30, 2026
Teknologi

Potret Kim Jong Un Sidak Pabrik Senjata Korut: Genjot Drone-Pakai AI

Dalam kunjungan tersebut menggarisbawahi upaya berkelanjutan Pyongyang untuk memperluas dan memodernisasi produksi senjatanya.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Kim Jong Un Sidak Pabrik Senjata Korut: Genjot Drone-Pakai AI

Kim Jong Un Tinjau Langsung Produksi Drone Teknologi Tinggi di Korut

Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, melakukan inspeksi mendadak di fasilitas produksi drone militer negara tersebut untuk memastikan perkembangan teknologi senjata canggih berbasis kecerdasan buatan (AI). Kunjungan ini menunjukkan prioritas tinggi yang diberikan pemerintah Korut untuk mengembangkan sistem drone otonom yang dapat mengimbangi keunggulan teknologi militer negara-negara lain.

Dilansir dari kantor berita resmi Korut, Rodong Sinmun, Kim Jong Un mengunjungi pabrik yang tidak disebutkan namanya pada akhir pekan lalu. Selama kunjungan tersebut, pemimpin Korut meninjau ber jenis drone mulai dari model pengintai hingga drone serang yang dilengkapi dengan teknologi AI untuk navigasi dan identifikasi target.

Fokus pada Teknologi Drone Berbasis AI

Dalam kunjungan tersebut, Kim Jong Un menekankan pentingnya mengembangkan drone dengan kemampuan otonom tinggi. "Pengembangan drone berbasis AI adalah prioritas absolut dalam membangun kekuatan pertahanan kita," ujar Kim seperti dilansir Rodong Sinmun.

Sumber di Korut menyatakan bahwa drone yang sedang dikembangkan memiliki kemampuan untuk mengenali target secara otonom, membuat keputusan taktis, dan bahkan menghindari sistem pertahanan musuh. Beberapa drone yang ditunjukkan kepada Kim dilaporkan mampu terbang dalam formasi yang terkoordinasi tanpa intervensi operator manusia.

Inspektur militer senior yang mendampingi Kim selama kunjungan tersebut menjelaskan bahwa penggunaan AI akan meningkatkan kemampuan drone Korut secara signifikan, terutama dalam menghadapi sistem pertahanan udara yang semakin canggij dari negara-negasa musuh.

Respon Terhadap Ancaman Eksternal

Analisis mengaitkan kunjungan Kim Jong Un ini dengan meningkatnya ancaman dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Korut secara teratur menghadapi latihan militer gabungan antara Korsel dan AS yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan negara.

"Pengembangan drone otonom adalah cara Korut untuk mengimbangi keunggulan teknologi militer AS dan Korsel," ujar analis pertahanan dari Institut Studi Asia Timur. "Dengan drone berbasis AI, Korut berharap dapat memperluas kemampuan serang mereka tanpa harus mengandalkan jumlah besar personel militer."

Selama kunjungan, Kim Jong Un juga meninjau produksi komponen elektronik yang digunakan dalam drone, menunjukkan bahwa negara tersebut sedang berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor teknologi asing.

Peningkatan Kapasitas Produksi Dalam Negeri

Sumber di Korut menyatakan bahwa pabrik yang dikunjungi Kim telah meningkatkan produksi secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. "Kami sekarang mampu memproduksi drone dalam jumlah yang lebih besar dengan kualitas yang lebih baik," kata salah sepejabat militer yang tidak disebutkan namanya.

Kunjungan ini juga menyoroti upaya Korut untuk membangun industri pertahanan yang mandiri. Meskipun menghadapi sanksi internasional yang berat, Korut terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi militer domestik, termasuk drone dan sistem senjata canggih lainnya.

Beberapa drone yang ditunjukkan kepada Kim dilaporkan telah diuji dalam kondisi lapangan dan telah menunjukkan hasil yang memuaskan dalam pengujian navigasi dan identifikasi target. Drone-drone ini diharapkan akan menjadi bagian penting dari arsenal militer Korut dalam waktu dekat.

Kim Jong Un menutup kunjungan dengan instruksi agar produksi drone dipercepat dan teknologi AI terus dikembangkan. "Kita harus menjadi pemimpin dalam teknologi drone militer," tegasnya. "Kemajuan ini akan menjamin keamanan jangka panjang negara kita."

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter