30, 2026
Nasional

Kebakaran Apartemen Teluk Intan Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kebakaran Apartemen Teluk Intan Jakut Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebuah kebakaran hebat melanda Apartemen Teluk Intan yang berlokasi di wilayah Jakarta Utara pada Rabu (15/3) dini hari. Api yang konon berasal dari korsleting listrik berhasil menghanguskan puluhan unit apartemen dan menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah warga mengalami luka ringan akibat panas api dan asap tebal yang menyelimati gedung.

Kebakaran bermula sekitar pukul 01.30 WIB di lantai 12 apartemen yang memiliki 20 lantai tersebut. Menurut saksi mata, api pertama kali terlihat menyala dari salah satu unit apartemen di lantai tersebut sebelum dengan cepat menyebar ke unit-unit lainnya karena adanya angin kencang yang bertiup pada malam tersebut.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Surya Pratama, mengatakan bahwa tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah mendapat laporan. "Ketika tiba, api sudah berkobar cukup tinggi dan menyebabkan warga panik. Kami segera melakukan evakuasi warga dan upaya pemadaman," ujarnya.

Kronologi dan Penyebab Diduga Korsleting Listrik

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Priok, Kompol Ahmad Yani, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu unit apartemen. "Kita menemukan indikasi bahwa korsleting terjadi pada instalasi listrik di dalam kamar tidur korban. Dugaan sementara adalah adanya overload atau beban listrik yang melebihi kapasitas instalasi," jelasnya.

Surya Pratama dari Gulkarmat menambahkan bahwa gedung apartemen tersebut memiliki beberapa masalah terkait sistem keamanan kebakaran. "Tim kami menemukan bahwa beberapa alat pemadam kebakaran portabel (APAR) sudah kadaluarsa dan sistem hidran air (sprinkler) tidak berfungsi dengan optimal. Ini membuat penanganan api semakin sulit," tuturnya.

Ketika kebakaran terjadi, banyak warga yang sedang tidak dan baru sadar setelah mendengar teriakan dan melihat api menyala. Beberapa warga berhasil menyelamatkan diri dengan turun menggunakan tangga darurat, namun sebagian lain terjebak di dalam unit apartemen mereka dan harus dievakuasi tim pemadam kebakaran.

Evakuasi dan Korban

Proses evakuasi warga berlangsung cukup sulit mengingapi gedung yang sudah dilalap api dan asap tebal. Sebanyak 120 warga berhasil dievakuasi dengan selamat. Dari jumlah tersebut, 8 orang mengalami luka ringan akibat terkenas asap dan luka lecet saat turun dari gedung. Mereka langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat perawatan.

"Saya panik sekali ketika melihat api menyala dari luar jendela. Waktu itu sedang tidar dan terbangun karena ada bau asap. Saya langsung mencari jalan keluar, tapi semua koridor sudah dipenuhi asap. Akhirnya saya bisa diselamatkan tim pemadam yang membawa alat pernafasan," kata salah satu warga yang berhasil selamat, Budi (45).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jakarta Utara, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya akan segera melakukan inspeksi ke seluruh apartemen di wilayahnya. "Kami akan melakukan pengecekan kelayakan gedung, terutama terkait sistem keamanan kebakaran. Untuk apartemen Teluk Intan, kami akan mengecek kelayakan izin bangunan dan kepatuhan terhadap peraturan kebakaran," ujarnya.

Kerugian dan Tindakan Lanjutan

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sebanyak 50 unit apartemen rusak berat dan tak layak huni, sedangkan 30 unit lainnya mengalami kerusakan ringan. Para pemilik apartemen yang terkena dampak kebakaran akan dievakuasi sementara ke aula pertemuan gedung dan beberapa hotel di sekitarnya.

Plt. Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, sudah meninjau lokasi kebakaran pada pagi harinya. I menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan membantu para korban kebakaran. "Kami akan membantu para pemilik apartemen yang terkena dampak. Ada beberapa program bantuan yang bisa kami berikan, mulai dari bantuan sementara hingga perbaikan unit yang rusak," ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah provinsi Jakarta akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak manajemen apartemen dan asosiasi pengembang perumahan. "Kami akan menyusun aturan yang lebih ketat terkait keamanan listrik dan sistem kebakaran di gedung bertingkat," tambah Heru Budi Hartono.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan secara pasti penyebab kebakaran. "Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap TKP. Hasilnya akan kami umumkan dalam beberapa hari ke depan," kata Surya Pratama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter