04, 2026
Teknologi

Kekalahan Terburuk dalam Sejarah Kroasia

Kroasia dibantai habis-habisan oleh Inggris di rumah sendiri. Ini sekaligus menandai kekalahan terburuk dalam sejarah tim berjuluk Vatreni tersebut.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kekalahan Terburuk dalam Sejarah Kroasia

Jalannya Pertandingan

Kroasia, yang diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Luka Modric, Mateo Kovacic, dan Ivan Perisic, tampil mengecewakan sepanjang pertandingan. Wales membuka keunggulan melalui gol Harry Wilson pada menit ke-47. Gol tersebut berawal dari kesalahan lini belakang Kroasia yang gagal mengantisipasi bola silang jauh dari sisi kanan pertahanan.

Wales menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui gol Daniel James. Pemain sayap milik Leeds United itu memanfaatkan celah di sisi kiri pertahanan Kroasia dan melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dijangkau kiper Dominik Livakovic. Dua gol dalam rentang 13 menit itu menjadi pukulan telak yang tidak mampu dibalas Kroasia hingga peluit panjang berbunyi.

Statistik pertandingan menunjukkan Kroasia menguasai bola hingga 60 persen, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Tim asuhan Zlatko Dalic itu hanya melepaskan enam tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Wales, dengan penguasaan bola lebih sedikit, tampil lebih efektif dengan delapan tembakan dan lima di antaranya tepat sasaran.

Rekor Kelam dan Dampak Klasemen

Kekalahan ini menjadi yang terburuk bagi Kroasia dalam beberapa tahun terakhir, terutama jika dilihat dari ekspektasi yang menyertai tim peraih medali perunggu Piala Dunia 2022 tersebut. Dalam laga sebelumnya, Kroasia juga kalah 0-1 dari Turki di Split. Dua kekalahan beruntun itu membuat posisi mereka di Grup D semakin terancam.

Wales kini memuncaki klasemen sementara Grup D dengan koleksi 10 poin dari lima pertandingan. Turki menyusul di posisi kedua dengan sembilan poin, sementara Kroasia turun ke peringkat ketiga dengan tujuh poin dari lima laga. Armenia berada di posisi keempat dengan tujuh poin, sedangkan Latvia dan Wales menjadi penghuni dasar klasemen.

Dengan sisa tiga pertandingan, Kroasia wajib meraih kemenangan di semua laga tersisa untuk menjaga peluang lolos otomatis ke putaran final Piala Eropa 2024 di Jerman. Dua tim teratas di setiap grup berhak melaju langsung, sementara tim peringkat ketiga harus melalui jalur play-off.

Kritik dan Reaksi

Pelatih Zlatko Dalic mengakui penampilan timnya jauh dari standar. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pukulan berat bagi seluruh skuad dan pendukung. Dalic menilai para pemainnya kehilangan fokus pada momen-momen krusial, terutama saat transisi bertahan. Ia juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir yang membuat Kroasia gagal memanfaatkan penguasaan bola.

Kapten tim Luka Modric, yang tampil penuh dalam laga tersebut, menyatakan kekalahan itu tidak dapat diterima. Ia meminta rekan-rekannya segera melakukan evaluasi total sebelum pertandingan berikutnya. Modric menegaskan Kroasia masih memiliki peluang, tetapi peluang itu hanya bisa diraih dengan kerja keras dan perbaikan menyeluruh.

Media Kroasia menyebut hasil di Cardiff sebagai salah satu penampilan terburuk Vatreni dalam satu dekade terakhir. Sejumlah pengamat menilai regenerasi skuad menjadi persoalan mendesak karena sejumlah pemain inti sudah memasuki usia senja. Meski demikian, Dalic menegaskan tidak ada niat untuk meninggalkan jabatannya dan berkomitmen membawa Kroasia lolos ke putaran final.

Laga Penentu di Depan Mata

Kroasia akan menghadapi laga krusial melawan Armenia pada 12 Oktober 2023 di Stadion Maksimir, Zagreb. Kemenangan menjadi harga mati bagi Modric dan kawan-kawan untuk menjaga asa. Setelah itu, mereka akan menghadapi Wales pada 15 Oktober 2023 di kandang sendiri dalam laga ulangan yang menjadi peluang revans sekaligus penentu nasib.

Jika gagal meraih hasil maksimal, Kroasia berisiko absen dari putaran final Piala Eropa untuk pertama kalinya sejak 2000. Sejarah mencatat Kroasia selalu tampil di Piala Eropa sejak 2004 dan tidak pernah gagal lolos dalam lima edisi terakhir. Kegagalan tahun ini akan menjadi pukulan besar bagi salah satu negara dengan tradisi sepak bola kuat di Eropa Timur.

Wales, di sisi lain, semakin percaya diri menatap sisa kualifikasi. Pelatih Rob Page menyebut kemenangan atas Kroasia sebagai salah satu hasil terbaik dalam kariernya. Ia menilai timnya berhasil memanfaatkan kelemahan lawan dan menunjukkan efektivitas dalam menyerang. Wales kini berpeluang besar mengulang pencapaian lolos ke putaran final seperti pada 2016 dan 2020.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter