30, 2026
Olahraga

Keperkasaan Vietnam Hancur di Tangan Thailand, Kim Sang-sik Minta Maaf Bikin Suporter Kecewa

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/04/6a7138df08c25-pelatih-timnas-vietnam-kim-sang-sik_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kekalahan Memalukan Vietnam di Final Piala AFF 2026

Timnas Vietnam harus menerima kenyataan pahit setelah keperkasaan mereka hancur di tangan Thailand pada partai final Piala AFF 2026. Bermain di hadapan ratusan ribu suporter yang memadati Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam menyerah dengan skor telak 1-3 dari Thailand. Kekalahan ini tidak hanya meruntuhkan ambisi juara, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi publik sepak bola Vietnam yang sudah lama menantikan gelar juara di ajang regional paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

Laga yang berlangsung dramatis sejak menit awal itu memperlihatkan dominasi Thailand di lini tengah. Vietnam yang tampil sebagai tuan rumah justru tampak gugup dan tidak mampu mengembangkan permainan seperti yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen. Thailand membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui serangan balik cepat yang diselesaikan dengan tenang oleh striker utama mereka. Gol tersebut seketika membungkam seluruh stadion yang sebelumnya bergemuruh menyanyikan lagu kebangsaan dan yel-yel penyemangat.

Jalannya Pertandingan dan Kehancuran Mental

Vietnam sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-34 melalui sundulan pemain belakang mereka yang memanfaatkan tendangan sudut. Namun, euforia yang sempat meledak hanya bertahan sepuluh menit. Thailand kembali unggul pada menit ke-44 setelah kesalahan berantai di lini pertahanan Vietnam dimanfaatkan dengan baik oleh pemain sayap Thailand. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum, tetapi dampak psikologisnya sangat terasa.

Pada babak kedua, Vietnam tampil lebih agresif. Pelatih Kim Sang-sik melakukan dua pergantian pemain sekaligus untuk menambah daya gedor di lini depan. Namun, alih-alih menciptakan peluang, Vietnam justru semakin terbuka di lini belakang. Thailand memanfaatkannya dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-72 melalui eksekusi penalti setelah bek Vietnam melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Gol tersebut praktis mengunci kemenangan Thailand dan memupus harapan Vietnam untuk meraih gelar juara yang terakhir kali mereka raih pada 2018.

Sepanjang sisa pertandingan, Vietnam terus menekan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan gemilang kiper Thailand membuat upaya mereka sia-sia. Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan disambut suara haru dari tribun. Sebagian suporter terlihat menangis, sementara yang lain terdiam menyaksikan perayaan pemain Thailand di tengah lapangan.

Kim Sang-sik Minta Maaf kepada Suporter

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih Kim Sang-sik menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh suporter Vietnam. Ia mengakui bahwa kekalahan ini merupakan tanggung jawabnya sebagai pelatih. "Saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Vietnam, kepada para pemain, dan kepada semua orang yang telah mendukung kami. Hasil ini sangat mengecewakan, dan saya menerima sepenuhnya kritik yang akan datang," ujar Kim dengan raut wajah murung.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengakui bahwa timnya kehilangan fokus pada momen-momen krusial. Menurutnya, dua gol Thailand di babak pertama terjadi akibat kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. "Kami sudah menganalisis kekuatan Thailand, tetapi para pemain tampak tertekan oleh besarnya ekspektasi. Itu adalah kesalahan saya karena tidak mampu menjaga mental bertanding mereka," tambahnya.

Pernyataan Kim tersebut langsung menuai beragam reaksi dari publik Vietnam. Sebagian suporter mengapresiasi sikapnya yang berani bertanggung jawab, tetapi tidak sedikit yang kecewa dan menuntut evaluasi menyeluruh terhadap performa timnas. Tagar yang mengkritik Kim dan federasi sepak bola Vietnam sempat menjadi trending topic di media sosial, mencerminkan besarnya kekecewaan publik terhadap hasil final tersebut.

Dampak dan Tantangan ke Depan

Kekalahan di final ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Vietnam untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam memang menunjukkan perkembangan pesat, termasuk keberhasilan menembus putaran final Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia. Namun, kegagalan di final Piala AFF 2026 menunjukkan bahwa konsistensi di level regional masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Thailand, di sisi lain, semakin mempertegas dominasinya di sepak bola Asia Tenggara. Gelar juara ini menjadi yang kesekian bagi mereka dan menambah catatan bahwa Thailand masih menjadi tolok ukur utama di kawasan. Pelatih Thailand dalam konferensi persnya menyatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan persiapan matang selama beberapa bulan terakhir.

Bagi Vietnam, fokus kini beralih ke kualifikasi Piala Asia dan upaya pembenahan skuad. Federasi Sepak Bola Vietnam dihadapkan pada tekanan besar untuk melakukan evaluasi, mulai dari strategi kepelatihan, pemilihan pemain, hingga pembinaan usia muda. Pertanyaan besar yang kini muncul adalah apakah Kim Sang-sik masih dipercaya untuk memimpin timnas, ataukah federasi akan mencari sosok baru untuk membawa Vietnam keluar dari bayang-bayang Thailand.

Yang jelas, kegagalan di final Piala AFF 2026 akan dikenang sebagai salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola Vietnam. Namun, dalam dunia olahraga, kekalahan sering kali menjadi titik balik menuju kebangkitan. Publik Vietnam berharap tim kesayangan mereka mampu bangkit dan membalas kekecewaan ini di turnamen-turnamen berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter