13, 2026
Ekonomi

Kenneth DPRD DKI Dorong Konser Musik Internasional Digelar Rutin, UMKM Bisa Ikut Tumbuh

Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth apresiasi konser Avenged Sevenfold di Jakarta. Ia dorong kolaborasi untuk kembangkan industri kreatif dan peluang ekonomi.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kenneth DPRD DKI Dorong Konser Musik Internasional Digelar Rutin, UMKM Bisa Ikut Tumbuh

DPRD DKI Dorong Konser Musik Internasional Digelar Rutin untuk Dorong Pertumbuhan UMKM

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Kenneth, mendorong agar konser musik internasional dapat digelar secara rutin di Jakarta. Menurutnya, gelaran acara berskala global tersebut tidak hanya berdampak pada sektor hiburan, tetapi juga memberikan multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di ibu kota. Dorongan ini disampaikan Kenneth sebagai respons atas besarnya antusiasme masyarakat sekaligus potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap dari penyelenggaraan konser bertaraf internasional.

Kenneth menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan hiburan nasional. Dengan populasi yang besar, infrastruktur yang terus berkembang, serta aksesibilitas yang memadai, ibu kota dinilai mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai perhelatan musik kelas dunia secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan konser internasional secara rutin bukan sekadar soal prestise, melainkan bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah melalui sektor kreatif dan pariwisata.

Dampak Ekonomi Konser Internasional

Menurut Kenneth, setiap kali konser musik internasional digelar, ada rantai ekonomi yang ikut bergerak. Mulai dari sektor akomodasi seperti hotel dan penginapan, transportasi, kuliner, hingga pedagang kecil di sekitar venue. Penonton yang datang dari luar Jakarta, bahkan luar negeri, membutuhkan tempat menginap, makanan, dan transportasi. Kondisi ini secara langsung menciptakan permintaan baru yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.

Ia mencontohkan bagaimana gelaran konser besar biasanya mendorong okupansi hotel di sekitar lokasi acara, meningkatkan penjualan makanan dan minuman, serta membuka peluang bagi pedagang kaki lima dan usaha rumahan untuk menjual produk mereka. Kenneth menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan pelaku UMKM lokal dapat terlibat secara langsung, misalnya melalui penjualan merchandise, penyediaan katering, atau partisipasi dalam area bazar di sekitar venue konser.

"Jangan sampai gelaran internasional hanya dinikmati oleh penyelenggara besar. Pelaku UMKM harus ikut merasakan manfaatnya," ujar Kenneth dalam keterangannya. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan skema yang memungkinkan pelaku usaha kecil masuk ke dalam ekosistem acara, mulai dari perizinan, pembinaan, hingga akses terhadap ruang promosi.

Peluang bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kenneth menyoroti bahwa sektor UMKM di Jakarta memiliki keragaman produk yang kuat, mulai dari kuliner khas Betawi, fesyen, kerajinan, hingga produk kreatif digital. Jika difasilitasi dengan baik, kehadiran penonton dari berbagai daerah dan negara dapat menjadi pasar baru yang menjanjikan. Ia mendorong dinas terkait untuk menyusun program pendampingan bagi UMKM agar mampu memenuhi standar kualitas dan pelayanan yang dibutuhkan dalam acara berskala internasional.

Selain itu, Kenneth menilai konser internasional juga dapat menjadi ajang promosi budaya lokal. Dengan menampilkan elemen budaya Betawi dalam berbagai rangkaian acara, penonton asing dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya Jakarta. Hal ini disebutnya dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang memiliki identitas budaya yang kuat di tengah arus modernisasi.

Perlunya Dukungan Regulasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Untuk mewujudkan gelaran konser internasional secara rutin, Kenneth menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perhubungan, Dinas UMKM, hingga kepolisian dan pengelola venue. Ia menilai sinkronisasi jadwal, kesiapan infrastruktur, serta keamanan dan kenyamanan penonton menjadi faktor penentu keberhasilan.

Kenneth juga mendorong adanya kemudahan perizinan bagi penyelenggara acara, sepanjang tetap mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, regulasi yang mendukung akan membuat promoter internasional lebih tertarik memilih Jakarta sebagai lokasi konser. Dengan demikian, frekuensi acara dapat meningkat dan manfaat ekonominya lebih terasa bagi masyarakat luas.

Ia mengingatkan bahwa dampak positif ini perlu diimbangi dengan penanganan aspek lain, seperti kemacetan lalu lintas, pengelolaan sampah, dan ketertiban umum. Kenneth berharap setiap gelaran dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi warga yang tidak terlibat, namun tetap memberikan nilai tambah ekonomi bagi kota.

Harapan untuk Jakarta sebagai Kota Konser Kelas Dunia

Kenneth berharap Jakarta mampu memposisikan diri sebagai salah satu kota tujuan utama konser musik internasional di Asia Tenggara. Menurutnya, dengan pengelolaan yang profesional, ibu kota dapat bersaing dengan kota-kota besar lain yang sudah lebih dulu dikenal sebagai pusat hiburan global. Keberhasilan menggelar acara bertaraf internasional, kata dia, juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pelaku bisnis.

Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri musik, asosiasi UMKM, dan pemerintah daerah, untuk bersinergi menyusun peta jalan penyelenggaraan konser internasional yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Jakarta dalam jangka panjang.

Dorongan Kenneth ini sejalan dengan upaya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang solid, konser musik internasional dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyejahterakan pelaku UMKM dan masyarakat Jakarta secara keseluruhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter