10, 2026
Nasional

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Korban Sandera Perompak Somalia

Polres Bogor evakuasi Piki Mutakim, ABK kapal kargo yang disandera perompak Somalia. Piki membutuhkan perawatan intensif pascatrauma di RS Polri.]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Korban Sandera Perompak Somalia

Kapolres Bogor Pimpin Evakuasi ABK Korban Sandera Perompak Somalia

Sebanyak 27 anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban sandera perompak Somalia di perairan Teluk Aden, akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Indonesia. Operasi evakuasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Polres Bogor AKBP Budi Santoso ini berlangsung sukses dan menghadirkan harapan baru bagi para keluarga korban yang sudah lama menunggu kepastian nasib anggota keluarganya.

Proses Evakuasi yang Panjang dan Penuh Tantangan

Proses evakuasi para ABK Kapal MV ABC yang dibajak perompak Somalia pada Maret 2022 lalu memakan waktu hampir dua tahun. Selama periode tersebut, para ABK hidup dalam kondisi yang tidak menentu, menjadi sandera di tengah lautan luas dengan ancaman senjata tajam dari perompak yang tidak mempunyai belas kasihan.

Tim negosiasi yang dibentuk pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berupaya keras untuk membebaskan para ABK. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari negosiasi langsung dengan perompak hingga melibatkan pihak ketiga yang dipercaya. Kapolres Bogor AKBP Budi Santoso yang ditunjuk sebagai ketua tim evakuasi menjelaskan bahwa proses ini penuh dengan hambatan.

Peran Penting Kepolisian dalam Penyelesaian Krisis

Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan peran pentang Kepolisian Republik Indonesia dalam penyelesaian krisis yang melibatkan WNI. Tim evakuasi yang dipimpin Kapolres Bogor bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Satgas Maritim, dan pihak berwenang setempat di Somalia.

Para ABK yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta untuk mendapat perawatan medis. Mereka menunjukkan kondisi fisik yang kurang membaik, namun secara psikologis masih membutuhkan pendampingan khusus dari tim psikolog.

Reaksi Keluarga ABK dan Pemerintah

Keberhasilan evakuasi ini disambut gembira oleh para keluarga ABK yang selama ini menunggu di Indonesia. Rudi (45), istri salah seorang ABK, tidak bisa menahan air matanya saat mendapat kabar bahwa suaminya akan segera pulang.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah tetap komitmen untuk melindungi WNI di luar negeri. Keberhasilan evakuasi ini adalah bukti nyata komitmen tersebut.

Tantangan Mendatang untuk Perlindungan ABK

Meski keberhasilan evakuasi ini menjadi kabar baik, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya perlindungan ABK. Banyak kapal Indonesia yang masih melintasi perairan rawan bajak laut, terutama di Teluk Aden dan perairan Afrika Timur.

Para ABK yang berhasil dievakuasi saat ini masih menjalani proses rehabilitasi di Indonesia. Mereka akan dibekali keterampilan dan mental untuk kembali berlayar, dengan harapan kejadian tragis seperti ini tidak akan terulang kembali di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter