Kabasarnas Pastikan Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Tetap Berlanjut
Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di kawasan terpencil terus berlanjut. Operasi yang melibatkan personel gabungan dari unsur SAR, TNI, Polri, serta relawan setempat itu kini memasuki hari kedua dengan pembagian sektor pencarian yang lebih terinci.
Hilang kontaknya rombongan itu dilaporkan pertama kali oleh pihak redaksi tempat para jurnalis bekerja setelah tidak ada kabar sejak keberangkatan mereka menuju lokasi liputan. Rombongan dilaporkan berangkat menggunakan kendaraan darat dan diperkirakan melintasi medan yang sulit dijangkau sinyal telekomunikasi, sehingga kontak terakhir tidak dapat dipastikan secara persis kapan dan di mana terjadi.
Menurut keterangan petugas posko SAR, laporan awal diterima pada malam hari, dan tim langsung menyusun rencana operasi. Sejumlah personel dikerahkan dengan membawa peralatan komunikasi, navigasi darat, serta perlengkapan medis lapangan. Tim juga membentuk pos komando di lokasi terdekat untuk memudahkan koordinasi dan pemantauan pergerakan penyisir.
Cuaca dan Medan Jadi Kendala Utama
Kabasarnas menyebut kondisi cuaca buruk dan medan berat menjadi kendala utama dalam mempercepat proses pencarian. Hujan deras yang mengguyur kawasan sejak beberapa hari terakhir membuat jalur tanah menjadi licin, sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua sulit melewati beberapa ruas. Sejumlah titik akses dilaporkan amblas atau tertutup material longsor berukuran kecil.
Selain itu, tutupan kanopi hutan yang rapat membuat sinyal satelit dan telepon seluler tidak stabil. Petugas menyebut komunikasi antar-tim penyisir hanya bisa dilakukan melalui radio komunikasi dengan jangkauan terbatas. Kondisi ini memaksa tim membagi diri ke dalam beberapa kelompok kecil agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas dalam waktu bersamaan.
Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak ada penghentian operasi. Setiap perkembangan, sekecil apa pun, dilaporkan berkala ke posko utama untuk dianalisis lebih lanjut. Bila diperlukan, tim akan menambah personel dari unit khusus serta mengerahkan peralatan pencarian malam bila kondisi keamanan memungkinkan.
Rombongan Dilaporkan Membawa Perlengkapan Terbatas
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga dan kolega, rombongan jurnalis tersebut berangkat dengan perlengkapan liputan, kamera, serta perbekalan yang tidak dirancang untuk bertahan lebih dari dua hari di lokasi terpencil. Mereka juga tidak sempat melaporkan rencana perjalanan secara rinci kepada pihak redaksi, sehingga titik akhir yang ingin dicapai belum dapat dipastikan.
Pihak keluarga berharap operasi pencarian dapat diprioritaskan mengingat waktu yang terus berjalan. Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat terkait ikut membantu, termasuk mengerahkan masyarakat sekitar yang lebih mengenal kondisi jalan dan rute alternatif di kawasan tersebut.
Merespons hal itu, Kabasarnas menyatakan akan mengoptimalkan peran serta warga lokal sebagai pemandu lapangan. Warga dinilai memiliki pengetahuan tentang jalur tikus, lokasi sungai, dan tempat berlindung yang mungkin digunakan rombongan saat menghadapi kondisi darurat.
Posko Kesehatan Disiagakan
Selain tim pencari, posko kesehatan juga telah disiagakan di lokasi terdekat. Petugas medis bersiap memberikan pertolongan pertama bila rombongan berhasil ditemukan dalam kondisi memerlukan penanganan segera. Beberapa ambulance dan kendaraan pemindah personel juga ditempatkan pada titik yang memungkinkan evakuasi cepat.
Petugas mengingatkan bahwa dalam operasi pencarian di kawasan hutan dan perbukitan, faktor waktu sangat menentukan. Suhu udara yang rendah pada malam hari serta keterbatasan persediaan makanan dan air menjadi risiko yang harus diperhitungkan. Karena itu, prioritas pencarian diarahkan pada jalur-jalur yang paling mungkin dilalui rombongan, termasuk jalur lama yang kini jarang digunakan.
Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Kabasarnas menegaskan operasi ini melibatkan koordinasi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga relawan komunitas. Pembagian wilayah pencarian dilakukan berdasarkan peta topografi dan informasi dari penduduk. Tim juga memanfaatkan citra udara bila cuaca memungkinkan untuk mengenali keberadaan kendaraan atau tenda darurat.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan rombongan untuk segera melaporkan kepada posko terdekat. Setiap informasi dinilai berharga untuk mempersempit area pencarian dan mempercepat evakuasi.
Hingga berita ini disusun, rombongan jurnalis tersebut belum ditemukan. Operasi pencarian, menurut Kabasarnas, akan terus dilakukan tanpa batas waktu selama sumber daya dan kondisi lapangan memungkinkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Komentar (0)