Perjalanan Messi bersama tim nasional dimulai pada 17 Agustus 2005. Saat itu ia baru berusia 18 tahun. Ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan melawan Hungaria di Budapest. Debut itu berlangsung singkat dan pahit: ia menerima kartu merah hanya beberapa menit setelah masuk lapangan. Tidak ada yang menyangka bahwa awal yang kelam itu akan berkembang menjadi salah satu karier internasional paling gemilang dalam sejarah sepak bola.
Dari Debut Pahit Menuju Puncak Dunia
Messi kemudian menjadi tulang punggung Argentina selama dua dekade. Ia menjalani sembilan turnamen besar, mulai dari Piala Dunia 2006 di Jerman hingga Piala Dunia 2022 di Qatar. Di antara rentang waktu itu, ia merasakan empat final Copa America dan satu final Piala Dunia yang berakhir dengan kekecewaan sebelum akhirnya mencapai puncak.
Kegagalan di final Copa America 2007, 2015, dan 2016 sempat membuat Messi menyatakan pensiun dari tim nasional pada 2016. Keputusan itu bertahan hanya beberapa minggu sebelum ia kembali mengenakan kostum biru-putih. Kembalinya Messi menjadi titik balik yang mengantar Argentina ke era kejayaan.
Gelar pertama datang pada Copa America 2021 di Brasil. Argentina mengalahkan tuan rumah di final melalui gol tunggal Angel Di Maria. Trofi itu mengakhiri puasa gelar senior Argentina selama 28 tahun sekaligus menghapus beban psikologis yang lama membayangi generasi Messi.
Qatar 2022 dan Penutup yang Sempurna
Puncak karier internasional Messi terjadi di Piala Dunia 2022. Ia membawa Argentina juara setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti di Stadion Lusail. Messi mencetak dua gol dalam laga final yang berakhir 3-3 selama 120 menit. Ia juga menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di babak penyisihan, babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu edisi Piala Dunia.
Sepanjang turnamen itu, Messi mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2014. Trofi Piala Dunia melengkapi koleksi gelarnya dan menempatkannya sejajar dengan Diego Maradona dalam hati publik Argentina.
Rekor demi Rekor dalam Angka
Dalam total 191 penampilan bersama Argentina, Messi mencetak lebih dari 110 gol. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina, melampaui rekor Gabriel Batistuta yang bertahan selama bertahun-tahun. Messi juga memegang rekor penampilan terbanyak bersama La Albiceleste.
Di level Copa America, Messi menjadi pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Ia juga tercatat sebagai pencetak assist terbanyak dalam satu edisi Copa America, dengan lima assist pada 2021. Di Piala Dunia, ia menjadi pemain Argentina pertama yang mencetak gol di empat edisi berbeda: 2006, 2014, 2018, dan 2022.
Messi juga memegang rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak untuk Argentina dalam laga resmi FIFA, termasuk kualifikasi Piala Dunia dan turnamen kontinental. Angka-angka itu menegaskan konsistensinya selama lebih dari dua dekade di level tertinggi.
Lebih dari Sekadar Statistik
Warisan Messi bagi Argentina tidak hanya diukur dari gol dan assist. Ia menjadi simbol ketekunan generasi yang berkali-kali gagal sebelum akhirnya berhasil. Kapten tim sejak 2011 itu dikenal sebagai pemimpin yang tenang, jarang melontarkan kritik terbuka, dan lebih banyak berbicara melalui permainan.
Pengaruhnya juga terasa di luar lapangan. Kehadiran Messi meningkatkan nilai komersial tim nasional Argentina, menarik perhatian sponsor global, dan mendorong minat terhadap sepak bola Argentina di berbagai belahan dunia. Banyak pemain muda Argentina menyebut Messi sebagai alasan utama mereka menekuni sepak bola.
Setelah Piala Dunia 2022, Messi sempat menyatakan bahwa Qatar kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Meski demikian, ia tetap membela Argentina di Copa America 2024 dan membantu timnya mempertahankan gelar. Pada usia yang tidak lagi muda untuk ukuran pemain sepak bola, ia masih menjadi pemain kunci dalam skema tim.
Penutup Sebuah Era
Dua puluh satu tahun bersama Argentina adalah rentang waktu yang luar biasa dalam sepak bola modern. Messi mengalami hampir semua yang bisa dialami seorang pemain: debut pahit, kekalahan di final, kritik publik, pensiun singkat, hingga akhirnya mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.
Ketika ia akhirnya memutuskan berhenti dari tim nasional, Argentina tidak hanya kehilangan seorang kapten dan pencetak gol. Mereka kehilangan sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah sepak bola negara itu. Namun rekor dan angka yang ditinggalkan Messi akan bertahan jauh lebih lama daripada kariernya sendiri.
Bagi Argentina, Messi bukan sekadar pemain terbaik yang pernah mereka miliki. Ia adalah bukti bahwa kesabaran, kerja keras, dan ketahanan terhadap tekanan bisa mengubah nasib sebuah generasi. Dua puluh satu tahun, ratusan pertandingan, puluhan rekor, dan satu trofi Piala Dunia menjadi ringkasan yang tidak akan pernah pudar dalam sejarah La Albiceleste.
Komentar (0)