Messi Tetap Ingin Berseragam Timnas Argentina Meski Sudah Berusia 38 Tahun
Lionel Messi menegaskan dirinya masih memiliki keinginan besar untuk terus membela tim nasional Argentina. Kapten Tim Tango itu mengaku bahwa jika mengikuti dorongan hati atau egonya, ia tidak akan pernah melepas seragam Albiceleste. Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depan Messi bersama timnas, terutama setelah ia mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pemain yang kini berusia 38 tahun itu menyadari bahwa keputusan untuk bertahan atau mundur dari timnas tidak bisa semata-mata didasarkan pada keinginan pribadi. Menurutnya, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk kondisi fisik, performa, serta kebutuhan tim secara keseluruhan. Meski demikian, ia tidak menyembunyikan bahwa hatinya masih terpaut pada timnas Argentina.
Antara Ambisi Pribadi dan Realitas Usia
Messi menuturkan bahwa dirinya selalu merasa terhormat setiap kali dipanggil memperkuat negaranya. Sejak debut bersama tim senior pada 2005, ia telah melalui berbagai fase karier internasional, mulai dari kekalahan di final Copa America 2007, final Piala Dunia 2014, hingga akhirnya meraih gelar juara Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022. Pencapaian itu menjadi puncak kariernya bersama timnas.
Namun, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Messi juga harus mengukur kemampuannya untuk tetap tampil di level tertinggi, terutama menjelang kompetisi besar seperti Copa America dan kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menyatakan tidak ingin menjadi beban bagi tim dan lebih memilih mundur pada waktu yang tepat daripada bertahan hanya karena alasan sentimental.
Peran sebagai Pemimpin di Ruang Ganti
Selain kontribusi teknis di lapangan, kehadiran Messi di timnas Argentina memiliki dampak besar terhadap mental dan kepercayaan diri para pemain muda. Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, beberapa kali menyebut bahwa Messi adalah figur sentral yang mampu menyatukan tim. Pemain-pemain muda seperti Julián Álvarez, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister mengaku tumbuh dengan sosok Messi sebagai panutan.
Dalam beberapa kesempatan, Messi terlihat aktif memberikan arahan kepada rekan-rekannya, baik saat pertandingan maupun dalam sesi latihan. Peran kepemimpinan itu membuat manajemen timnas berharap Messi tetap bertahan setidaknya hingga putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan Akhir Ada di Tangan Messi dan Pelatih
Kendati keinginan pribadinya masih kuat, Messi menegaskan bahwa keputusan akhir akan dibicarakan bersama tim pelatih. Ia tidak ingin mengambil langkah yang bisa mengganggu stabilitas tim yang sedang dalam masa transisi menuju generasi baru. Menurutnya, komunikasi terbuka dengan Scaloni dan staf pelatih menjadi kunci dalam menentukan langkah selanjutnya.
Sejumlah pengamat sepak bola menilai bahwa Messi masih memiliki kualitas yang dibutuhkan timnas Argentina. Meski kecepatan dan intensitasnya mungkin menurun, visi permainan, umpan-umpan akurat, serta kemampuan mencetak gol dari situasi bola mati tetap menjadi senjata berbahaya. Kehadirannya juga dinilai mampu menarik perhatian pemain lawan sehingga membuka ruang bagi rekan setimnya.
Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa timnas Argentina perlu mulai membiasakan diri bermain tanpa Messi. Proses regenerasi dianggap penting agar tim tidak terlalu bergantung pada satu pemain. Namun, proses itu disebut tidak harus dilakukan secara terburu-buru, terutama jika Messi masih mampu tampil kompetitif.
Fokus pada Kompetisi Berjalan
Saat ini Messi masih aktif bermain di level klub dan terus menjaga kondisi fisiknya. Ia disebut menjalani program latihan khusus untuk mempertahankan kebugaran di usianya yang tidak lagi muda. Manajemen timnas Argentina juga dikabarkan terus memantau perkembangan kondisi Messi sebelum menentukan pemanggilan berikutnya.
Terlepas dari keputusan yang akan diambil, perjalanan Messi bersama timnas Argentina telah meninggalkan jejak yang sulit dilupakan. Dari pemain muda berbakat yang dianggap gagal membawa gelar, ia menjelma menjadi kapten yang mengantar Argentina kembali ke puncak dunia. Jika memang ego dan hatinya masih ingin terus membela timnas, publik Argentina tentu berharap keinginan itu bisa terwujud tanpa mengorbankan kepentingan tim.
Komentar (0)