22, 2026
Nasional

Keluarga Buru Oknum yang Diduga Beri Obat dan Alkohol ke Aron Ashab hingga Harus Direhab

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2017/03/10/58c23bd5577e1-aron-ashab_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Keluarga Aron Ashab masih terus memburu sosok oknum yang diduga memberikan obat-obatan dan minuman beralkohol kepada Aron Ashab. Pemberian zat tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab Aron Ashab harus menjalani proses rehabilitasi. Hingga kini, upaya penelusuran yang dilakukan pihak keluarga belum menemukan titik terang mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.

Menurut keterangan pihak keluarga, penelusuran dilakukan dengan mengumpulkan berbagai informasi dari lingkungan pergaulan Aron Ashab. Keluarga menduga ada pihak tertentu yang sengaja memberikan obat-obatan dan minuman beralkohol, baik secara langsung maupun melalui perantara. Dugaan itu muncul setelah keluarga menelusuri sejumlah kejadian yang dialami Aron Ashab sebelum akhirnya ia harus menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Penelusuran dan Pengumpulan Keterangan

Pihak keluarga menyatakan tidak tinggal diam. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari menanyakan langsung kepada Aron Ashab, menghubungi rekan-rekan terdekat, hingga mendatangi tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi pemberian obat dan minuman beralkohol. Keluarga berharap keterangan yang terkumpul dapat menjadi petunjuk awal bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Keluarga menilai persoalan ini bukan sekadar perkara internal keluarga. Jika benar ada oknum yang memberikan obat-obatan dan minuman beralkohol kepada Aron Ashab, maka perbuatan tersebut berpotensi melanggar hukum. Karena itu, keluarga mendorong agar persoalan ini ditangani secara terbuka dan proporsional, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap siapa pun yang belum terbukti secara hukum.

Kondisi Aron Ashab dan Proses Rehabilitasi

Aron Ashab saat ini menjalani rehabilitasi. Proses tersebut dijalani sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi fisik maupun psikologisnya. Pihak keluarga menyebut rehabilitasi menjadi jalan yang harus ditempuh agar Aron Ashab dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

Selama masa rehabilitasi, keluarga berupaya memberikan pendampingan penuh. Dukungan moral, pengawasan terhadap lingkungan pergaulan, serta komunikasi intensif dengan pihak-pihak yang menangani proses pemulihan menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Keluarga memandang pemulihan tidak cukup hanya dengan perawatan medis, tetapi juga perlu didukung perubahan lingkungan sosial di sekitar Aron Ashab.

Pentingnya Dukungan Lingkungan Terdekat

Pendampingan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam proses rehabilitasi. Dukungan yang konsisten dari orang terdekat dapat membantu mempercepat pemulihan, sekaligus mengurangi risiko Aron Ashab kembali terpapar zat yang sama. Karena itu, keluarga meminta agar lingkungan sekitar turut memberikan ruang yang kondusif bagi proses pemulihan.

Dorongan Penyelidikan Hukum

Keluarga berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan pemberian obat-obatan dan minuman beralkohol tersebut. Menurut keluarga, penelusuran tidak cukup berhenti pada pengakuan atau keterangan lisan, tetapi perlu didukung bukti-bukti yang memadai. Bukti semacam itu dinilai krusial agar proses hukum dapat berjalan tanpa menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam konteks hukum di Indonesia, pemberian narkotika atau zat berbahaya kepada orang lain memiliki konsekuensi pidana. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur larangan memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan, hingga memberikan narkotika kepada orang lain tanpa hak. Sanksi pidana dapat dijatuhkan kepada pihak yang terbukti melakukan perbuatan tersebut.

Selain itu, apabila korban masih tergolong anak, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak memberikan perlindungan khusus. Regulasi tersebut menegaskan bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk dari penyalahgunaan zat adiktif. Pihak yang melibatkan anak dalam penyalahgunaan narkotika atau minuman beralkohol dapat dikenai sanksi yang lebih berat.

Tantangan Pembuktian

Meski demikian, proses pembuktian dalam perkara semacam ini tidak selalu mudah. Keterangan saksi, rekam jejak pergaulan, hingga bukti komunikasi menjadi elemen yang perlu dihimpun secara cermat. Keterbatasan bukti dapat membuat penyelidikan berjalan lambat. Oleh sebab itu, keluarga berharap ada perhatian serius dari aparat agar persoalan ini tidak berhenti di tengah jalan.

Keluarga juga membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki informasi untuk menyampaikan keterangan. Menurut keluarga, masukan dari masyarakat dapat membantu mempercepat penelusuran, terutama jika ada pihak lain yang pernah mengalami kejadian serupa.

Pelajaran bagi Pengawasan Remaja

Kasus yang menimpa Aron Ashab menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan remaja. Lingkungan pertemanan, akses terhadap minuman beralkohol, serta kemudahan memperoleh obat-obatan tanpa resep menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Keluarga berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada pemulihan Aron Ashab, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi banyak pihak. Penelusuran terhadap oknum yang diduga memberikan obat dan minuman beralkohol diharapkan dapat membuka jalan bagi penanganan yang lebih menyeluruh, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi keluarga.

Sampai saat ini, upaya penelusuran masih berlangsung. Keluarga menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada kejelasan mengenai siapa pihak yang diduga terlibat dalam pemberian obat-obatan dan minuman beralkohol kepada Aron Ashab.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter