasi, tetapi keunggulan tersebut tidak bersifat mutlak mengingat Singapura memiliki kualitas alutsista yang unggul.

Tantangan dan Proyeksi ke Depan

Meski sering disebut sebagai kekuatan militer terbesar di ASEAN, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesenjangan teknologi, keterbatasan anggaran, dan kebutuhan memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan serta perairan. Modernisasi alutsista yang berjalan lambat dan bergantung pada pasar internasional menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Dalam konteks ASEAN, Indonesia juga berperan sebagai kekuatan penyeimbang yang cenderung mengedepankan diplomasi dan kerja sama pertahanan dibandingkan konfrontasi. Seiring peringatan HUT TNI ke-81, posisi Indonesia di ASEAN tetap strategis, namun upaya memperkuat kapabilitas pertahanan nasional masih memerlukan perhatian serius, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter