26, 2026
Nasional

Karhutla Melanda Pulau Jawa, BNPB Ungkap Titik Api

BNPB masih terus memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat dan Jawa Tengah]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Karhutla Melanda Pulau Jawa, BNPB Ungkap Titik Api

Karhutla Melanda Pulau Jawa, BNPB Ungkap Titik Api

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin memprihatinkan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendeteksi setidaknya 42 titik api yang tersebar di berbagai provinsi di pulau terpadat di Indonesia ini.

Suharyanto menjelaskan bahwa sebagian besar titik api tersebut berlokasi di Provinsi Jawa Tengah dengan 15 titik, diikuti oleh Jawa Timur dengan 12 titik, Jawa Barat dengan 8 titik, dan DIY serta Banten masing-masing 3 dan 4 titik. "Kondisi ini menjadi perhatian serius kami. Kita harus bersama-sama mencegah agar karhutla tidak membesar dan menimbulkan dampak yang lebih luas," ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (15/9).

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Keberadaan puluhan titik api ini telah berdampak langsung terhadap kualitas udara di sekitar wilaya terdampak. Data dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa wilayah telah mencapai kategori tidak sehat, bahkan berpotensi sangat tidak sehat.

"Kita melihat peningkatan signifikan partikel PM10 dan PM2.5 di udara, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik api tinggi. Ini tentu berisiko bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang sudah menderita penyakit paru-paru," jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Selain dampak kesehatan, kebakaran hutan dan lahan juga mengancam keanekaragaman hayati di Pulau Jawa. Sejumlah area konservasi dan hutan lindung berada dalam status siaga darurat akibat risiko kebakaran yang meningkat.

Upaya Penanggulangan yang Dilakukan

BNPB telah mengaktifkan tim tanggap darurat karhutla di tingkat nasional dan regional. Tim terdiri dari personel dari TNI/Polri, Basarnas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak terkait lainnya. "Kita telah menyiapkan sebanyak 1.500 personel untuk diterjunkan ke lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran. Selain itu, kita juga memiliki 50 unit mobil pemadam kebakaran dan 10 pesawat air bombing siaga di beberapa pangkalan udara," jelas Suharyanto.

Pemerintah juga meminta seluruh pemerintah daerah, terutama di Jawa, untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kita meminta bupati/wali kota untuk mengaktifkan posko-posko pengendalian karhutla di tingkat desa/kelurahan. Pemantauan harus dilakukan secara rutin terutama pada siang hari ketika suhu cenderung tinggi dan kelembaban udara rendah," tambahnya.

Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Untuk mencegah penyebaran api, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran. "Kita meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah di area terbuka, tidak melakukan pembakaran lahan untuk pertanian, dan berhati-hati dalam menggunakan api terbuka, terutama saat cuaca kering," ujar Muhari.

BNPB juga melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan cara pencegahannya. Program ini melibatkan elemen masyarakat seperti kelompok tani, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan di tingkat desa.

Proyeksi Cuaca dan Peringatan Dini

Berdasarkan proyeksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pulau Jawa diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang berlangsung hingga November mendatang. Kondisi ini akan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Kita meminta seluruh pihak untuk tetap waspada. Meskipun saat ini jumlah titik api belum mencapai level darurat, potensi bahaya tetap ada. Kita harus bersiap-siap dengan baik," pungkas Suharyanto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter