05, 2026
Nasional

Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba untuk Pesta Masuk Rutan

Rutan Depok menyelidiki dugaan pesta narkoba oleh 22 napi dan 2 petugas. Karutan Ario mengungkap cara narkoba untuk pesta itu masuk ke rutan.]]>

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karutan Depok Ungkap Cara Narkoba untuk Pesta Masuk Rutan

Karutan Depok Ungkap Modus Penyelundupan Narkoba untuk Pesta di Dalam Rutan

Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIA Depok mengungkap sejumlah modus penyelundupan narkoba yang diduga digunakan untuk keperluan pesta di dalam rutan. Pengungkapan ini menjadi perhatian serius mengingat rutan seharusnya menjadi tempat pembinaan dan pengawasan ketat, bukan ruang yang bisa diakses untuk peredaran barang terlarang.

Menurut keterangan Karutan Depok, narkoba tidak masuk ke dalam rutan melalui jalur utama seperti kunjungan biasa. Sebaliknya, penyelundupan dilakukan dengan berbagai cara yang memanfaatkan kelengahan prosedur dan celah pengawasan. Beberapa modus yang terungkap melibatkan barang-barang yang tampak sehari-hari, seperti makanan, pakaian, hingga alat komunikasi yang diselundupkan ke dalam sel.

Modus Penyelundupan yang Terungkap

Salah satu modus yang diungkap adalah penyelundupan melalui paket makanan yang dikirim keluarga atau pihak luar. Narkoba dikemas rapi dan disisipkan ke dalam makanan olahan, seperti bakso, tahu, atau kue, sehingga sulit dideteksi secara kasat mata. Petugas yang melakukan pemeriksaan rutin sering kali hanya memeriksa tampilan luar tanpa membongkar seluruh isi makanan.

Modus lain yang mencuat adalah pemanfaatan jasa titipan antar-jemput, di mana barang diselundupkan melalui celah pagar atau dinding rutan yang kurang terawasi. Ada pula dugaan keterlibatan oknum petugas yang membantu meloloskan barang terlarang dengan imbalan tertentu. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan oknum, Karutan menyatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya jaringan internal yang bekerja sama dengan pihak luar.

Pesta Narkoba di Dalam Rutan

Dari sejumlah penyelundupan yang berhasil digagalkan, ditemukan indikasi bahwa narkoba tersebut tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk keperluan pesta di dalam rutan. Pesta ini biasanya dilakukan pada malam hari atau saat jam kunjungan berakhir, ketika pengawasan dianggap lebih longgar. Barang bukti yang diamankan mencakup jenis sabu dan obat-obatan terlarang yang dikemas dalam dosis kecil agar mudah disembunyikan.

Karutan Depok menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan, termasuk razia mendadak ke sel-sel hunian, pemeriksaan badan secara berkala, serta pengetatan prosedur penerimaan barang. Langkah ini diambil untuk memutus rantai penyelundupan yang selama ini meresahkan.

Respons dan Langkah Penguatan Pengamanan

Pengungkapan ini memicu respons dari berbagai pihak, termasuk pengamat pemasyarakatan yang menilai perlunya reformasi sistem pengawasan di rutan. Mereka menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti metal detector, body scanner, dan kamera pengawas dengan pemantauan jarak jauh, untuk menutup celah penyelundupan.

Selain itu, rotasi petugas secara berkala dinilai perlu untuk mencegah kedekatan berlebihan antara petugas dan penghuni rutan yang dapat berujung pada kolusi. Penguatan integritas petugas menjadi kunci agar rutan tidak lagi menjadi tempat peredaran narkoba.

Karutan Depok juga mengimbau keluarga penghuni untuk tidak mencoba menyelundupkan barang terlarang dalam bentuk apa pun. Pihaknya menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, termasuk proses hukum bagi pihak yang terbukti terlibat.

Dampak dan Harapan ke Depan

Terungkapnya modus ini menjadi peringatan bahwa problem peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan masih menjadi persoalan serius. Tanpa pengawasan yang ketat dan komitmen bersama, rutan berpotensi menjadi sarang peredaran narkoba yang justru memperburuk kondisi pembinaan narapidana.

Ke depan, penguatan sistem keamanan, transparansi pengelolaan, serta pengawasan dari lembaga eksternal diharapkan dapat menutup celah penyelundupan. Masyarakat pun diimbau berperan aktif melaporkan jika mengetahui adanya indikasi penyelundupan narkoba ke dalam rutan. Dengan begitu, rutan dapat kembali berfungsi sebagai tempat pembinaan yang aman dan bebas dari barang terlarang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter