14, 2026
Gaya Hidup

Kapal Pinisi Angkut 30 Orang Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Wisatawan Hilang

Kapal pinisi Feronia tenggelam di TN Komodo, membawa 25 wisatawan. Satu wisatwan domestik masih hilang, 24 lainnya berhasil dievakuasi.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapal Pinisi Angkut 30 Orang Tenggelam di Labuan Bajo, 1 Wisatawan Hilang

Tragedi di Perairan Labuan Bajo: Kapal Pinisi Terbalik, Seorang Wisatawan Hilang

Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kembali diwarnai insiden pelayaran yang menelan korban. Sebuah kapal pinisi yang mengangkut sekitar 30 orang dilaporkan tenggelam pada Selasa, 28 Januari 2025. Hingga berita ini diturunkan, satu orang wisatawan dinyatakan masih hilang dan tengah dalam pencarian intensif tim gabungan.

Insiden tersebut terjadi saat kapal tengah melintasi perairan yang dikenal memiliki arus cukup kuat, tak jauh dari kawasan wisata Taman Nasional Komodo. Informasi awal menyebutkan kapal berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju salah satu destinasi pulau di kawasan tersebut. Nahas, di tengah perjalanan, cuaca buruk dan gelombang tinggi diduga menjadi pemicu utama terbaliknya kapal.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kapal pinisi tersebut mulai oleng saat dihantam gelombang besar dari sisi lambung. Air laut dengan cepat masuk ke dalam badan kapal, menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena penumpang yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan perahu karet darurat.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian begitu laporan diterima. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) difokuskan pada titik koordinat terakhir kapal terlihat. Hingga malam hari, sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan dan syok berat. Mereka langsung dilarikan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Namun, satu orang wisatawan berinisial A (32) asal Jakarta belum ditemukan. Tim SAR masih menyisir perairan sekitar dengan menggunakan kapal patroli dan perahu karet, dibantu alat pencarian bawah air. Kondisi gelombang yang masih tinggi menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Pihak berwenang belum dapat memastikan kondisi korban hilang, namun upaya maksimal terus dilakukan dengan memperluas area pencarian.

Faktor Cuaca dan Kelayakan Kapal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur. Gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter dilaporkan berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan, termasuk sekitar Labuan Bajo. Peringatan ini seharusnya menjadi acuan bagi para operator kapal wisata untuk lebih berhati-hati sebelum melaut.

Pertanyaan mengenai kelayakan kapal dan prosedur keselamatan pun mencuat. Sejumlah pihak mendesak adanya investigasi menyeluruh terkait standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran wisata di kawasan tersebut. Apakah kapal membawa jumlah pelampung yang memadai, apakah ada alat komunikasi darurat yang berfungsi, serta apakah izin berlayar masih berlaku menjadi poin-poin yang akan diperiksa oleh otoritas terkait.

Kepala Kantor SAR Maumere, yang memimpin operasi pencarian, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk menemukan korban hilang. "Kami mengerahkan tim penyelam dan memperluas radius pencarian. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban dalam kondisi apapun," ujarnya saat ditemui di posko pencarian.

Dampak bagi Industri Pariwisata Labuan Bajo

Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia. Insiden ini menjadi pukulan tersendiri bagi industri pariwisata setempat, terutama menjelang musim kunjungan wisatawan yang biasanya meningkat pada pertengahan tahun. Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, dan selalu memicu kekhawatiran akan keselamatan transportasi laut di kawasan wisata.

Pelaku usaha wisata berharap agar insiden ini tidak menurunkan kepercayaan wisatawan secara signifikan. Mereka mendorong adanya peningkatan pengawasan dan sertifikasi bagi kapal-kapal wisata, termasuk pelatihan keselamatan bagi kru kapal. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administratif.

Sementara itu, keluarga korban yang masih hilang terus berharap akan kabar baik. Mereka meminta pemerintah dan tim SAR untuk tidak menghentikan pencarian hingga ada kepastian. Pihak keluarga juga meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap pelayaran wisata.

Imbauan dan Langkah Lanjutan

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan melakukan audit terhadap kapal pinisi yang tenggelam. Audit ini mencakup pemeriksaan dokumen, fisik kapal, serta wawancara dengan kapten dan kru yang selamat. Hasil audit akan menentukan apakah ada pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh operator.

Pemerintah daerah Labuan Bajo juga diminta untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran wisata. Pengelolaan kapal pinisi yang selama ini menjadi ikon wisata di kawasan tersebut harus diiringi dengan standar keselamatan yang tidak bisa ditawar. Wisatawan diimbau untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca dan memilih operator yang memiliki reputasi baik serta peralatan keselamatan yang lengkap.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian korban masih berlangsung. Cuaca di perairan Labuan Bajo dilaporkan berangsur membaik, namun gelombang masih cukup tinggi. Tim SAR berharap dapat menemukan korban dalam waktu dekat. Masyarakat setempat juga diminta untuk bersatu membantu proses pencarian dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter