22, 2026
Olahraga

Kata-kata Calvin Verdonk Usai Duel Lawan Victor Osimhen

Calvin Verdonk berhadapan dengan Victor Osimhen dalam laga Lille vs Galatasaray di Liga Champions tadi malam. Begini komentar bek Indonesia itu soal lawannya.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kata-kata Calvin Verdonk Usai Duel Lawan Victor Osimhen

Bek kiri Calvin Verdonk angkat bicara usai menjalani duel langsung melawan striker Victor Osimhen dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Pemain yang memperkuat NEC Nijmegen sekaligus menjadi andalan tim nasional Indonesia itu menilai pertemuannya dengan penyerang berkebangsaan Nigeria tersebut sebagai salah satu ujian terberat yang ia hadapi sepanjang kariernya. Verdonk mengaku sudah mempersiapkan diri secara khusus sebelum laga, terutama karena karakter permainan Osimhen yang dikenal agresif, cepat, dan sulit dijaga dalam situasi bola-bola panjang.

Duel Fisik yang Menguras Tenaga

Menurut Verdonk, duel melawan Osimhen menuntut konsentrasi penuh selama 90 menit. Ia menyebut sang striker memiliki kemampuan membaca ruang yang sangat baik, sehingga seorang bek tidak bisa lengah sedetik pun. "Dia pemain yang sangat kuat secara fisik dan pintar mencari posisi. Kalau kami kehilangan fokus sedikit saja, dia langsung memanfaatkannya," kata Verdonk.

Pemain berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa menjaga Osimhen bukan sekadar soal adu lari atau kekuatan tubuh. Ia harus membaca arah gerakan lawan, memperkirakan kapan sang striker akan menjemput bola, serta menjaga jarak yang tepat agar tidak mudah dilewati. Verdonk mengaku sempat kesulitan pada awal pertandingan ketika Osimhen beberapa kali bergerak ke sisi kiri pertahanan untuk mencari celah di antara bek tengah dan bek sayap.

"Di awal saya butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Dia sering berpindah posisi dan menarik bek keluar dari garis pertahanan. Setelah itu saya mencoba lebih disiplin menjaga jarak dan tidak terlalu cepat keluar," ujarnya.

Penilaian terhadap Kualitas Osimhen

Verdonk tidak segan memberi pujian kepada Osimhen. Ia menilai striker tersebut memiliki kombinasi atribut yang jarang dimiliki penyerang lain, yakni kecepatan, kekuatan udara, serta naluri mencetak gol yang tinggi. Menurutnya, kemampuan Osimhen bertahan dengan bola dan berbalik menghadap gawang membuat para bek harus selalu waspada.

"Yang membuatnya sulit dijaga adalah dia tidak hanya menunggu bola di kotak penalti. Dia ikut turun, menjaga bola, lalu berlari ke ruang kosong. Itu membuat bek harus berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan," jelas Verdonk.

Meski demikian, Verdonk menegaskan bahwa pengalaman tersebut justru menjadi bahan pembelajaran berharga. Ia mengaku mendapat gambaran lebih jelas tentang standar permainan level tertinggi, khususnya dalam menghadapi penyerang kelas dunia yang terbiasa bermain di kompetisi elite Eropa.

Evaluasi Performa Pribadi

Selain membahas lawan, Verdonk juga melakukan evaluasi terhadap penampilannya sendiri. Ia menilai masih ada beberapa momen di mana ia terlambat mengambil posisi, terutama saat Osimhen menerima bola di area pertahanan. Verdonk menyebut dirinya perlu meningkatkan kemampuan antisipasi dan komunikasi dengan rekan-rekan di lini belakang.

"Saya selalu menilai diri sendiri setelah pertandingan. Ada beberapa situasi yang seharusnya bisa saya tangani lebih baik. Saya akan melihat rekaman pertandingan bersama pelatih untuk memperbaiki itu," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama kolektif dalam meredam pergerakan striker sekelas Osimhen. Menurut Verdonk, seorang bek tidak bisa bekerja sendirian, karena penyerang dengan kualitas tinggi akan selalu mencari celah di antara pemain bertahan. Koordinasi dengan gelandang bertahan dan rekan di lini belakang menjadi kunci agar ruang gerak lawan bisa dibatasi.

Fokus Selanjutnya bersama Tim Nasional

Usai laga tersebut, Verdonk mengalihkan fokusnya ke agenda bersama tim nasional Indonesia. Ia menyatakan pengalaman menghadapi penyerang kelas dunia akan ia bawa sebagai bekal untuk memperkuat lini pertahanan Skuad Garuda. Menurutnya, setiap duel melawan pemain top memberi pelajaran baru yang bisa diterapkan dalam pertandingan internasional.

"Setiap pengalaman seperti ini membuat saya lebih siap. Di tim nasional, saya ingin membawa hal-hal positif yang saya pelajari, terutama soal disiplin posisi dan membaca pergerakan lawan," kata Verdonk.

Ia juga berharap performanya bersama klub maupun tim nasional dapat terus berkembang. Verdonk menyadari persaingan di sektor bek kiri cukup ketat, sehingga konsistensi penampilan menjadi syarat utama agar tetap dipercaya tampil di laga-laga penting.

Duel melawan Osimhen sendiri menjadi salah satu sorotan pengamat, mengingat perbedaan level kompetisi yang dijalani kedua pemain. Bagi Verdonk, pertemuan itu bukan sekadar ajang adu kemampuan, melainkan kesempatan mengukur sejauh mana kapasitasnya sebagai bek yang terbiasa bermain di Eredivisie. Ia menegaskan tidak gentar menghadapi penyerang besar dan justru menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter