Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Sopir Ditangkap
Tragedi mengerikan menimubar di Jalan Raya Bekasi-Jakarta, tepatnya di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026). Sebuah truk molen terlibat kecelakaan berat yang menewaskan enam orang dan melukai puluhan korban lainnya. Sopir truk yang diduga nekat melaju di atas kecepatan yang ditetapkan akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat arus lalu lintas menuju Jakarta sedang padat. Menurut keterangan saksi mata, truk molen yang dikemudikan oleh Supriyanto (45) tiba-tiba kehilangan kontrol dan menabrak beberapa kendaraan roda dua dan roda empat yang sedang berhenti atau melaju di depannya.
Kronologi Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Budi Santoso menjelaskan kronologi lengkap kejadian tersebut. Menurutnya, truk molen bernomor polisi B 1234 XYZ sedang melaju dari arah Bekasi menuju Jakarta. "Sopir truk tersebut diduga mengantuk atau kelelahan sehingga kendaraannya tidak bisa dikendalikan dengan baik," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di lokasi kejadian.
Truk yang membawa beban material bangunan tersebut menabrak belasan kendaraan di sepanjang jalan. Mobil sedan yang sedang membawa keluarga tiba-tiba dihantam bagian belakang oleh truk yang berkecepatan tinggi. Selain itu, sejumlah pengendara sepeda motor juga ikut terseret dan terlindas roda truk yang berat.
"Korban tewas terdiri dari tiga orang di dalam mobil sedan, dua pengendara sepeda motor, dan seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan," jelas Budi. Ia menambahkan bahwa selain enam korban tewas, ada 15 korban luka-luka yang telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat, RSUD Bekasi, RS Hermina, dan RS Pondok Indah.
Tanggapan Kepolisian
Tim penyidik Polres Metro Bekasi segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. "Sopir truk berhasil kita amankan di sekitar lokasi kejadian setelah sempat kabur. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya," ujar Kasat Lantas.
Polisi juga menyita Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Registrasi (STR) truk untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Diduga sopir truk telah melanggar batas kecepatan karena kondisi jalan yang sedang macet. "Kita akan memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi untuk mengetahui dengan jelas penyebab kecelakaan ini," tambah Budi.
Korban dan Evakuasi
Korban terberat didominasi pengendara mobil sedan yang hancur parah akibat ditabrak truk. Korban yang tewas dalam mobil tersebut adalah keluarga yang hendak menghadiri acara pernikahan di Jakarta. Sementara itu, korban luka-luka masih dirawat intensif di ruang perawatan beberapa rumah sakit.
Tim evakuasi dari BPBD Kota Bekasi dan Basarnas juga turun membantu proses evakuasi korban. "Kita mendapat laporan kejadian sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung mengirimkan tim untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan puing-puing di lokasi kejadian," kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Ahmad Fauzi.
Dampak Lalu Lintas
Kejadian ini membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Bekasi-Jakarta macet total. Para pengendara yang terjebak macet pun akhirnya memilih menggunakan jalan alternatif untuk melanjutkan perjalanan. Hingga pukul 20.00 WIB, puing-puing kendaraan yang telah dipindahkan dan lokasi kejadian sudah dibuka untuk lalu lintas.
Komentar Pejabat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Bekasi. "Kami menyayangi korban yang tewas dan berharap korban luka-luka segera sembuh. Pemerintah provinsi akan membantu penanganan korban dan keluarga yang terdampak," ujarnya melalui keterangannya.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan menghindari daerah kejadian agar tidak mengganggu proses evakuasi dan penyelidikan. "Kami sudah menginstruksikan Satpol PP untuk membantu mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian," tambahnya.
Dalam kejadian serupa pada tahun 2025, sebanyak delapan orang tewas akibat tabrakan truk dengan bus di jalur yang sama. Pihak berwenang berencana untuk melakukan evaluasi terkait keamanan di jalur protokal tersebut.
Komentar (0)