Jokowi Dituding Terlambat Kunjungi Lokasi Gempa NTT, Grace Natalie: Daripada Nyinyir, Lebih Baik Bantu Warga
Presiden Joko Widodo menghadapi kritik terkait kunjungannya ke lokasi gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kritik ini muncul setelah Presiden baru tiba di lokasi bencana beberapa hari setelah gempa terjadi. Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Grace Natalie menanggapi dengan menyatakan bahwa lebih baik membantu warga daripada melakukan kritik berlebihan.
Kunjungan Presiden ke Lokasi Gempa
Presiden Joko Widodo tiba di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada Rabu (20/9/2023) untuk meninjau langsung dampak gempa berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (16/9/2023). Kunjungan Presiden dilakukan setelah sejumlah pihak mengkritik terlambatnya kedatangan Presiden ke lokasi bencana.
Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi meninjau sejumlah rumah warga yang rusak akibat gempa. Ia juga berinteraksi langsung dengan warga korban bencana untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Presiden menyatakan akan segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan warga yang terdampak gempa.
"Kita lihat bersama kondisi di sini. Banyak rumah yang rusak. Kita akan segera menyiapkan bantuan untuk warga yang terdampak," ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di lokasi bencana.
Kritik dari Berbagai Pihak
Kritik terhadap Presiden Jokowi bermula dari sejumlah pihak yang menyatakan bahwa kunjungan Presiden terlambat dilakukan. Mereka berargumen bahwa sebagai pemimpin negara, Presiden seharusnya segera hadir di lokasi bencana untuk memberikan motivasi dan memastikan penanganan berjalan efektif.
"Sebagai Presiden, kehadiran belakangan ini dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat yang membutuhkan kehadiran langsung pemimpin di tengah krisis," ujar salah seorang kritikus yang tidak mau disebutkan namanya.
Kritik ini semakin memuncak setelah muncul perbandingan dengan kunjungan Presiden pada bencana alam sebelumnya yang dinilai lebih cepat. Beberapa pihak juga menyoroti kurangnya koordinasi antarinstansi dalam penanganan darurat pasca gempa.
Respon Grace Natalie
Menghadapi kritik yang muncul, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Grace Natalie memberikan tanggannya yang berbeda. Ia menyatakan bahwa lebih baik fokus membantu warga daripada melakukan kritik berlebihan terhadap Presiden.
"Daripada terus nyinyir dan memperburat situasi, lebih baik kita bantu warga yang terdampak gempa. Mereka butuh bantuan nyata, bukan kritik yang tidak membuahkan hasil," ujar Grace Natalie melalui akun media sosialnya.
Ia menambahkan bahwa situasi darurat seperti gempa membutuhkan sinergi semua pihak untuk memulihkan kondisi. "Mari kita satukan tenaga membantu warga NTT. Mereka sedang dalam kondisi sulit dan membutuhkan perhatian kita semua," tutup Grace.
Tanggapan Pemerintah
Melalui Kepala BNPB Suharyanto, pemerintang membantah tuduhan terlambatnya penanganan bencana. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah segera melakukan evakuasi dan penanganan darurat sejak gempa terjadi.
"Tim kami sudah segera turun ke lokasi sehari setelah gempa terjadi. Kami telah melakukan evakuasi, penyelamatan, dan penanganan darurat. Kunjungan Presiden dilakukan untuk meninjau langsung kondisi dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi," jelas Suharyanto.
Menurutnya, kunjungan Presiden ke lokasi bencana penting untuk memberikan arahan langsung dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif. "Kehadiran Presiden sangat penting untuk memastikan semua upaya penanganan berjalan sesuai rencana," tambahnya.
Situasi di Lokasi Gempa
Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang NTT pada Sabtu (16/9/2023) mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Berdasarkan data terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sekitar 500 rumah warga mengalami kerusakan berbagai tingkatan.
"Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal. Kami akan segera membangun rumah sementara untuk mereka," kata Bupati Sumba Barat Daya, yang turut hadir dalam kunjungan Presiden.
Upaya Pemulihan
Pemerintah berencana melakukan pemulihan secara bertahap di wilayah terdampak gempa. Selain membangun rumah sementara, pemerintah juga akan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa.
"Kita akan fokus terlebih dahulu pada pemenuhan kebutuhan dasar warga. Setelah itu, kita akan memulai program pemulihan jangka panjang," ujar Presiden Jokowi menyampaikan komitmennya.
Di sisi lain, berbagai pihak swasta dan organisasi masyarakat juga turut membantu dalam penanganan bencana ini. Mereka menyumbangkan berbagai bentuk bantuan mulai dari logistik hingga tenaga relawan.
Dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan, diharapkan kondisi di NTT dapat segera pulih dan warga dapat kembali menjalani aktivitasnya seperti semula.
Komentar (0)